Mengenal Sejarah Produk Minivan Daihatsu

Daihatsu selalu melakukan upgrade terhadap produk-produknya, termasuk produk minivan Daihatsu di Indonesia. Apa saja jenisnya? Yuk kenalan dulu.

Daihatsu merupakan pabrikan otomotif tertua di Jepang yang lahir pada tahun 1907, lalu masuk ke Indonesia di tahun 1973. Saat itu, Astra mendapatkan hak untuk mengimpor kendaraan Daihatsu ke Indonesia.  Lalu, didirikanlah PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di tahun 1992 sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Daihatsu di Indonesia.

 

Sejak kedatangannya, Daihatsu banyak memproduksi mobil-mobil compact berbasis minivan, mulai dari produk Hijet sampai dengan Luxio. Untuk mengetahui lebih lengkapnya tentang produk minivan Daihatsu, Anda dapat menyimak ulasan di bawah ini.

 

Hijet S37

Minivan Daihatsu yang pertama kali datang ke Indonesia adalah Hijet S37. Namun, masuknya mobil ini bukan untuk dijual, melainkan pemberian dari pemerintah Jepang untuk Indonesia sebagai bantuan penanggulangan bencana gunung meletus di tahun 1972.

 

Maka dari itu, mobil yang juga disebut microbus ini didatangkan secara completely built up (CBU). Hijet S37 sangat langka dan spesifikasinya persis dengan Hijet S37 di Jepang. Dimensinya masuk ke dalam ukuran kei truck, sesuai regulasi di Indonesia pada masa itu.

 

Sedangkan pada bagian dapur pacu, Hijet S37 mengandalkan mesin Daihatsu ZM 2 tak dan 2 silinder berpendingin cairan.

 

Hijet S38

Pada 1973, Astra Daihatsu resmi menjual Hijet S38, dan sekaligus menjadi minivan pertama yang dijual di Indonesia. S38 merupakan generasi keempat dari keluarga Hijet yang dikenal dengan nama Hijet Tuyul atau Cetol, karena bentuknya yang membulat dan mungil.

 

Masih sama dengan Hijet S37, mobil ini masih didatangkan langsung dari Jepang alias CBU, dengan menggendong mesin ZM 2 tak dan 2 silinder berkapasitas 360 cc.

 

Baca juga: Sepak Terjang Daihatsu Xenia, Pelopor Mobil Keluarga Berkualitas

 

Tetapi, Hijet S38 hanya dijual dalam bentuk pick up. Sedangkan bagi konsumen yang menginginkan bentuk lain, bisa memesan bodi ke perusahaan karoseri lokal agar bentuknya sesuai dengan kebutuhan.

 

Sebagai informasi, penjualan terakhir Hijet S38 di Indonesia adalah tahun 1978. Setelah itu, perannya digantikan oleh Daihatsu Hijet 55.

 

Hijet 55

Permintaan pasar yang semakin berkembang mendorong Daihatsu untuk mengeluarkan versi Hijet terbaru di Indonesia, yaitu Hijet 55. Sebenarnya, mobil ini sudah mulai dikenal pada tahun 1977, dimana pada waktu yang sama Hijet S38 memasuki masa produksi terakhirnya.

 

Kemunculan Hijet 55 berdampak positif kepada kebutuhan masyarakat tanah air pada masa itu. Pasalnya, mereka menginginkan mobil yang bisa mengangkut barang sampai dengan berat 350 kilogram dalam sekali jalan, dan Hijet 55 menjadi solusinya.

 

Baca juga: Sejarah Daihatsu Taft, dari Kancil hingga Rocky

 

Dua tahun setelah perkenalannya di Indonesia, Hijet 55 melakukan penyegaran dengan mengeluarkan versi Hijet 55 Wide. Versi ini memiliki dimensi yang lebih besar dari sebelumnya, yaitu panjang 3.195 mm, lebar 1.395 mm, dan tinggi 1.820 mm.

 

Dimensi besar itu membuat barisan paling depan mobil mampu mengangkut 2 penumpang dan 1 pengemudi. Lalu, mobil ini pun cukup populer digunakan sebagai kendaraan umum karena daya angkutnya yang besar.

 

Hijet 1000 S65

Produk selanjutnya adalah Hijet 1000 S65, yang meramaikan pasar otomotif Indonesia sekitar tahun 1984. Sesuai dengan namanya, mobil ini adalah minivan pertama Daihatsu yang menggunakan mesin 1.000 cc 3 silinder di tanah air.

 

Tetapi, Hijet 1000 S65 hanya dijual dengan versi pick up saja, sementara bagi yang menginginkan varian minivan dapat memesannya ke perusahaan karoseri lokal.

 

Hijet Zebra S89

Masuk ke tahun 1987, Daihatsu menambah line-up produk mereka dengan menghadirkan Hijet Zebra S89. Model ini bisa dikatakan sebagai produk Daihatsu ‘yang benar-benar minibus’ dengan konsep full pressed body.

 

Selain itu, fitur pada mobil ini juga merupakan salah satu yang terbaik pada masanya. Hijet Zebra S89 juga merupakan salah satu mobil rakitan Indonesia pertama yang di ekspor ke Malaysia dan Vietnam.

 

Baca juga: Daihatsu Zebra Club Masih Tunjukkan Eksistensi

 

Zebra 1.3 S90 dan S91

Pada tampilan eksterior, tidak ada perbedaan mencolok antara Zebra 1.3 S90 dan S91, dengan generasi sebelumnya. Namun, pada bagian ruang bakar, produk yang dikeluarkan Daihatsu pada tahun 1990 ini sudah menggunakan mesin 4 silinder berkapasitas 1.300 cc SOHC 16 valve karburator.

 

Terdapat dua model yang ditawarkan saat itu, yaitu model pick up standard deck dan minibus. Dari model pick up-nya, terdapat varian D130 Jumbo, yang memiliki ukuran bak belakang lebih lebar dan besar.

 

Zebra Espass S90 dan S91

Setelah Zebra 1.3, Daihatsu melakukan perubahan yang signifikan terhadap produk Zebra. Di tahun 1995, munculah Zebra Espass S90 dan S91 yang sempat menggebrak pasar otomotif Indonesia dan menjadi legenda sampai saat ini.

 

Kemunculan Zebra Espass S90 dan S91 merupakan awal dari perubahan produk minivan Daihatsu. Setelah Zebra Espass S90 dan S91, Daihatsu terus mengembangkan produk minivan mereka. Hal tersebut terbukti dengan kelahiran Daihatsu Neo Zebra, Zebra Master S92, Gran Max, dan Luxio.

 

Nah, dua produk yang disebutkan terakhir, bisa Anda dapatkan di Seva.id. Anda juga bisa mendapatkan mobil-mobil bekas Daihatsu yang berkualitas di Seva.id.

 

Itulah bukti dari eksistensi minivan Daihatsu di Indonesia. Dari semua produk di atas, mobil mana yang pernah atau masih Anda miliki sampai saat ini?