Berita Utama Otomotif

Kumpulan Bacaan yang Dibaca saat Haji: Lengkap dari Ihram, Tawaf, Sa’i hingga Wukuf

Menjalankan ibadah haji bukan hanya tentang mengikuti rangkaian perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap tahapan memiliki amalan, zikir, dan doa yang bisa mengiringi langkah jamaah selama berada di Tanah Suci. Karena itu, mempersiapkan bacaan sejak sebelum keberangkatan dapat membantu jamaah beribadah dengan lebih tenang dan tidak kebingungan ketika berada di tengah keramaian.

Bagi calon jamaah, mencari kumpulan bacaan yang dibaca saat haji juga menjadi bagian penting dari persiapan manasik. Mulai dari niat ihram, talbiyah, doa ketika memasuki Masjidil Haram, bacaan saat tawaf dan sa’i, sampai zikir serta doa ketika wukuf di Arafah, semuanya dapat dipelajari terlebih dahulu.

Kementerian Agama RI bahkan menyediakan buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah yang memuat berbagai doa dan zikir untuk mendampingi jamaah dalam rangkaian ibadah. Di dalamnya terdapat pembahasan mengenai bacaan saat memasuki Arafah hingga zikir dan doa wukuf.

Lalu, apa saja bacaan yang sebaiknya diketahui? Berikut panduan ringkas yang bisa dijadikan bahan belajar sebelum berangkat haji.

Baca juga : Cara Mendapatkan Dana Tunai Menggunakan Jaminan BPKB Mobil dengan Mudah di SEVA, Ini Syarat dan Prosesnya

Bacaan Sebelum dan Saat Memulai Ihram

Ihram merupakan keadaan suci yang harus dimasuki jamaah ketika memulai ibadah haji atau umrah sesuai ketentuannya. Sebelum melewati miqat, jamaah melakukan persiapan, kemudian berniat sesuai jenis haji yang dilaksanakan.

Salah satu bacaan yang dapat dilafalkan ketika berniat haji adalah:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:

“Aku berniat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Ta’ala.”

Setelah berniat ihram, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah. Talbiyah merupakan salah satu bacaan yang sangat identik dengan perjalanan ibadah haji.

Bacaan talbiyah yang masyhur adalah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Artinya:

“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Bacaan talbiyah tersebut juga memiliki dasar dari hadis yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Saat Memasuki Masjidil Haram

Ketika tiba di Masjidil Haram, jamaah dapat membaca doa masuk masjid sebagaimana doa yang dianjurkan ketika memasuki masjid secara umum.

Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya:

“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Setelah berada di area Masjidil Haram dan melihat Ka’bah, jamaah dapat memperbanyak zikir, doa, dan pujian kepada Allah. Tidak perlu merasa harus menghafalkan banyak doa sekaligus. Yang terpenting adalah memahami makna dan menjaga kekhusyukan.

Bacaan yang Dibaca Saat Tawaf

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari arah Hajar Aswad.

Salah satu bacaan yang sangat dikenal saat melewati atau menghadap Hajar Aswad adalah:

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah Mahabesar.”

Jemaah juga dapat membaca zikir dan doa selama tawaf. Hal penting yang perlu dipahami adalah tidak ada kewajiban membaca satu doa tertentu untuk setiap putaran tawaf.

Artinya, jamaah tidak harus menghafalkan tujuh doa berbeda yang secara khusus ditetapkan untuk putaran pertama sampai ketujuh. Jemaah dapat berzikir, membaca Al-Qur’an, berselawat, atau memanjatkan doa sesuai kebutuhan selama tetap menjaga adab tawaf.

Kementerian Agama menyediakan materi doa dan zikir manasik sebagai panduan agar jamaah memiliki bekal bacaan selama menjalankan rangkaian ibadah.

Salah satu bacaan yang populer dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bacaan ketika tawaf, bukan berarti harus dibaca pada setiap putaran.

Bacaan Setelah Tawaf

Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah sesuai tuntunan manasik. Jika memungkinkan, jamaah dapat melaksanakan salat sunah tawaf di belakang Maqam Ibrahim atau di tempat lain di dalam Masjidil Haram apabila kondisi tidak memungkinkan.

Salah satu ayat yang dikenal dalam rangkaian tersebut adalah:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Artinya:

“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat salat.”

Dalam kondisi Masjidil Haram sangat padat, jamaah tidak perlu memaksakan diri untuk berada tepat di belakang Maqam Ibrahim. Keselamatan, ketertiban, dan mengikuti arahan petugas juga perlu menjadi perhatian.

Bacaan Sebelum dan Saat Sa’i

Sa’i merupakan rangkaian berjalan atau berlari kecil bagi laki-laki pada area tertentu antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan.

Ketika mendekati Safa, jamaah dapat membaca ayat:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

Artinya:

“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian dari syiar Allah.”

Setelah itu, jamaah dapat menghadap kiblat dan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, serta doa.

Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:

“Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Selama perjalanan dari Shafa menuju Marwah dan sebaliknya, jamaah dapat berdoa sesuai kebutuhan. Tidak ada keharusan membaca doa khusus yang berbeda untuk setiap perjalanan.

Bacaan Saat Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan salah satu bagian paling penting dalam pelaksanaan haji. Kementerian Agama mengimbau jamaah untuk mengikuti prosesi wukuf dengan khidmat dan memanfaatkan waktu di Arafah untuk memperbanyak doa serta ibadah.

Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa saat wukuf, jamaah dianjurkan memperbanyak zikir dan doa, termasuk talbiyah dan kalimat tauhid.

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Selain itu, jamaah dapat memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, berselawat, dan memanjatkan permohonan kepada Allah.

Wukuf menjadi momen yang sangat baik untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Jemaah dapat memohon ampunan, kesehatan, keselamatan, keberkahan keluarga, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta kebaikan dunia dan akhirat.

Bacaan Setelah Wukuf dan Selama Rangkaian Haji

Setelah wukuf, perjalanan ibadah haji masih berlanjut dengan rangkaian berikutnya, termasuk mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, tahallul, dan rangkaian lainnya sesuai jenis haji yang dilaksanakan.

Karena itu, persiapan bacaan sebaiknya tidak berhenti pada doa tawaf dan sa’i. Buku panduan Kementerian Agama juga mencakup berbagai doa dan zikir yang berkaitan dengan perjalanan jamaah, termasuk doa ketika memasuki Arafah dan bacaan untuk wukuf.

Beberapa amalan yang dapat diperbanyak selama rangkaian haji antara lain:

  1. Membaca talbiyah pada waktu yang dianjurkan.
  2. Memperbanyak istighfar.
  3. Membaca tahlil dan takbir.
  4. Membaca selawat.
  5. Membaca Al-Qur’an.
  6. Memanjatkan doa pribadi sesuai kebutuhan.
  7. Memperbanyak dzikir ketika berada di tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa.

Dengan begitu, jamaah tidak perlu merasa terbebani untuk menghafalkan puluhan bacaan sekaligus.

Apakah Semua Bacaan Haji Harus Dihafalkan?

Tidak. Menghafalkan bacaan memang dapat membantu jamaah beribadah dengan lebih lancar, tetapi jangan sampai keinginan menghafalkan semua doa justru membuat ibadah terasa berat.

Jemaah dapat membawa buku panduan manasik atau menggunakan materi resmi yang telah disiapkan untuk membantu mengingat bacaan. Yang juga tidak kalah penting adalah memahami kapan suatu bacaan dianjurkan dan bagaimana tata cara ibadahnya.

Dalam praktiknya, terdapat perbedaan antara bacaan yang memiliki tuntunan khusus dengan doa yang sifatnya umum. Karena itu, jamaah sebaiknya tidak menganggap setiap doa yang sering beredar sebagai bacaan wajib dalam ibadah haji.

Khusus untuk tawaf dan sa’i, misalnya, jamaah tetap dapat berdoa dengan permohonan yang baik sesuai kebutuhan. Ini membuat ibadah lebih fleksibel tanpa harus terbebani dengan target menghafalkan doa tertentu untuk setiap putaran.

Tips Menyiapkan Bacaan Haji Sebelum Berangkat

Agar lebih siap ketika berada di Tanah Suci, calon jamaah bisa menggunakan beberapa cara sederhana.

  1. Mulai dari bacaan yang paling utama

Prioritaskan niat, talbiyah, dzikir, serta bacaan yang berkaitan dengan rangkaian utama haji.

  1. Pahami arti setiap bacaan

Mengerti arti doa akan membantu jamaah lebih mudah menghayati apa yang sedang dimohonkan kepada Allah.

  1. Gunakan panduan resmi

Kementerian Agama telah menyediakan buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah sebagai salah satu bahan rujukan bagi jamaah.

  1. Latihan sebelum keberangkatan

Bacaan yang dilatih sejak di Indonesia akan lebih mudah diingat ketika jamaah berada di Tanah Suci.

  1. Jangan memaksakan diri menghafal semuanya

Buat daftar bacaan prioritas dan simpan panduan yang mudah dibaca. Fokus utama tetap pada pelaksanaan ibadah dengan tertib dan khusyuk.

Baca juga : Rencana Keuangan Terbaik untuk Tabungan Haji dan Umrah

Kesimpulan

Mempelajari kumpulan bacaan yang dibaca saat haji sejak jauh-jauh hari dapat membuat calon jamaah lebih siap menghadapi rangkaian ibadah di Tanah Suci. Bacaan tersebut dapat dimulai dari niat ihram dan talbiyah, doa ketika memasuki Masjidil Haram, zikir selama tawaf, bacaan ketika sa’i, hingga zikir dan doa ketika wukuf di Arafah.

Namun, jamaah tidak perlu menganggap seluruh doa sebagai bacaan wajib yang harus dihafalkan. Beberapa bacaan memang memiliki tuntunan tertentu, sedangkan dalam banyak kesempatan jamaah dapat memperbanyak zikir dan memanjatkan doa sesuai kebutuhannya.

Yang paling penting, persiapkan pemahaman tata cara haji bersama pembimbing atau melalui manasik resmi. Dengan bekal ilmu yang cukup, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang sekaligus memanfaatkan setiap momen di Tanah Suci untuk mendekatkan diri kepada Allah.

FAQ

1. Apakah bacaan haji harus menggunakan bahasa Arab?

Tidak semua doa harus menggunakan bahasa Arab. Untuk doa pribadi, jamaah dapat memohon kepada Allah dengan bahasa yang dipahami, sesuai ketentuan ibadah yang sedang dilakukan.

2. Apakah ada doa khusus untuk setiap putaran tawaf?

Tidak ada keharusan membaca satu doa khusus yang berbeda untuk setiap putaran tawaf.

3. Kapan waktu terbaik memperbanyak doa saat haji?

Jemaah dapat memperbanyak doa sepanjang rangkaian ibadah, terutama ketika berada di Arafah saat wukuf.

4. Apakah talbiyah hanya dibaca ketika tawaf?

Tidak. Talbiyah berkaitan dengan keadaan ihram dan dibaca pada waktu-waktu yang dianjurkan dalam rangkaian haji.

5. Apakah membaca doa dari buku saat haji diperbolehkan?

Boleh menggunakan buku atau panduan untuk membantu mengingat bacaan selama tidak mengganggu kekhusyukan dan ketertiban ibadah.