Selain MotoGP dan F1, Ini Balapan Ekstrim yang Jarang Diketahui

By Ferdi Julias - July 16, 2019

Selain MotoGP dan F1, ada balapan ekstrim lainnya di dunia yang mungkin jarang diketahui. Balapan ini selain medan yang ekstrim, kendaraan yang digunakan juga supercepat.

MotoGP dan Formula 1 adalah balapan yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, karena selalu ditayangkan di televisi. Nama-nama seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Sebastian Vettel, dan Daniel Ricciardo, mungkin sering terdengar di tanah air.

 

Tetapi, selain kedua olahraga balap itu, terdapat balapan-balapan lainnya yang lebih ekstrim di dunia. Ada 4 balapan paling berbahaya di dunia yang dirangkum oleh Seva.id. Untuk itu, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

 

Isle of Man TT (Tourist Trophy)

Balapan ekstrim pertama adalah Isle of Man TT, yaitu balapan yang digelar di jalan raya yang sudah digelar sejak 1907 di daerah bagian Britania Raya, Isle of Man, tepatnya berada di antara Inggris dan Irlandia.

 

Balapan ini biasanya setiap tahun pada akhir Mei sampai awal Juni. Ada beberapa kelas yang dipertandingkan, yaitu side car, lightweight (125 – 650 cc standar), supersport (600 cc), superstock (1000 cc standar), superbike (1000 cc), dan TT Zero (motor listrik).

 

Isle of Man TT dinobatkan sebagai salah satu balapan paling berbahaya di dunia, karena riders akan melaju dengan kecepatan hingga 300 kilometer per jam. Lalu, mereka akan melintasi jalan raya yang berbatasan langsung dengan jurang, pegunungan, lembah, bahkan tembok perumahan.

 

Legenda MotoGP, Valentino Rossi, pernah menjajal trek Isle of Man pada tahun 2009. Namun bukan ikut balapan, ia hanya ikut parade mengelilingi sirkuit Snaefell Mountain Course. Rossi menganggap, balapan ini sangat berbahaya dan tidak ada celah untuk melakukan kesalahan.

 

Dari pertama kali digelar, sedikitnya sudah ada 258 pembalap Isle of Man yang tewas.

 

Rally Dakar

Rally Dakar merupakan balapan yang dimulai dari Paris, Perancis, dan berakhir di Dakar, Senegal. Para pembalap harus menempuh trek sepanjang ribuan  kilometer dengan lokasi yang beragam, mulai dari jalan raya yang mulus di Eropa sampai dengan gurun pasir di Afrika.

 

Sayangnya, pada tahun 2008, reli sempat tidak diadakan karena adanya kisruh teroris di wilayah Mauritania yang berpotensi mengancam keselamatan para pembalap. Imbasnya, trek reli terpaksa harus meninggalkan benua Afrika, dan dipindahkan ke wilayah Amerika Selatan pada 2009.

 

Untuk mengikuti Rally Dakar, dibutuhkan ketahanan fisik dari pembalap serta ketangguhan mesin mobil. Bukan itu saja, alat navigasi yang memadai juga sangat berperan dalam balapan ini, karena trek yang dilalui tidak dilengkapi dengan batas, apalagi saat melintasi gurun.

Pada tahun 1982, ada seorang pembalap bernama Mark Thatcher yang tersesat dan menghilang selama 6 hari saat mengikuti perlombaan. Untungnya, Mark dapat ditemukan dengan selamat.

 

Memang, Rally Dakar termasuk salah satu balapan yang paling berbahaya di dunia. Bahkan, sebagian orang menyebutnya sebagai “Balapan terganas di dunia”.

 

Total, sudah ada 28 pereli yang kehilangan nyawa dalam usahanya menyelesaikan balapan. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kecelakaan, terlempar dari mobil, hingga terbunuh oleh senjata api di wilayah konflik.

 

Sebagai informasi, Rally Dakar 2020 akan digelar pada 5 Januari – 7 Januari. Ada 6 kelas yang digelar pada balapan yang dimulai pada tahun 1978 ini, yaitu bike, quad, car, SxS, truck, dan original.

 

Elfstedentocht

Balapan yang satu ini bukan berasal dari dunia otomotif, melainkan ice skating. Elfstedentocht merupakan balapan ice skating dengan rute terjauh di dunia. Kurang lebih panjang trek yang dilalui mencapai 200 kilometer.

 

Elfstedentocht diselenggarakan di provinsi Friesland, Belanda. Peserta akan berselancar di atas aliran kanal, sungai, dan danau yang membeku serta melewati 11 kota. Tentunya, balapan ini membutuhkan ketahanan fisik yang sempurna dari para peserta.

 

Selain menempuh jarak yang sangat jauh menggunakan ice skating, peserta juga harus dapat menaklukkan suhu ekstrim mencapai minus 5 derajat celcius.

 

Elfstedentocht biasanya digelar setahun sekali. Namun, jika kondisi es tidak memungkinkan, Elfstedentocht terpaksa harus ditunda atau ditiadakan. Setidaknya, ketebalan es harus mencapai 15 sentimeter (6 inchi) agar Elfstedentocht bisa dilaksanakan.

 

Bila ketebalan es memenuhi syarat, perlombaan akan diumumkan dan dimulai dalam waktu 48 jam ke depan.

 

Santa Pod Raceway

Kembali ke dunia otomotif, ada balapan ekstrim lainnya yang dikenal dengan Santa Pod Raceway. Ini adalah sebuah balapan trek lurus (drag) di daratan Eropa. Para pembalap harus mencatatkan waktu tercepat untuk menjadi pemenang di lintasan sepanjang seperempat mil, atau sekitar 402,3 meter.

 

Tetapi, Santa Pod bukan cuma balapan drag biasa, melainkan balapan darat yang menggunakan mesin jet. Untuk menyelesaikan balapan, rata-rata pembalap hanya membutuhkan waktu antara 5 sampai 6 detik.

 

Kecepatan jet-jet darat tersebut bisa mencapai 290 mph lebih dalam waktu kurang dari 4 detik. Bahkan, dari 0 – 100 mph, mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 detik. Hal itulah yang menjadikan Santa Pod sebagai salah satu balapan yang berbahaya di muka bumi.

 

Baru-baru ini, pembalap Finlandia, Anita Makela, berhasil menjadi pemegang rekor waktu tercepat di Santa Pod, yaitu 3,842 detik. Menurut catatan Federation Internationale de I’Automobile (FIA), Anita mencetak rekor tersebut pada May 2019.

Sedangkan pembalap dengan kecepatan tertinggi di Santa Pod adalah Tomas Nataas. Pembalap Norwegia ini berhasil menembus kecepatan 316,40 mph pada September 2014.

 

Balapan yang ada sejak 1966 ini mempertandingkan 4 kategori, yaitu pro car classes, sportsman car classes, pro bike classes, dan sportsman bike classes.

 

Masih ada balapan ekstrim lain, seperti  balap mobil Nascar di Amerka Serikat. Berbagai balapan ekstrim di atas tentunya sudah tercatat di lembaga balap internasional, mobil maupun motor.Jadi, ini bukan balapan liar.

 

Nah, dari balapan-balapan di atas, mana yang paling ekstrim menurut Anda?

Berita Terkait

Author