Berita Utama Otomotif

Uji Coba BBM Etanol 10% Siap Diluncurkan, Lalu Bagaimana Nasib Pertamax?

Perubahan besar di sektor energi Indonesia kembali jadi sorotan publik. Setelah pemerintah resmi mengumumkan rencana penerapan bahan bakar campuran etanol 10% atau E10 pada 2027, kini tahap uji coba mulai disiapkan di beberapa wilayah. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju energi bersih dan kemandirian bahan bakar. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan di kalangan pengguna mobil: apakah Pertamax mengandung etanol? Dan, kalau nanti E10 diberlakukan, bagaimana nasib Pertamax di pasaran?

Pemerintah Mulai Uji Coba E10 di 2025

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa uji coba BBM dengan campuran etanol 10% akan dilakukan secara bertahap mulai 2025. Program ini menjadi langkah awal sebelum kewajiban penggunaan E10 diterapkan penuh pada 2027. Beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung disebut akan menjadi lokasi uji coba pertama.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis bioetanol dari tebu dan singkong. Selain itu, E10 diyakini mampu menurunkan emisi karbon hingga 7% dibandingkan bensin murni.

Baca juga : Amankah Mencampur BBM dengan Cairan Penambah Oktan? Cek Fakta & Resikonya

Jadi, Apakah Pertamax Mengandung Etanol?

Pertanyaan ini cukup penting, terutama bagi pengguna mobil modern. Jawabannya: tidak semua jenis Pertamax mengandung etanol. Hingga akhir 2025, produk Pertamax reguler yang dijual Pertamina masih menggunakan bahan bakar murni tanpa campuran etanol. Namun, varian khusus seperti Pertamax Green 95 sudah mengandung campuran etanol sebesar 5% (E5).

Pertamax Green ini merupakan hasil kerja sama antara Pertamina dan Sugar Group Companies yang mulai dipasarkan sejak 2023. BBM ini ditujukan sebagai alternatif ramah lingkungan dengan oktan tinggi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Dampak Kehadiran E10 bagi Pertamax

Dengan hadirnya E10, posisi Pertamax di pasar kemungkinan akan sedikit bergeser. Pemerintah berencana menstandarkan sebagian besar bensin non-subsidi agar sesuai dengan bauran etanol nasional. Artinya, ke depan, bukan tidak mungkin Pertamax akan bertransformasi menjadi versi baru yang sudah mengandung etanol.

Namun, bagi pengguna kendaraan yang belum siap menggunakan bahan bakar beretanol tinggi, Pertamina kemungkinan tetap menyediakan varian bensin murni untuk masa transisi. Hal ini juga mempertimbangkan perbedaan karakter mesin antara mobil lama dan baru, terutama pada kompatibilitas terhadap bahan kimia dalam etanol.

Respons Industri Otomotif

Beberapa pabrikan otomotif seperti Toyota dan Honda sudah mulai melakukan penelitian terkait dampak etanol pada performa mesin. Toyota Indonesia, misalnya, menyatakan akan memperhatikan sifat kimia etanol yang mudah menyerap air dan bisa memengaruhi komponen tertentu jika tidak disesuaikan.

Namun secara umum, kendaraan keluaran baru, terutama dengan standar Euro 4 ke atas, sudah lebih siap menggunakan BBM campuran etanol 10%. Bahkan menurut laporan CNBC Indonesia, sebagian besar mobil keluaran lima tahun terakhir sudah memiliki sistem pembakaran yang kompatibel dengan E10.

Efek Etanol terhadap Mesin

Etanol memiliki sifat oktan tinggi, yang artinya bisa meningkatkan efisiensi pembakaran dan performa mesin. Tapi disisi lain, sifatnya yang higroskopis (mudah menyerap air) dapat menimbulkan risiko korosi jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama. Karena itu, produsen kendaraan biasanya merekomendasikan servis berkala dan penggunaan bahan bakar berkualitas untuk menjaga performa mesin tetap optimal.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Selain aspek teknis, penerapan E10 juga punya dampak ekonomi berlapis. Dari sisi industri, permintaan terhadap bioetanol domestik akan meningkat, mendorong tumbuhnya sektor pertanian dan pabrik biofuel. Dari sisi lingkungan, emisi karbon bisa berkurang signifikan, membantu Indonesia mencapai target net zero emission pada 2060.

Bagi konsumen, harga BBM beretanol masih akan disesuaikan. Namun pemerintah berkomitmen agar harga E10 tidak jauh berbeda dengan Pertamax yang beredar saat ini.

Lalu, Bagaimana Nasib Pertamax ke Depan?

Pertamax kemungkinan tidak akan hilang, tapi akan berevolusi. Pertamina diperkirakan akan memperluas varian Pertamax Green untuk menjawab tren bahan bakar rendah emisi. Jadi, bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan, Pertamax yang kamu beli sudah termasuk versi ramah lingkungan tanpa disadari.

Bagi pengguna kendaraan, tak perlu khawatir. Selama kendaraanmu memenuhi standar Euro 4 dan menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan, penggunaan E10 tidak akan menimbulkan masalah berarti.

Tips Menyambut Era BBM Etanol

  1. Cek manual kendaraan untuk memastikan dukungan terhadap bahan bakar beretanol.
  2. Gunakan BBM dari SPBU resmi agar kualitas terjamin.
  3. Lakukan servis berkala untuk mencegah potensi endapan akibat campuran etanol.
  4. Jika jarang menggunakan kendaraan, pastikan tangki tidak dibiarkan kosong terlalu lama.

Kredit Mobil Baru di SEVA: Solusi Tepat Hadapi Perubahan BBM

Dengan transisi menuju bahan bakar rendah emisi seperti E10, banyak orang mulai mempertimbangkan upgrade kendaraan ke model yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Nah, kalau kamu termasuk yang ingin beralih ke mobil baru, SEVA bisa jadi pilihan terbaik.

Melalui Katalog Mobil Baru SEVA, kamu bisa memilih berbagai model mobil terbaru dari merek-merek ternama. Proses pengajuan kredit di SEVA dilakukan sepenuhnya secara online dan terintegrasi, mulai dari simulasi kredit, pengisian data, hingga verifikasi.

SEVA bekerja sama dengan lembaga pembiayaan terpercaya seperti Astra Credit Companies (ACC) yang sudah terdaftar dan diawasi OJK, sehingga prosesnya aman dan profesional.

Berikut langkah-langkah mengajukan kredit mobil di SEVA:

  1. Kunjungi www.seva.id.
  2. Pilih mobil yang kamu inginkan dan gunakan fitur Kalkulator Kredit SEVA untuk menghitung cicilan.
  3. Gunakan fitur Instant Approval agar hasil analisis lebih cepat dan efisien.
  4. Isi formulir pengajuan online dan unggah dokumen persyaratan.
  5. Tunggu proses verifikasi dan persetujuan dari tim SEVA.
  6. Setelah disetujui, tandatangani perjanjian kredit dan bayar uang muka.
  7. Mobil akan langsung dikirim ke alamatmu melalui jaringan dealer resmi Astra.

Baca juga : Review Konsumsi BBM Kia Carnival 2025: Seirit Apa MPV Mewah Bermesin V6 Ini?

Kesimpulan

Kehadiran BBM beretanol 10% (E10) menandai langkah besar Indonesia menuju energi bersih dan efisien. Meski begitu, pengguna Pertamax tidak perlu khawatir karena transisi ini akan dilakukan bertahap, dan kendaraan modern umumnya sudah siap menghadapi perubahan ini. Sambil menyambut era baru bahan bakar ramah lingkungan, tak ada salahnya mulai mempertimbangkan mobil baru yang lebih hemat dan kompatibel, tentunya melalui layanan kredit mobil yang mudah dan aman di SEVA.id.

FAQ

1. Apakah semua varian Pertamax nanti akan mengandung etanol?
Tidak semua, namun kedepannya sebagian besar varian akan menyesuaikan dengan kebijakan bauran energi nasional.

2. Apakah mobil lama bisa menggunakan BBM E10?
Mobil dengan standar emisi lama bisa, tapi sebaiknya konsultasikan dengan bengkel resmi karena material mesin mungkin belum sepenuhnya kompatibel.

3. Apakah E10 lebih boros dari Pertamax biasa?
Perbedaan konsumsi bahan bakar umumnya kecil, tergantung kondisi mesin dan cara berkendara.

4. Apakah bensin E10 akan lebih mahal?
Harga E10 direncanakan tetap kompetitif agar tidak memberatkan konsumen.

5. Apakah SEVA bisa membantu pembelian mobil hybrid atau listrik?
Ya, kamu bisa menemukan berbagai pilihan mobil hybrid dan listrik, kamu bisa cek melalui Katalog Mobil Baru SEVA.