Berita Utama Otomotif

Kategori Miskin Masuk Desil Berapa di 2026? Kenali Perbedaan Desil 1, 2, 3, dan 4

Istilah desil semakin sering muncul ketika masyarakat mengecek status bantuan sosial atau informasi kesejahteraan keluarga. Tidak sedikit yang kemudian bertanya, kategori miskin masuk desil berapa dan apakah desil tertentu otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos. Pertanyaan ini wajar karena desil kini menjadi salah satu informasi penting dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada 2026, DTSEN digunakan sebagai salah satu rujukan pemerintah untuk perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. Dalam sistem ini, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada posisi relatif paling tinggi.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Desil bukan label resmi yang secara sederhana berarti “miskin”, “kaya”, atau “tidak miskin”. BPS menjelaskan bahwa desil menunjukkan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, pembahasan mengenai kategori miskin masuk desil berapa perlu dilihat secara lebih hati-hati agar tidak salah memahami fungsi desil.

Baca juga : Cara Gadai BPKB Mobil Cepat Cair di SEVA (2026): Cek Syarat, dan Simulasinya

Apa Itu Desil dalam DTSEN 2026?

Desil adalah pembagian keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan pemeringkatan tingkat kesejahteraan. Setiap kelompok secara umum mencakup sekitar 10 persen keluarga dalam pemeringkatan tersebut.

Urutannya dimulai dari desil 1 sampai desil 10. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraan keluarga. Sebaliknya, angka desil yang semakin besar menunjukkan posisi relatif kesejahteraan yang semakin tinggi.

Dengan demikian, gambaran sederhananya adalah:

  1. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
  2. Desil 2 berada di atas desil 1 dalam pemeringkatan kesejahteraan.
  3. Desil 3 berada di atas desil 2.
  4. Desil 4 berada di atas desil 3.
  5. Desil 5 sampai desil 10 berada pada kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif yang semakin tinggi.

Pembagian tersebut tidak berarti semua keluarga dalam satu desil mempunyai kondisi ekonomi yang sama. Dua keluarga yang berada di desil yang sama masih bisa mempunyai penghasilan, pengeluaran, jumlah anggota keluarga, kondisi rumah, aset, pendidikan, pekerjaan, atau akses layanan dasar yang berbeda.

Kategori Miskin Masuk Desil Berapa?

Jika menggunakan pemahaman umum mengenai kelompok kesejahteraan, keluarga dengan posisi ekonomi paling rendah biasanya berada di desil bawah, terutama desil 1, 2, dan 3. Kelompok tersebut juga menjadi bagian penting dalam berbagai program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.

Namun, tidak tepat jika mengatakan bahwa “orang miskin pasti desil 1” atau “desil 4 pasti miskin”. BPS pada 2026 menegaskan bahwa desil bukan ukuran absolut kemiskinan. Desil merupakan peringkat relatif berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi yang dihitung secara bersama-sama.

Karena itu, ketika mencari jawaban kategori miskin masuk desil berapa, jawaban yang lebih tepat adalah bahwa kelompok dengan kesejahteraan relatif paling rendah berada di desil-desil awal, tetapi status kemiskinan tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat angka desil.

Dalam konteks program pemerintah, sasaran bantuan atau intervensi juga dapat berbeda sesuai jenis program, kriteria penerima, serta kebijakan yang berlaku.

Perbedaan Desil 1, 2, 3, dan 4

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran mengenai posisi empat desil terbawah.

1. Desil 1

Desil 1 merupakan kelompok yang berada pada posisi relatif paling rendah dalam pemeringkatan kesejahteraan. Artinya, dibandingkan kelompok lainnya dalam DTSEN, keluarga yang masuk desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif terendah.

Desil ini menjadi salah satu kelompok yang sangat penting dalam penargetan program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan. Meski demikian, masuk desil 1 tidak berarti seseorang otomatis menerima seluruh jenis bantuan pemerintah. Setiap program tetap mempunyai ketentuan penerima masing-masing.

2. Desil 2

Desil 2 merupakan kelompok dengan posisi relatif kesejahteraan di atas desil 1, tetapi masih termasuk bagian dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

Keluarga pada desil 2 dapat menjadi sasaran berbagai program sosial sesuai kriteria program yang bersangkutan. Namun, penetapan penerima tidak semata-mata dilakukan berdasarkan angka desil karena pemerintah juga dapat mempertimbangkan persyaratan dan karakteristik khusus dari program tersebut.

3. Desil 3

Desil 3 berada pada kelompok ketiga dalam pemeringkatan kesejahteraan. Posisi ini berarti tingkat kesejahteraan relatifnya berada di atas desil 1 dan 2, tetapi masih termasuk kelompok bawah dalam distribusi kesejahteraan.

Dalam kebijakan sosial, kelompok desil bawah dapat menjadi sasaran berbagai intervensi pemerintah. BPS dan pemerintah terus melakukan pemutakhiran data agar penetapan sasaran program semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

4. Desil 4

Desil 4 berada satu tingkat di atas desil 3. Karena itu, posisi relatif kesejahteraannya lebih tinggi dibandingkan desil 1, 2, dan 3.

Akan tetapi, desil 4 juga tidak dapat langsung disebut sebagai “kelompok tidak miskin”. Kondisi keluarga tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan angka desil. Pemerintah dapat menggunakan DTSEN untuk membantu penargetan program, tetapi jenis bantuan tertentu mempunyai kriteria tersendiri.

Apa Saja yang Menentukan Desil Keluarga?

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap desil hanya ditentukan berdasarkan gaji atau penghasilan bulanan. Padahal, BPS menjelaskan bahwa pemeringkatan kesejahteraan dalam DTSEN mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama.

Beberapa informasi yang diperhitungkan antara lain:

  • Kondisi dan kualitas tempat tinggal.
  • Sumber air minum.
  • Bahan bakar dan energi untuk memasak.
  • Kepemilikan aset.
  • Daya dan konsumsi listrik.
  • Komposisi anggota keluarga.
  • Pendidikan.
  • Pekerjaan.
  • Kondisi kesehatan.
  • Disabilitas.
  • Kepemilikan atau kondisi usaha.

BPS juga menjelaskan bahwa proses pemeringkatan menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.

Itulah sebabnya seseorang tidak bisa memastikan desil hanya dengan melihat satu faktor, misalnya nominal gaji, pekerjaan, rumah, kendaraan, atau daya listrik.

Apakah Desil 1–4 Pasti Mendapat Bansos?

Belum tentu. Ini merupakan salah satu hal terpenting yang perlu diketahui ketika membahas kategori miskin masuk desil berapa.

Desil digunakan sebagai bagian dari basis informasi untuk membantu pemerintah menentukan sasaran berbagai program. Namun, menjadi bagian dari desil tertentu tidak otomatis berarti seseorang memperoleh semua bantuan sosial.

Jenis bantuan mempunyai ketentuan dan sasaran masing-masing. Selain itu, data DTSEN juga terus diperbarui agar informasi mengenai kondisi masyarakat semakin sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pada April 2026, BPS menyebut pemutakhiran DTSEN telah mencakup sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu pada Volume 2 Tahun 2026.

Jadi, apabila seseorang berada di desil 1, 2, 3, atau 4, status tersebut sebaiknya dipahami sebagai posisi relatif kesejahteraan, bukan jaminan otomatis untuk memperoleh bantuan.

Kenapa Desil Bisa Berubah?

Desil dapat berubah karena DTSEN merupakan data yang dinamis dan terus dimutakhirkan. Perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dapat menjadi bagian dari proses pembaruan data.

BPS menjelaskan bahwa pemutakhiran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber, termasuk data administrasi, sensus dan survei, pembaruan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan, serta informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal yang tersedia.

Namun, perubahan satu kondisi saja tidak otomatis membuat desil langsung berubah. Posisi keluarga dihitung berdasarkan berbagai karakteristik secara bersama-sama.

Hal ini penting karena kondisi ekonomi keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Misalnya, jumlah anggota keluarga bertambah, kondisi pekerjaan berubah, tempat tinggal mengalami perubahan, atau terjadi perubahan pada kondisi sosial ekonomi lainnya. Data kemudian dapat dimutakhirkan dan dihitung kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagaimana Jika Data Desil Tidak Sesuai Kondisi Sebenarnya?

Jika informasi keluarga yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengikuti mekanisme pemutakhiran data yang tersedia.

BPS menyebut masyarakat dapat menyampaikan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah pada kanal resmi, termasuk Cek Bansos, aplikasi terkait, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN.

Perlu dipahami bahwa pengajuan pembaruan data bukan berarti desil akan berubah secara otomatis. Informasi yang diberikan akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran, kemudian posisi desil ditentukan kembali berdasarkan data dan metode yang berlaku.

Karena itu, pastikan informasi kependudukan dan kondisi keluarga yang disampaikan benar. Hindari memberikan data yang tidak sesuai hanya untuk memperoleh posisi desil tertentu.

Cara Memahami Desil dengan Tepat pada 2026

Supaya tidak salah mengartikan informasi yang muncul saat mengecek data kesejahteraan, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu ingat:

  1. Desil adalah peringkat relatif kesejahteraan, bukan label resmi kaya atau miskin.
  2. Desil 1 merupakan posisi kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 paling tinggi.
  3. Desil 1–4 termasuk kelompok bawah dalam pemeringkatan kesejahteraan, tetapi tidak otomatis berarti semuanya memiliki status kemiskinan yang sama.
  4. Desil tidak ditentukan hanya berdasarkan penghasilan.
  5. Berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga dipertimbangkan secara bersama-sama.
  6. Desil tidak otomatis menentukan seseorang menerima semua jenis bansos.
  7. Data DTSEN terus dimutakhirkan sehingga posisi desil dapat berubah sesuai hasil pemutakhiran dan pemeringkatan terbaru.

Dengan memahami poin tersebut, kamu tidak perlu langsung menyimpulkan kondisi ekonomi keluarga hanya dari angka desil yang muncul.

Baca juga : Cara Mendapatkan Dana Tunai Menggunakan Jaminan BPKB Mobil dengan Mudah di SEVA, Ini Syarat dan Prosesnya

Kesimpulan

Jadi, kategori miskin masuk desil berapa? Secara umum, kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif paling rendah berada pada desil-desil awal, terutama desil 1, 2, dan 3. Desil 4 masih berada dalam kelompok bawah, tetapi tidak tepat jika angka desil digunakan sebagai satu-satunya penentu apakah sebuah keluarga tergolong miskin atau tidak.

BPS menegaskan bahwa desil dalam DTSEN merupakan pemeringkatan relatif berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi kesejahteraan keluarga dibandingkan keluarga lainnya, bukan sebagai batas kemiskinan berdasarkan nominal pendapatan tertentu.

Untuk informasi seputar keuangan, kendaraan, dan kebutuhan mobilitas, kamu juga bisa menemukan berbagai informasi dan layanan melalui SEVA dari Astra.

FAQ

1. Apakah desil 1 merupakan kelompok paling miskin?

Desil 1 adalah kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif paling rendah dalam pemeringkatan DTSEN, tetapi desil bukan label resmi kemiskinan absolut.

2. Apakah desil 5 termasuk keluarga kaya?

Tidak. Desil 5 hanya menunjukkan posisi relatif di tengah pemeringkatan, bukan otomatis berarti keluarga tersebut kaya.

3. Apakah desil seseorang berlaku selamanya?

Tidak. Data DTSEN bersifat dinamis dan dapat diperbarui mengikuti perubahan serta hasil pemutakhiran data.

4. Apakah satu rumah tangga bisa memiliki desil berbeda untuk setiap anggota?

Desil dalam DTSEN pada dasarnya digunakan untuk menggambarkan posisi relatif kesejahteraan keluarga, sehingga tidak seharusnya dipahami sebagai peringkat ekonomi masing-masing individu secara terpisah.

5. Apakah desil bisa menjadi dasar untuk semua jenis bantuan pemerintah?

Tidak selalu. Setiap program pemerintah dapat memiliki kriteria dan mekanisme penetapan penerima yang berbeda.