Lakukan 3 Hal Ini untuk Hindari Celaka karena Blind Spot

Semua jenis kendaraan mulai dari mobil, sepeda motor, bus, hingga truk pasti memiliki area pandangan yang yang tidak terlihat oleh pengemudi atau yang biasa disebut blind spot.

 

Ya, blind spot atau titik buta dalam konteks berkendara memang belum terlalu dikenal oleh sebagian pengemudi.

 

Padahal, ini penting, sebab beberapa kejadian kecelakaan bisa terjadi karena pengemudi kurang memperhatikan blind spot ini. Di Indonesia, 60 persen pengemudi yang terlibat kecelakaan mengaku tidak melihat kendaraan lain

 

Blind spot tiap kendaraan berbeda, banyak faktor yang mempengaruhinya, misal jangkauan spion yang terbatas, desain kendaraan, atau terhalang oleh muatan yang dibawa.

 

Misalnya saja, untuk mobil, biasanya blind spot ada di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Lalu pada bus dan truk, blind spot biasanya pengemudi tak bisa melihat benda yang lebih rendah, seperti pengendara motor yang tida-tiba masuk samping.

 

Umumnya produsen kendaraan sudah memperhitungkan blind spot yang akan dialami oleh pengemudi. Bahkan beberapa mobil masa kini sudah disematkan fitur yang membantu pengemudi mengurangi blind spot. Di BMW disebut dengan Active Blind spot Detection atau di Peugeot disebut dengan Blind spot Monitoring System. Meski berbeda nama tapi fungsinya tetap sama.

 

Tapi tetap saja pengemudi harus waspada dan terus memperhatikan keadaan dan kondisi di sekeliling kendaraan atau mobilnya ketika mengemudi. Berikut adalah tips untuk mengurangi blind spot ketika mengemudi.

 

1. Atur Kaca Spion

Kaca spion adalah salah satu kelengkapan berkendara yang wajib ada di tiap kendaraan, baik mobil, motor, bus, maupun truk.

 

Ada tiga kaca spion pada mobil untuk membantu pengemudi mengatasi area blind spot, yaitu kaca spion dalam, spion kiri, dan spion kanan

 

Kaca spion dalam berfungsi melihat obyek yang berada di bagian belakang mobil, baik yang dekat ataupun yang jauh di belakang mobil.

 

Meski bentuknya yang cenderung mungil tapi fungsi kaca spion ini dinilai vital karena berfungsi membantu pengemudi untuk bisa melihat kendaraan lain yang ada di belakang.

 

Saat sudah mengatur posisi duduk yang nyaman dan siap mengemudikan mobil, tidak ada salahnya juga mengatur kaca spion.

 

Pengaturan posisi kaca spion luar kiri dan kanan yang ideal adalah jika pengemudi dapat melihat dengan jelas kondisi yang ada di belakangnya. Tidak hanya keadaan dan kondisi jalan atau kendaraan lain yang terlihat, tapi juga harus memperlihatkan setidaknya sepertiga dari bagian mobil yang dikendarainya.

 

Dengan pengaturan seperti itu, pengemudi bisa meminimalisir titik buta atau blind spot.

 

2. Tambah blind spot mirror

Bila sudah mengatur kaca spion pada posisi yang pas saat mengemudi dirasa masih kurang mendapat pandangan yang luas ke belakang. Pengemudi dapat menambahkan blind spot mirror.

 

Blind spot mirror ini biasanya cermin kecil cembung yang ditempelkan di kaca spion, sehingga blind spot di sekitar mobil bisa berkurang, dan pengemudi bisa melihat kondisi dengan jelas.

 

Namun perlu diperhatikan, karena menggunakan cermin cembung maka bayangan yang ada di cermin ini lebih jauh daripada jarak yang sebenarnya. Karena itu, fungsi dari blind spot mirror adalah untuk memperluas pandangan pengemudi ke belakang saat ada sudut yang tidak tertangkap dengan kaca spion utama.

 

Blind spot mirror ini mudah ditemukan di toko aksesoris mobil. Harganya pun terjangkau dengan berbagai pilihan merek serta kualitas.

 

Posisi yang tepat dalam memasang blind spot mirror ini adalah di sisi dalam bagian atas atau bawah kaca spion utama. Sementara posisi yang salah dalam memasang blind spot mirror adalah pada sisi luar bagian bawah kaca spion utama. Posisi tersebut justru dapat membuat banyak objek tidak terlihat melalui kaca spion utama.

 

Bahkan, pengemudi atau pemilik mobil juga bisa menggunakan cara lain untuk mengurangi blind spot ini, seperti memakai kamera video, sehingga dapat melihat kondisi di belakang kendaraan lebih jelas.

 

3. Beri tanda

Pengemudi juga bisa membantu pengemudi lainnya dalam mengurangi blind spot serta mengurangi resiko kecelakaan.

 

Saat hendak mendahului kendaraan lain, pastikan menggunakan jalur yang benar atau jalur kanan.

 

Tidak hanya itu, pengemudi yang hendak mendahului juga dapat memberikan tanda kalau ingin mendahului kendaraan di depannya. Terlebih saat hendak mendahului truk besar atau bus yang memiliki blind spot terbanyak.

 

Selain menyalakan lampu sein sebagai isyarat hendak mendahului, membunyikan klakson atau menyalakan lampu pass bisa mengurangi blind spot pengemudi lain. Bahkan hal ini dapat kepada orang yang menyeberang yang tak terlihat oleh mata pengemudi.

 

Sudah melakukan 3 hal di atas? Ingat, jalan raya merupakan area kendaraan yang lalu lalang. Tahu posisi berkendara Anda dan pengendara lain sangat penting.

 

Kurangi resiko kecelakaan! Saat mengemudi, jangan lupa untuk terus jaga keselamatan berkendara dan perhatikan kondisi sekitar.