Keuangan

Apa Rumus Rasio Modal? Begini Cara Menghitung, Contoh, dan Fungsinya untuk Bisnis

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di tahun 2025, memahami kondisi keuangan usaha bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Banyak pemilik usaha fokus pada omzet dan keuntungan, tetapi lupa pada satu hal penting: struktur modal. Di sinilah pertanyaan apa rumus rasio modal mulai relevan. Rasio ini membantu pemilik bisnis mengetahui seberapa kuat modal mereka dibandingkan dengan utang yang dimiliki. Dengan memahami apa rumus rasio modal, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, baik saat mengembangkan usaha, mencari investor, maupun mengajukan pinjaman.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa rumus rasio modal, cara menghitungnya, contoh perhitungan sederhana, hingga fungsinya dalam pengambilan keputusan bisnis. Tak hanya itu, akan ada pembahasan yang terhubung dengan solusi pembiayaan dari SEVA.id yang dapat membantu menjaga kesehatan rasio modal usaha kamu.

Apa Itu Rasio Modal?

Rasio modal atau sering disebut sebagai rasio permodalan adalah ukuran keuangan yang digunakan untuk menilai seberapa besar modal sendiri yang digunakan dalam membiayai aset perusahaan dibandingkan dengan dana pinjaman atau utang.

Rasio ini penting karena memberikan gambaran tentang kemampuan bisnis dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Semakin besar porsi modal sendiri, biasanya semakin rendah risiko keuangan yang ditanggung bisnis.

Di tahun 2025, rasio modal menjadi indikator yang semakin sering dilihat oleh:

  • Investor yang ingin menanamkan dana
  • Bank atau lembaga pembiayaan
  • Mitra usaha
  • Pemilik bisnis sendiri

Karena itu, memahami apa rumus rasio modal adalah langkah dasar dalam mengelola keuangan bisnis dengan lebih profesional.

Baca juga : Ini Perbedaan Arus Kas dan Arus Dana yang Wajib Dipahami Pebisnis di Era Keuangan Digital 2025

Apa Rumus Rasio Modal yang Paling Umum Digunakan?

Secara umum, saat membahas apa rumus rasio modal, ada dua jenis rumus yang paling sering digunakan dalam analisis keuangan:

1. Rasio Modal terhadap Total Aset

Rumus:

Rasio Modal = (Modal Sendiri / Total Aset) x 100%

Rasio ini menunjukkan seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai oleh modal sendiri.

2. Rasio Modal terhadap Utang (Debt to Equity Ratio / DER)

Rumus:

Rasio Modal = Total Utang / Modal Sendiri

Rasio ini menunjukkan perbandingan antara jumlah utang dengan modal yang ditanamkan oleh pemilik usaha.

Kedua rumus ini dapat digunakan bersamaan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kesehatan struktur modal bisnis.

Contoh Cara Menghitung Rasio Modal

Agar lebih mudah memahami apa rumus rasio modal, kita gunakan contoh kasus sederhana.

Misalkan sebuah bisnis memiliki data keuangan sebagai berikut:

  • Total aset: Rp300.000.000
  • Total utang: Rp120.000.000

Maka modal sendiri dapat dihitung seperti ini:

Modal sendiri = Total Aset – Total Utang Modal sendiri = Rp300.000.000 – Rp120.000.000 = Rp180.000.000

Contoh 1: Rasio Modal terhadap Aset

Rasio Modal = (Rp180.000.000 / Rp300.000.000) x 100% = 60%

Artinya, 60% aset perusahaan dibiayai oleh modal sendiri, sedangkan 40% sisanya dibiayai oleh utang.

Contoh 2: Rasio Modal terhadap Utang

Rasio Modal = Rp120.000.000 / Rp180.000.000 = 0,67

Artinya, setiap Rp1 modal sendiri, bisnis memiliki utang sebesar Rp0,67. Ini bisa dianggap cukup sehat, tergantung pada standar industri yang berlaku.

Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya memahami apa rumus rasio modal sebelum memutuskan untuk menambah utang atau mencari modal tambahan.

Fungsi Rasio Modal untuk Bisnis

Memahami apa rumus rasio modal tidak akan berarti apa-apa jika kamu tidak tahu bagaimana menggunakannya. Berikut fungsi utama rasio modal dalam bisnis:

1. Mengukur Kesehatan Keuangan

Rasio modal menunjukkan apakah bisnis kamu lebih bergantung pada modal sendiri atau utang. Semakin sehat rasio ini, semakin baik posisi keuangan bisnis.

2. Membantu Keputusan Pengambilan Pinjaman

Dengan mengetahui struktur permodalan, kamu bisa memperkirakan apakah bisnis masih mampu menanggung utang baru tanpa membebani arus kas.

3. Menjadi Pertimbangan Investor

Investor biasanya melihat rasio modal untuk menilai risiko investasi. Rasio yang seimbang menunjukkan manajemen keuangan yang baik.

4. Menentukan Strategi Ekspansi

Jika rasio modal sudah kuat, bisnis memiliki ruang lebih besar untuk melakukan ekspansi, membuka cabang baru, atau menambah lini produk.

5. Menghindari Over-Leverage

Rasio modal membantu bisnis terhindar dari kondisi terlalu banyak utang (over-leverage) yang berisiko menyebabkan gagal bayar.

Kenapa Rasio Modal Penting di Era Bisnis 2025?

Tahun 2025 menghadirkan banyak peluang, namun juga penuh tantangan. Kenaikan biaya operasional, perubahan teknologi, serta kompetisi digital membuat perencanaan keuangan harus lebih matang.

Dengan memahami apa rumus rasio modal, bisnis bisa lebih adaptif dan terukur saat ingin:

  • Melakukan digitalisasi
  • Menambah modal kerja
  • Membeli aset baru
  • Menghadapi kenaikan biaya bahan baku

Inilah sebabnya pengusaha modern perlu memahami rasio modal, bukan hanya mengandalkan insting bisnis semata.

Gadai BPKB Mobil SEVA

Menjaga Rasio Modal Tetap Sehat dengan Dukungan SEVA

Dalam praktiknya, kadang bisnis membutuhkan dana tambahan untuk menjaga kelangsungan operasional atau menangkap peluang baru. Namun, penambahan modal harus dilakukan dengan cara yang terukur agar rasio modal tidak menjadi tidak sehat.

Di sinilah peran SEVA menjadi relevan bagi pelaku usaha.

SEVA.id menghadirkan solusi finansial yang fleksibel melalui layanan Pinjaman Jaminan BPKB SEVA. Layanan ini memungkinkan kamu mendapatkan dana cepat hingga ratusan juta rupiah dengan jaminan BPKB mobil.

Lewat proses yang mudah, aman, dan nyaman, kamu bisa memperoleh tambahan modal untuk:

  • Mengisi stok barang
  • Membeli peralatan usaha
  • Membayar supplier
  • Renovasi tempat usaha

SEVA bekerja sama dengan mitra pembiayaan seperti Astra Credit Companies (ACC) yang sudah dilindungi dan terdaftar di OJK, sehingga prosesnya dapat menjadi pilihan yang lebih tenang dan terpercaya bagi banyak pemilik usaha.

Keunggulan Pinjaman Jaminan BPKB di SEVA

  • Proses online dan cepat
  • Bunga mulai dari 0,75% per bulan
  • Tenor fleksibel 1–4 tahun
  • Pencairan langsung ke rekening

Bagi bisnis yang sudah memahami apa rumus rasio modal, penggunaan pinjaman ini bisa disesuaikan dan direncanakan agar tetap menjaga keseimbangan antara modal sendiri dan utang.

Jika kamu ingin mulai menghitung kebutuhan modal secara lebih terstruktur, kamu bisa mengunjungi SEVA.id untuk melihat berbagai solusi pembiayaan yang tersedia.

Cara Pengajuan Pinjaman di SEVA

Berikut alur pengajuan pinjaman di SEVA:

  1. Isi formulir pengajuan secara online di SEVA.id
  2. Data akan dikonfirmasi oleh tim SEVA dalam 1×24 jam
  3. Survei dilakukan setelah data lengkap
  4. Dana dicairkan ke rekening kamu

Dokumen yang Dibutuhkan

  • KTP pemohon & pasangan (jika menikah)
  • Kartu Keluarga
  • NPWP
  • BPKB Mobil
  • STNK Mobil
  • Cover buku tabungan

Semua proses ini dirancang agar kamu bisa mendapatkan tambahan modal dengan mudah, sekaligus tetap bisa merencanakan rasio modal usaha secara optimal.

Simulasi Pinjaman Jaminan BPKB di SEVA

Berikut contoh simulasi:

  • Pinjaman: Rp50.000.000
  • Tenor: 12 bulan
  • Bunga per bulan: 0,75%
  • Angsuran per bulan: ± Rp4.542.000

Skema ini hanya simulasi dan bukan persetujuan final. Nominal dapat berbeda sesuai hasil analisis dari mitra pembiayaan.

Dengan simulasi seperti ini, kamu bisa dengan mudah menyesuaikan pinjaman dengan hasil perhitungan apa rumus rasio modal pada bisnismu.

Baca juga : Gaji Karyawan Terlambat? Ini Cara Aman Pakai Gadai BPKB Tanpa Ganggu Arus Kas

Kesimpulan

Memahami apa rumus rasio modal adalah langkah penting untuk menilai kesehatan dan kesiapan keuangan bisnis. Dengan mengetahui cara menghitung, menganalisis hasilnya, dan menghubungkannya dengan kebutuhan pendanaan, kamu bisa membuat keputusan yang lebih strategis di tahun 2025.

Jika bisnis membutuhkan tambahan dana untuk berkembang tanpa mengganggu kestabilan keuangan, SEVA.id melalui Pinjaman Jaminan BPKB SEVA dapat menjadi solusi yang praktis dan relevan.

FAQ

  1. Apakah rasio modal sama dengan rasio likuiditas? Tidak. Rasio modal fokus pada struktur permodalan, sedangkan rasio likuiditas menilai kemampuan membayar kewajiban jangka pendek.
  2. Berapa rasio modal yang dianggap ideal untuk bisnis kecil? Umumnya berada di kisaran 50%–70%, namun tetap tergantung pada jenis industrinya.
  3. Apakah rasio modal selalu lebih baik jika semakin tinggi? Tidak selalu. Rasio terlalu tinggi bisa berarti bisnis kurang memanfaatkan peluang leverage untuk berkembang.
  4. Seberapa sering rasio modal sebaiknya dihitung? Minimal setiap 3 bulan atau setiap kali ada perubahan besar pada struktur keuangan.
  5. Apakah rasio modal memengaruhi persetujuan pinjaman? Ya. Rasio modal menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh lembaga pembiayaan saat mengevaluasi kelayakan pinjaman.