Travel & Lifestyle

Apa Saja 10 Destinasi Pariwisata di Indonesia yang Terkenal hingga Mancanegara? Ini Daftarnya di 2026

Indonesia tidak pernah kehabisan alasan untuk membuat wisatawan ingin kembali bepergian. Dari danau vulkanik yang luas, candi bersejarah, pantai tropis, sampai kekayaan bawah laut di Indonesia Timur, setiap daerah menawarkan pengalaman yang berbeda. Tidak sedikit pula destinasi Indonesia yang sudah dikenal wisatawan mancanegara dan terus dikembangkan sebagai kawasan pariwisata unggulan.

Lantas, apa saja 10 destinasi pariwisata di Indonesia yang menjadi kawasan prioritas dan punya daya tarik hingga mancanegara? Pada 2026, pemerintah masih mendorong pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), yaitu Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Lombok-Gili Tramena, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi, Raja Ampat, Bangka Belitung, dan Morotai. Daftar tersebut tercantum dalam arah pengembangan pariwisata nasional 2025–2029.

Bagi kamu yang sedang menyusun rencana liburan 2026, daftar ini bisa menjadi referensi untuk menentukan destinasi sekaligus memperkirakan kebutuhan biaya perjalanan. Sebab, liburan yang menyenangkan bukan hanya soal memilih tempat, tetapi juga menyiapkan anggaran transportasi, akomodasi, konsumsi, tiket wisata, hingga dana cadangan.

Baca juga : SEVA DanaPlus: Nama Baru Fasilitas Dana SEVA, Solusi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil dari Astra

Apa Saja 10 Destinasi Pariwisata di Indonesia? Ini Daftarnya

Berikut 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia yang memiliki daya tarik kuat, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

1. Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba menjadi salah satu destinasi paling ikonik di Sumatera Utara. Bentang alamnya menawarkan perpaduan antara danau vulkanik yang luas, perbukitan, serta budaya Batak yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata di kawasan ini.

Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba juga menjadi salah satu titik menarik untuk dijelajahi. Wisatawan dapat menikmati panorama alam sekaligus mengenal rumah adat, kesenian, kuliner, dan tradisi masyarakat setempat.

Pengembangan Danau Toba juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat destinasi pariwisata prioritas berbasis bahari dan danau.

Untuk perjalanan ke Danau Toba, kamu bisa memasukkan biaya transportasi menuju Sumatera Utara, penginapan, perjalanan antarlokasi, makanan, serta tiket objek wisata ke dalam anggaran sejak awal.

2. Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

Kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan menawarkan kombinasi wisata sejarah, budaya, kuliner, hingga kehidupan perkotaan yang menarik.

Candi Borobudur di Kabupaten Magelang merupakan salah satu ikon wisata Indonesia yang sudah dikenal luas di dunia. Situs ini merupakan Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya Indonesia. Borobudur juga dikenal sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Sementara itu, Yogyakarta menawarkan pengalaman yang lebih beragam melalui kawasan Malioboro, keraton, sentra kerajinan, kuliner tradisional, serta berbagai destinasi alam. Kawasan Prambanan juga memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya di wilayah ini.

Menariknya, kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan termasuk dalam destinasi yang menjadi fokus percepatan pembangunan pariwisata nasional pada periode 2025–2029.

3. Lombok-Gili Tramena, Nusa Tenggara Barat

Kalau kamu mencari perpaduan pantai, pulau kecil, dan aktivitas bahari, Lombok-Gili Tramena layak masuk daftar perjalanan.

Lombok memiliki karakter wisata yang berbeda dari Bali, mulai dari pantai-pantai di kawasan selatan, lanskap perbukitan, sampai budaya masyarakat Sasak. Sementara itu, kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menawarkan pengalaman wisata pulau dengan aktivitas seperti snorkeling, menyelam, dan menikmati suasana pesisir.

Kawasan Lombok-Gili Tramena juga masuk dalam daftar DPP yang menjadi bagian dari arah pembangunan pariwisata nasional.

Sebelum berangkat, jangan lupa memperhitungkan biaya penyeberangan apabila itinerary kamu mencakup kawasan kepulauan Gili.

4. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi Indonesia yang popularitasnya semakin kuat di tingkat internasional. Lokasinya di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadikannya pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo.

Daya tarik Labuan Bajo tidak hanya terletak pada komodo. Wisatawan juga dapat menikmati gugusan pulau, panorama perbukitan, pantai, hingga kekayaan bawah laut.

Labuan Bajo termasuk salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas yang dikembangkan pemerintah. Kawasan ini juga menjadi salah satu DPP dalam strategi pariwisata nasional 2025–2029.

Untuk perjalanan ke Labuan Bajo, persiapkan anggaran lebih matang karena biaya dapat mencakup penerbangan, penginapan, transportasi lokal, serta paket perjalanan laut jika ingin menjelajahi pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo.

5. Manado-Likupang, Sulawesi Utara

Manado-Likupang menjadi pilihan menarik bagi pencinta wisata bahari dan alam. Kawasan ini menawarkan perpaduan wisata pantai, kehidupan bawah laut, pulau-pulau tropis, serta kuliner khas Sulawesi Utara.

Manado juga dikenal sebagai salah satu pintu masuk penting untuk mengeksplorasi berbagai destinasi di Sulawesi Utara. Sementara itu, Likupang dikembangkan sebagai kawasan pariwisata prioritas dengan potensi wisata bahari dan pesisir.

Manado-Likupang termasuk dalam daftar kawasan yang dikembangkan sebagai DPP pada periode 2025–2029.

6. Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur

Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi alam Indonesia yang sangat populer. Pemandangan matahari terbit, hamparan lautan pasir, kawah, dan lanskap pegunungan menjadi daya tarik utama kawasan Bromo-Tengger-Semeru.

Kawasan ini juga memiliki kekayaan budaya masyarakat Tengger yang membuat pengalaman perjalanan tidak hanya berfokus pada panorama alam.

Bagi wisatawan dari luar Jawa Timur, perjalanan ke Bromo biasanya membutuhkan kombinasi transportasi antarkota dan kendaraan lokal. Karena itu, biaya perjalanan sebaiknya tidak hanya menghitung tiket masuk, tetapi juga transportasi, penginapan, makanan, serta kebutuhan perjalanan selama berada di kawasan pegunungan.

Bromo-Tengger-Semeru merupakan salah satu dari 10 DPP yang menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata nasional.

7. Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wakatobi merupakan destinasi yang sangat menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kekayaan laut Indonesia. Kawasan ini dikenal dengan ekosistem bawah lautnya dan menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang memiliki daya tarik kuat.

Aktivitas seperti snorkeling dan diving menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan terumbu karang dan kehidupan laut.

Wakatobi juga masuk dalam daftar 10 DPP Indonesia yang diprioritaskan dalam pembangunan pariwisata nasional. Pemerintah menempatkannya bersama sejumlah destinasi bahari lainnya sebagai kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

8. Raja Ampat, Papua Barat Daya

Berbicara tentang destinasi Indonesia yang dikenal hingga mancanegara, Raja Ampat hampir selalu masuk dalam daftar. Kepulauan ini terkenal dengan lanskap pulau karst, perairan jernih, terumbu karang, serta keanekaragaman hayati laut.

Raja Ampat berada di Provinsi Papua Barat Daya dan terdiri dari pulau-pulau besar seperti Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool, serta banyak pulau kecil.

Bagi penyuka aktivitas bawah laut, kawasan ini menawarkan sejumlah lokasi diving dan snorkeling. Selat Dampier dan Misool menjadi beberapa kawasan yang dikenal untuk menikmati kekayaan bawah laut Raja Ampat.

Pada 2026, Raja Ampat tetap menjadi bagian dari destinasi yang diprioritaskan dalam strategi pengembangan pariwisata nasional. Bahkan, agenda Festival Pesona Raja Ampat dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Oktober 2026.

Karena jaraknya relatif jauh bagi sebagian besar wisatawan Indonesia, perjalanan ke Raja Ampat perlu disiapkan dengan anggaran yang lebih detail, termasuk tiket menuju Sorong, transportasi laut, penginapan, dan aktivitas wisata.

9. Bangka Belitung

Bangka Belitung menawarkan karakter wisata pesisir yang khas melalui pantai berpasir putih, air laut jernih, serta formasi batu granit yang menjadi ciri khas lanskapnya.

Kawasan ini juga termasuk dalam daftar DPP Indonesia. Pengembangannya menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing destinasi sekaligus meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap ekonomi daerah.

Buat kamu yang ingin liburan dengan suasana pantai tetapi tidak ingin selalu memilih destinasi yang sama, Bangka Belitung bisa menjadi alternatif menarik.

10. Morotai, Maluku Utara

Morotai menjadi destinasi yang menarik karena menawarkan perpaduan antara wisata bahari dan sejarah. Pulau ini memiliki pantai tropis dengan air jernih sekaligus jejak sejarah Perang Dunia II yang menjadi bagian penting dari identitas kawasan.

Morotai juga masuk dalam daftar 10 DPP Indonesia. Pemerintah memasukkannya sebagai salah satu destinasi yang memiliki potensi wisata bahari dan terus dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata di kawasan Indonesia Timur.

Mengapa 10 Destinasi Ini Penting untuk Pariwisata Indonesia?

Daftar apa saja 10 destinasi pariwisata di Indonesia di atas bukan sekadar kumpulan tempat wisata populer. Sepuluh kawasan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata nasional 2025–2029.

Kementerian Pariwisata menargetkan percepatan penyelesaian dan pengembangan 10 DPP sebagai bagian dari transformasi sektor pariwisata agar semakin inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Pengembangan kawasan ini juga berkaitan dengan peningkatan kunjungan wisatawan, tenaga kerja pariwisata, investasi, serta nilai tambah ekonomi daerah.

Artinya, ketika kamu berwisata ke destinasi tersebut, pengeluaran untuk transportasi, penginapan, kuliner, pemandu, aktivitas wisata, dan oleh-oleh turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.

Tips Menyiapkan Dana Liburan ke Destinasi Wisata Indonesia

Setelah menentukan tujuan, tahap berikutnya adalah menghitung kebutuhan biaya. Tidak perlu menunggu mendekati hari keberangkatan untuk mulai menyiapkan dana.

Beberapa komponen yang bisa kamu masukkan ke dalam anggaran antara lain:

  1. Transportasi pergi dan pulang.
  2. Penginapan selama perjalanan.
  3. Transportasi lokal dan biaya penyeberangan.
  4. Tiket masuk objek wisata.
  5. Makanan dan minuman.
  6. Biaya aktivitas seperti snorkeling, diving, atau tur.
  7. Belanja oleh-oleh.
  8. Dana darurat atau biaya tak terduga.

Kalau dana perjalanan sudah tersedia, tentu perencanaan akan terasa lebih ringan. Namun, ada kalanya kebutuhan traveling muncul ketika dana tunai yang tersedia belum mencukupi, misalnya untuk perjalanan keluarga, agenda penting, atau kesempatan liburan yang waktunya tidak bisa ditunda.

Dalam kondisi seperti itu, kamu bisa mempertimbangkan fasilitas pembiayaan dengan tetap memperhitungkan kemampuan membayar cicilan.

Butuh Dana Tambahan untuk Traveling? Kenali SEVA DanaPlus

Traveling memang menyenangkan, tetapi jangan sampai persiapannya membuat keuangan berantakan. Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan, termasuk biaya perjalanan, salah satu fasilitas yang bisa dipertimbangkan adalah SEVA DanaPlus.

SEVA DanaPlus merupakan fasilitas pinjaman dana dengan jaminan BPKB mobil yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk traveling, modal usaha, pendidikan, pernikahan, renovasi rumah, dan kebutuhan lainnya.

Pengajuan dapat dilakukan secara online dengan mengisi formulir yang tersedia. Proses awalnya juga dirancang praktis sehingga kamu bisa memulai pengajuan dengan mengisi data dalam waktu sekitar 30 detik.

DanaPlus menawarkan bunga mulai dari 0,75% per bulan dengan pilihan tenor 1–4 tahun. Besaran pinjaman, bunga, dan cicilan yang disetujui tetap bergantung pada hasil proses pengajuan dan ketentuan pembiayaan yang berlaku.

Sebagai gambaran, simulasi pinjaman Rp50 juta dengan tenor 12 bulan dan bunga mulai 0,75% per bulan memiliki contoh angsuran Rp4.542.000 per bulan. Angka tersebut hanya simulasi dan bukan merupakan persetujuan pinjaman.

Bagaimana Cara Mengajukan SEVA DanaPlus?

Jika kamu ingin mengetahui apakah kebutuhan dana tambahan untuk traveling atau kebutuhan lainnya dapat dipenuhi melalui fasilitas ini, proses pengajuannya dapat dimulai dengan beberapa langkah berikut:

  1. Isi formulir pengajuan secara online melalui SEVA.id dan lengkapi data diri.
  2. Tunggu konfirmasi dari tim SEVA dalam waktu hingga 1×24 jam.
  3. Ikuti proses survei setelah seluruh persyaratan yang diperlukan dilengkapi.
  4. Jika pengajuan disetujui dan seluruh proses selesai, dana dapat dicairkan ke rekening sesuai ketentuan yang berlaku.

Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • KTP pemohon dan pasangan jika sudah menikah
  • Kartu Keluarga
  • NPWP
  • BPKB mobil
  • STNK mobil
  • Cover buku tabungan

Dalam ekosistem pembiayaan kendaraan Astra, SEVA juga bekerja sama dengan mitra pembiayaan seperti Astra Credit Companies (ACC), yang merupakan perusahaan pembiayaan yang memiliki izin dan berada dalam pengawasan OJK.

Baca juga : 9 Tips Liburan Hemat Tanpa Menguras Tabungan

Kesimpulan

Memilih destinasi adalah bagian paling seru dari merencanakan perjalanan. Namun, anggaran tetap perlu menjadi pertimbangan agar liburan tidak mengganggu kebutuhan finansial setelah pulang.

Sepuluh destinasi dalam daftar apa saja 10 destinasi pariwisata di Indonesia menunjukkan betapa beragamnya pilihan perjalanan di Tanah Air. Kamu bisa menikmati panorama Danau Toba, menyusuri kawasan budaya Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, menikmati pantai Lombok, bertemu komodo di Labuan Bajo, menyelami laut Wakatobi dan Raja Ampat, atau mengeksplorasi destinasi Indonesia Timur seperti Morotai.

Jika kebutuhan dana perjalanan belum sepenuhnya tersedia, pertimbangkan pilihan pembiayaan secara bijak dan pastikan cicilannya sesuai kemampuan finansial. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai SEVA DanaPlus dengan jaminan BPKB mobil, kamu bisa mengunjungi SEVA.id dan melihat informasi pengajuan yang tersedia.

Dengan perencanaan destinasi dan keuangan yang matang, liburan 2026 bukan hanya bisa menjadi perjalanan yang menyenangkan, tetapi juga tetap terukur dari sisi finansial.

FAQ

1. Kapan waktu terbaik mengunjungi destinasi pariwisata Indonesia?

Tergantung destinasi dan musim. Sebaiknya cek kondisi cuaca sebelum menentukan tanggal keberangkatan.

2. Apakah 10 destinasi tersebut cocok untuk solo traveling?

Sebagian cocok, tetapi kebutuhan transportasi dan kondisi geografis perlu dipertimbangkan terlebih dahulu.

3. Apakah semua destinasi bisa dikunjungi dalam satu perjalanan?

Tidak disarankan karena lokasinya tersebar dari Sumatera hingga Maluku dan Papua.

4. Berapa lama idealnya waktu liburan di satu destinasi?

Umumnya 3–5 hari cukup untuk perjalanan singkat, tetapi kebutuhan waktunya bergantung pada itinerary.

5. Apakah biaya traveling bisa dicicil?

Kamu dapat mempertimbangkan fasilitas pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar, termasuk fasilitas yang menggunakan jaminan BPKB mobil.