Travel & Lifestyle

10 Negara Wisata Terbaik di Dunia 2026, dari Jepang hingga Italia yang Wajib Masuk Bucket List

Memilih destinasi liburan ke luar negeri bukan sekadar menentukan negara mana yang punya pemandangan indah. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari kekayaan budaya, pilihan destinasi, kemudahan transportasi, hingga biaya perjalanan yang harus disiapkan. Lantas, apa saja 10 negara wisata terbaik di dunia yang layak masuk bucket list pada 2026?

Daftar kali ini merangkum negara-negara yang memiliki daya tarik wisata kuat dan didukung ekosistem pariwisata yang baik. Sebagai referensi, Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024 dari World Economic Forum menempatkan Amerika Serikat, Spanyol, Jepang, Prancis, Australia, Jerman, Inggris, China, Italia, dan Swiss sebagai 10 ekonomi dengan skor tertinggi dalam pengembangan perjalanan dan pariwisata. Indeks tersebut menilai berbagai faktor seperti infrastruktur transportasi, lingkungan bisnis, kebijakan perjalanan, kesiapan teknologi, serta sumber daya alam dan budaya.

Untuk memberikan pilihan yang lebih relevan bagi wisatawan Indonesia, daftar berikut tidak dibuat sebagai peringkat resmi 1 sampai 10 namun dipilih berdasarkan kombinasi daya tarik destinasi, keragaman pengalaman, serta relevansinya sebagai pilihan perjalanan pada 2026. Berikut daftarnya : 

Baca juga : SEVA DanaPlus: Nama Baru Fasilitas Dana SEVA, Solusi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil dari Astra

1. Jepang

Jepang menjadi salah satu negara yang hampir selalu masuk daftar tujuan wisata favorit wisatawan dari Indonesia. Negara ini menawarkan kombinasi budaya tradisional dan kehidupan modern yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tokyo cocok untuk kamu yang menyukai suasana metropolitan, pusat belanja, kuliner, dan teknologi. Sementara itu, Kyoto menawarkan pengalaman berbeda melalui kuil, kawasan bersejarah, dan tradisi Jepang. Osaka dapat menjadi pilihan untuk wisata kuliner, sedangkan Hokkaido menarik bagi pencinta alam dan suasana empat musim.

Popularitas Jepang juga terlihat dari tingginya jumlah wisatawan internasional. Pada 2025, Jepang mencatat 42.683.600 kunjungan wisatawan asing, meningkat 15,8% dibandingkan 2024 dan menjadi rekor tahunan baru.

Pada 2026, daya tarik Jepang juga terus diperkuat melalui promosi destinasi regional sehingga perjalanan tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

2. Italia

Jika impian liburanmu berkaitan dengan sejarah, arsitektur, seni, kuliner, dan suasana kota klasik, Italia layak berada dalam bucket list.

Roma menawarkan peninggalan sejarah yang sangat kaya, termasuk kawasan pusat kota bersejarah yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Florence terkenal dengan warisan seni dan arsitekturnya, sedangkan Venice menawarkan pengalaman menyusuri kanal dengan gondola.

Italia juga menarik karena perjalanan dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis wisata. Kamu bisa menikmati museum dan bangunan bersejarah, kemudian melanjutkan perjalanan ke kawasan pesisir atau menikmati kuliner khas Italia.

Situs pariwisata resmi Italia juga menempatkan kota seperti Roma, Florence, dan Venice sebagai destinasi penting dengan kekayaan sejarah, seni, dan budaya yang kuat.

3. Prancis

Prancis bukan hanya tentang Menara Eiffel dan Paris. Negara ini memiliki pilihan destinasi yang jauh lebih luas, mulai dari kawasan perkotaan, pedesaan, pegunungan, hingga pantai Mediterania.

Paris tentu menjadi pilihan utama untuk wisata pertama. Namun, Provence dapat menjadi alternatif menarik untuk menikmati desa-desa cantik, lanskap pedesaan, kuliner, serta kawasan Mediterania. Côte d’Azur atau French Riviera juga cocok bagi kamu yang mencari suasana pantai dengan kota-kota dan desa yang memiliki karakter khas Eropa.

Keragaman tersebut menjadi salah satu alasan Prancis tetap menjadi destinasi penting dalam industri pariwisata dunia. Dalam TTDI 2024, Prancis berada di posisi keempat secara keseluruhan.

4. Spanyol

Spanyol cocok untuk kamu yang ingin menggabungkan wisata kota, pantai, budaya, kuliner, dan kehidupan malam dalam satu perjalanan.

Madrid menawarkan pengalaman metropolitan dan budaya, Barcelona memiliki karakter arsitektur serta atmosfer Mediterania yang kuat, sedangkan Seville menghadirkan nuansa Andalusia yang berbeda.

Bagi pencinta pantai, Kepulauan Balearic dan Canary Islands juga bisa menjadi pilihan. Portal resmi pariwisata Spanyol menyediakan informasi mengenai berbagai destinasi, aktivitas, budaya, pantai, alam, makanan, hingga rute perjalanan.

Menariknya, Spanyol menempati posisi kedua dalam TTDI 2024, sehingga menjadi salah satu negara dengan ekosistem perjalanan dan pariwisata paling kuat berdasarkan indeks tersebut.

5. Swiss

Swiss menjadi pilihan menarik bagi kamu yang menginginkan liburan dengan pemandangan alam yang dramatis. Pegunungan Alpen, danau, desa-desa pegunungan, serta jaringan transportasi membuat negara ini cocok untuk perjalanan dengan ritme lebih santai.

Kamu dapat mengunjungi Zurich atau Geneva, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Interlaken, Lucerne, atau kawasan pegunungan lainnya.

Swiss memang identik dengan biaya perjalanan yang relatif tinggi. Karena itu, perencanaan anggaran menjadi bagian penting sebelum berangkat. Tiket pesawat, penginapan, transportasi antarkota, makanan, tiket atraksi, dan dana cadangan sebaiknya sudah dihitung sejak awal.

Dalam TTDI 2024, Swiss berada di posisi ke-10 secara keseluruhan.

6. Australia

Australia menawarkan pengalaman wisata yang sangat beragam. Kamu bisa menjadikan Sydney sebagai tujuan untuk menikmati suasana kota, Opera House, dan kawasan pelabuhan. Melbourne cocok untuk pencinta seni, budaya, dan kuliner.

Di luar kota besar, Australia memiliki destinasi alam seperti Great Barrier Reef dan berbagai kawasan pesisir serta taman nasional. Jarak antardestinasi yang jauh membuat perencanaan rute menjadi penting agar waktu dan biaya perjalanan tidak membengkak.

Australia juga berada di posisi kelima dalam TTDI 2024. Infrastruktur dan daya tarik wisata yang beragam membuatnya tetap menjadi salah satu pilihan utama untuk perjalanan internasional.

7. Thailand

Thailand dapat menjadi pilihan yang lebih dekat dan relatif fleksibel bagi wisatawan Indonesia. Bangkok menawarkan wisata kuliner, pusat perbelanjaan, kuil, dan kehidupan kota yang ramai.

Jika ingin menikmati pantai, kamu bisa mempertimbangkan Phuket, Krabi, atau kawasan kepulauan lainnya. Sementara itu, Chiang Mai menawarkan suasana yang lebih tenang dengan budaya dan lanskap pegunungan.

Keunggulan Thailand adalah banyaknya pilihan gaya perjalanan. Kamu bisa membuat perjalanan hemat dengan memilih akomodasi dan transportasi yang sesuai, atau membuat itinerary premium dengan hotel dan pengalaman wisata yang lebih eksklusif.

8. Indonesia

Tidak harus selalu keluar negeri untuk menemukan destinasi kelas dunia. Indonesia sendiri memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat besar.

Bali masih menjadi salah satu tujuan paling populer, tetapi pilihan lain juga semakin menarik. Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, misalnya, menawarkan akses ke Taman Nasional Komodo yang menjadi habitat komodo sekaligus memiliki ekosistem bawah laut yang menarik untuk aktivitas wisata bahari.

Indonesia juga berada di posisi ke-22 dalam TTDI 2024 dari 119 ekonomi yang dinilai.

Bagi wisatawan Indonesia, perjalanan domestik juga bisa menjadi strategi untuk menikmati pengalaman baru tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan internasional.

9. Selandia Baru

Selandia Baru cocok bagi kamu yang menyukai alam, perjalanan darat, dan aktivitas luar ruangan. Negara ini menawarkan lanskap pegunungan, danau, pantai, serta kawasan alam yang luas.

Pulau Utara dan Pulau Selatan sama-sama memiliki karakter berbeda. Auckland dan Rotorua bisa menjadi pilihan untuk perjalanan di Pulau Utara, sementara Queenstown sangat populer bagi wisatawan yang mencari pemandangan alam dan aktivitas petualangan.

Selandia Baru berada di posisi ke-25 dalam TTDI 2024. Meskipun tidak masuk 10 besar indeks tersebut, karakter alamnya membuat negara ini tetap menarik sebagai destinasi bucket list.

10. Yunani

Yunani menjadi pilihan menarik bagi pecinta sejarah dan wisata pesisir. Athena dapat menjadi titik awal untuk mengenal sejarah Yunani kuno, sedangkan pulau-pulau seperti Santorini dan Mykonos menawarkan pemandangan laut serta suasana khas Mediterania.

Perjalanan ke Yunani juga bisa dibuat dengan berbagai gaya. Kamu dapat memilih wisata sejarah dan museum, island hopping, menikmati kuliner, atau sekadar bersantai di kawasan pesisir.

Dalam TTDI 2024, Yunani berada di posisi ke-21 dari 119 ekonomi.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Traveling ke Luar Negeri?

Setelah mengetahui apa saja 10 negara wisata terbaik di dunia yang bisa masuk bucket list, langkah berikutnya adalah menghitung kemampuan finansial.

Jangan sampai keinginan berlibur justru membuat keuangan setelah pulang menjadi berantakan. Sebaiknya buat anggaran sejak jauh-jauh hari dengan memasukkan beberapa komponen berikut:

  1. Tiket pesawat pulang-pergi.
  2. Biaya penginapan.
  3. Transportasi selama berada di negara tujuan.
  4. Makanan dan minuman.
  5. Tiket masuk tempat wisata.
  6. Visa atau biaya administrasi perjalanan jika diperlukan.
  7. Asuransi perjalanan.
  8. Belanja dan oleh-oleh.
  9. Dana darurat.
  10. Biaya tambahan akibat perubahan jadwal atau kondisi tidak terduga.

Kamu juga sebaiknya membedakan antara dana liburan yang sudah tersedia dengan kebutuhan finansial lainnya. Jangan menggunakan seluruh tabungan hanya demi mengejar itinerary yang terlalu padat.

Buat Anggaran Traveling Sesuai Kemampuan

Perjalanan ke Jepang, Italia, Prancis, Swiss, atau Australia tentu membutuhkan anggaran yang berbeda. Bahkan negara yang sama dapat membutuhkan biaya berbeda tergantung musim, durasi perjalanan, pilihan hotel, dan gaya traveling.

Misalnya, perjalanan ke Jepang selama tujuh hari akan memiliki kebutuhan dana berbeda dengan perjalanan backpacker ke Thailand. Begitu pula perjalanan ke Swiss dapat membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan destinasi Asia Tenggara karena biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan harian dapat lebih tinggi.

Karena itu, jangan hanya menghitung biaya tiket pesawat. Hitung total kebutuhan dari berangkat sampai kembali ke rumah.

Jika biaya perjalanan cukup besar dan membutuhkan dana tambahan, kamu perlu mempertimbangkan sumber pembiayaan secara matang. Pastikan cicilan yang nantinya muncul tidak mengganggu kebutuhan rutin maupun kewajiban finansial lainnya.

Butuh Dana Tambahan untuk Traveling? SEVA DanaPlus Solusinya

Bagi kamu yang sedang mempersiapkan perjalanan dan membutuhkan tambahan dana, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah SEVA DanaPlus.

SEVA DanaPlus merupakan fasilitas pinjaman dengan jaminan BPKB mobil yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan pribadi seperti traveling. Fasilitas ini menawarkan dana hingga Rp500 juta, bunga mulai dari 0,75% per bulan, dan pilihan tenor hingga 48 bulan.

Pengajuan awal juga dapat dilakukan secara online melalui beberapa langkah berikut:

  • Isi formulir pengajuan secara singkat dan lengkap di website SEVA.id.
  • Tunggu konfirmasi dari tim SEVA.
  • Lengkapi proses verifikasi sesuai persyaratan yang berlaku.
  • Pencairan dana.

Dokumen utama yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • KTP pemohon dan pasangan jika sudah menikah.
  • Kartu Keluarga.
  • NPWP.
  • BPKB mobil.
  • STNK mobil.
  • Cover buku tabungan.

Untuk kebutuhan traveling, pastikan dana yang diajukan memang sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar. Jangan mengambil plafon lebih besar hanya karena tersedia. Hitung terlebih dahulu biaya perjalanan, cicilan berjalan, kebutuhan rumah tangga, serta dana darurat.

Sebagai ilustrasi:

  • Jumlah pinjaman: Rp50 juta
  • Tenor: 12 bulan
  • Bunga: mulai dari 0,75% per bulan
  • Simulasi angsuran: Rp4.542.000 per bulan

Angka tersebut merupakan simulasi dan bukan persetujuan pinjaman. Nilai pembiayaan, bunga, dan cicilan aktual dapat berbeda sesuai hasil analisis dan ketentuan yang berlaku.

Tips Mengatur Keuangan Sebelum Liburan

Agar traveling tetap menyenangkan tanpa membuat kondisi finansial berantakan, coba terapkan beberapa kebiasaan berikut:

  1. Tentukan batas anggaran. Jangan membuat itinerary terlebih dahulu sebelum mengetahui berapa dana yang tersedia.
  2. Sisihkan dana darurat. Jangan menghabiskan seluruh tabungan untuk perjalanan.
  3. Bandingkan biaya perjalanan. Harga tiket dan hotel dapat berbeda berdasarkan tanggal keberangkatan.
  4. Prioritaskan destinasi. Tidak perlu memaksakan terlalu banyak kota jika membuat biaya transportasi melonjak.
  5. Siapkan dana cadangan. Sisihkan sejumlah uang untuk kondisi tidak terduga.
  6. Hitung cicilan dengan realistis. Jika menggunakan fasilitas pembiayaan, pastikan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan pembayaran.
  7. Pisahkan uang traveling. Rekening atau pos anggaran khusus dapat membantu mengontrol pengeluaran selama perjalanan.

Baca juga : 9 Tips Liburan Hemat Tanpa Menguras Tabungan

Kesimpulan

Menjawab pertanyaan apa saja 10 negara wisata terbaik di dunia, ada banyak pilihan menarik untuk dimasukkan ke bucket list 2026, mulai dari Jepang, Italia, Prancis, Spanyol, Swiss, Australia, Thailand, Indonesia, Selandia Baru, hingga Yunani. Masing-masing menawarkan karakter perjalanan yang berbeda, sehingga pilihan terbaik tetap bergantung pada minat, waktu, dan anggaran.

Yang tidak kalah penting, persiapkan kondisi finansial sebelum berangkat. Traveling seharusnya memberikan pengalaman baru tanpa meninggalkan beban keuangan yang sulit dikendalikan setelah pulang.

Jika kamu membutuhkan tambahan dana untuk traveling atau kebutuhan lainnya dan memiliki BPKB mobil yang dapat dijadikan jaminan, SEVA DanaPlus bisa menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan. Cek fasilitas, persyaratan, dan mulai pengajuan melalui SEVA.id.

FAQ

1. Kapan waktu terbaik memesan tiket untuk liburan internasional?
Sebaiknya mulai membandingkan harga beberapa bulan sebelum keberangkatan dan memantau perubahan tarif secara berkala.

2. Apakah traveling ke luar negeri harus menggunakan jasa agen perjalanan?
Tidak selalu. Perjalanan mandiri bisa dilakukan selama kamu mampu mengatur transportasi, akomodasi, dokumen, dan itinerary.

3. Bagaimana cara menentukan negara yang sesuai dengan budget?
Bandingkan estimasi biaya harian, transportasi, akomodasi, tiket pesawat, dan nilai tukar sebelum menentukan tujuan.

4. Apakah itinerary harus dibuat sangat padat?
Tidak. Jadwal yang terlalu padat justru dapat meningkatkan biaya transportasi dan membuat perjalanan kurang nyaman.

5. Apa yang harus dilakukan jika biaya liburan berubah saat perjalanan?
Prioritaskan kebutuhan utama, gunakan dana cadangan, dan hindari pengeluaran tambahan yang tidak diperlukan.