Keuangan

Rumus dan Cara Menghitung Modal Kerja Bisnis yang Wajib Dipahami Pemilik Usaha

Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat pada 2025, satu kesalahan yang masih sering dilakukan pemilik usaha adalah mengabaikan modal kerja. Banyak bisnis terlihat ramai, penjualan tinggi, bahkan pesanan menumpuk, tetapi justru kehabisan uang tunai di tengah jalan. Di titik inilah pemahaman tentang bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis menjadi sangat krusial. Modal kerja bukan sekadar angka di laporan keuangan, tetapi “napas” yang membuat operasional bisnis bisa terus berjalan setiap hari.

Bayangkan sebuah bisnis yang punya banyak aset, punya kantor, punya stok melimpah, tetapi tidak punya cukup uang untuk membeli bahan baku atau membayar gaji karyawan di awal bulan. Kondisi seperti ini bisa terjadi jika perhitungan modal kerjanya tidak tepat. Karena itu, memahami rumus dan cara menghitung modal kerja yang benar adalah fondasi penting bagi setiap pemilik usaha, baik UMKM, startup, maupun perusahaan yang sudah berkembang.

Apa Itu Modal Kerja?

Modal kerja (working capital) adalah selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar dalam sebuah bisnis. Aset lancar adalah harta yang dapat diuangkan dalam waktu kurang dari satu tahun, seperti kas, piutang usaha, dan persediaan. Sementara kewajiban lancar adalah semua utang atau kewajiban yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun, seperti utang usaha, gaji, dan tagihan operasional.

Secara sederhana, modal kerja menunjukkan kemampuan bisnis dalam membiayai operasional sehari-hari tanpa harus mencari pinjaman tambahan atau menjual aset tetap. Jika modal kerja positif, bisnis memiliki cukup aset lancar untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Jika negatif, ada risiko masalah likuiditas.

Tak heran jika banyak pemilik usaha mulai menaruh perhatian lebih pada bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis, karena indikator ini memberikan gambaran paling nyata tentang kesehatan keuangan jangka pendek.

Baca juga : 17 Cara Bisnis Tanpa Modal yang Bisa Dibangun Hanya dengan Smartphone dan Kreativitas

Rumus Modal Kerja yang Perlu Dipahami

Rumus dasar modal kerja adalah:

Modal Kerja = Aset Lancar – Kewajiban Lancar

Contoh sederhana: Sebuah bisnis memiliki:

  • Kas: Rp60.000.000
  • Piutang usaha: Rp25.000.000
  • Persediaan barang: Rp15.000.000

Total aset lancar = Rp100.000.000

Sementara kewajiban lancar:

  • Utang usaha ke supplier: Rp40.000.000
  • Biaya operasional yang harus dibayar: Rp15.000.000

Total kewajiban lancar = Rp55.000.000

Maka modal kerja yang dimiliki: Rp100.000.000 – Rp55.000.000 = Rp45.000.000

Artinya, bisnis tersebut memiliki modal kerja positif sebesar Rp45 juta untuk menggerakkan operasional hariannya.

Selain menghitung nilai modal kerja, kamu juga bisa melihat rasio modal kerja atau working capital ratio dengan rumus:

Working Capital Ratio = Aset Lancar / Kewajiban Lancar

Jika hasilnya di atas 1, maka bisnis berada dalam kondisi likuid yang relatif aman. Idealnya berkisar antara 1,2 – 2,0 tergantung jenis industrinya.

Pemahaman ini menjadi bagian penting dalam bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis secara lebih komprehensif, terutama jika kamu ingin mengajukan pembiayaan atau merencanakan ekspansi.

Mengapa Modal Kerja Begitu Penting di 2025?

Di 2025, kecepatan perputaran uang dalam bisnis menjadi semakin tinggi. Digitalisasi, sistem pembayaran instan, hingga perubahan perilaku konsumen membuat arus kas harus dikelola dengan lebih cermat. Bisnis yang tidak punya cadangan modal kerja yang cukup akan mudah goyah saat terjadi:

  • Kenaikan harga bahan baku mendadak
  • Keterlambatan pembayaran dari pelanggan
  • Lonjakan permintaan yang justru membutuhkan dana lebih besar untuk produksi
  • Musim sepi yang membuat pemasukan menurun sementara pengeluaran tetap jalan

Dengan memahami bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis, kamu bisa memprediksi kebutuhan dana di masa depan, menentukan kapan saatnya menambah stok, dan kapan harus menahan pengeluaran.

Cara Mengoptimalkan Modal Kerja Secara Strategis

Menghitung modal kerja saja tidak cukup. Kamu juga perlu tahu cara mengelolanya secara efektif. Beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Percepat perputaran piutang. Pastikan pelanggan membayar tepat waktu dengan memberikan termin pembayaran yang jelas atau insentif bagi yang membayar lebih cepat.
  2. Kelola persediaan secara efisien. Stok berlebih memang terlihat aman, tetapi bisa mengunci terlalu banyak uang dalam bentuk barang.
  3. Negosiasikan tempo pembayaran dengan supplier. Jika memungkinkan, perpanjang waktu pembayaran tanpa merusak hubungan bisnis.
  4. Siapkan sumber dana siaga untuk kondisi mendesak agar modal kerja tetap stabil.

Di titik inilah solusi pembiayaan yang fleksibel dan cepat seperti yang ditawarkan SEVA.id menjadi relevan untuk mendukung kestabilan modal kerja.

Gadai BPKB Mobil SEVA

Peran SEVA dalam Mendukung Modal Kerja Usaha

Bagi pemilik usaha yang sudah memahami bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis, langkah selanjutnya adalah memastikan ketersediaan dana jika terdapat kekurangan. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas Pinjaman Jaminan BPKB SEVA.

Pinjaman Jaminan BPKB SEVA adalah fasilitas pinjaman dana cepat hingga ratusan juta rupiah dengan jaminan BPKB mobil. Solusi ini sangat relevan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal kerja tanpa harus menjual aset kendaraan yang masih digunakan untuk operasional.

Melalui proses yang mudah, aman, dan nyaman, SEVA membantu pelaku usaha memenuhi berbagai kebutuhan, terutama untuk tambahan modal usaha. Proses pengajuannya pun dirancang simpel:

  1. Isi formulir pengajuan online di SEVA.id dan lengkapi data diri.
  2. Tim SEVA akan menghubungi dalam waktu 1×24 jam untuk konfirmasi.
  3. Survei dilakukan setelah persyaratan lengkap.
  4. Dana pinjaman akan segera cair ke rekening.

Dokumen yang perlu disiapkan:

  • KTP pemohon & pasangan (jika sudah menikah)
  • Kartu Keluarga
  • NPWP
  • BPKB mobil
  • STNK mobil
  • Cover buku tabungan

Solusi ini didukung mitra pembiayaan terpercaya yakni Astra Credit Companies (ACC) yang telah dilindungi dan terdaftar OJK, sehingga memberikan rasa aman bagi peminjam.

Dengan bunga mulai dari 0,75% per bulan dan tenor pinjaman 1 – 4 tahun, fasilitas ini bisa menjadi penopang perputaran modal kerja yang sehat, baik untuk pembelian stok, peralatan, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Contoh simulasi pinjaman:

  • Pinjaman: Rp50.000.000
  • Tenor: 12 bulan
  • Bunga per bulan: 0,75%
  • Angsuran per bulan: Rp4.542.000

Skema ini hanya simulasi, dan jumlah final menyesuaikan hasil penilaian.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Pembiayaan untuk Modal Kerja?

Jika hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan dana meningkat sementara kas belum mencukupi, pembiayaan dapat menjadi solusi yang bijak. Namun, keputusan ini harus didukung dengan perhitungan yang matang, termasuk proyeksi omzet dan kemampuan membayar angsuran.

Di sinilah pentingnya kembali ke dasar: bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis. Semakin akurat perhitunganmu, semakin tepat pula keputusan pembiayaan yang diambil.

Banyak pelaku usaha sukses di 2025 mengandalkan kombinasi antara manajemen modal kerja yang rapi dan akses pembiayaan yang fleksibel seperti yang ditawarkan SEVA.id.

Baca juga : Begini Cara Pakai Rumus Working Capital Biar Bisnis Tetap Lancar dan Bebas Macet

Kesimpulan

Modal kerja adalah jantung dari operasional bisnis. Memahami bagaimana cara menghitung modal kerja suatu bisnis membantu pemilik usaha menjaga likuiditas, merencanakan ekspansi, dan mengelola risiko keuangan. Dengan strategi yang tepat dan dukungan solusi pembiayaan seperti Pinjaman Jaminan BPKB SEVA, bisnis memiliki peluang lebih besar untuk bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Jika kamu membutuhkan tambahan modal usaha yang cepat, aman, dan praktis, kunjungi SEVA.id sekarang dan ajukan Pinjaman Jaminan BPKB SEVA. Cukup 30 detik isi formulir, dan tim SEVA siap membantumu menemukan solusi terbaik untuk kebutuhan modal kerjamu.

FAQ

  1. Apakah modal kerja sama dengan modal awal usaha? Tidak. Modal awal adalah dana yang digunakan saat memulai bisnis, sedangkan modal kerja digunakan untuk membiayai operasional sehari-hari.
  2. Apakah bisnis online juga wajib menghitung modal kerja? Ya. Bisnis online tetap memiliki kewajiban dan aset lancar yang harus dikelola agar arus kas tetap sehat.
  3. Apakah modal kerja harus selalu besar? Tidak selalu. Yang terpenting adalah proporsional dengan kebutuhan operasional dan memiliki perputaran yang efisien.
  4. Apakah alat bantu digital bisa digunakan untuk menghitung modal kerja? Bisa. Banyak software akuntansi dan spreadsheet yang membantu menghitung modal kerja secara otomatis.
  5. Apakah pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB SEVA bisa dilakukan dari luar kota besar? Bisa. SEVA memiliki jaringan yang luas di berbagai kota di Indonesia, sehingga pengajuan dapat dilakukan dari banyak wilayah.