Berita Utama Otomotif

Ekspor Mobil CBU Meningkat Jelang Akhir Tahun, Segini Besarnya

Peningkatan ekspor mobil CBU didominasi merek otomotif Jepang jelang akhir tahun. Apa saja mobilnya dan besaran peningkatannya?

ekspor

Jelang akhir tahun, kinerja ekspor mobil buatan Indonesia tercatat oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama selama Oktober 2023 ini.

Pada data Gaikindo tersebut, pencapaian ekspor secara utuh alias Completely Built-Up (CBU) yang berhasil terbukukan berjumlah 46.875 unit. Angka ini lebih besar 11,1 persen jika dibandingkan dengan pencapaian satu bulan sebelumnya, yaitu 42.186 unit di bulan September 2023.

Namun jika melihat data pada periode yang sama di tahun (year on year) lalu, ekspor mobil dari Indonesia memang masih melambat 6,4 persen. Oleh karena, jumlah ekspor CBU kala itu adalah sebesar 50.062 unit.

Toyota dan Daihatsu penyumbang ekspor terbesar

sistem keseimbangan mobil toyota vios

Secara umum, kinerja ini dianggap positif dan kemajuannya tak lepas dari adanya peningkatan aktivitas produksi dan pengkapalan sejumlah merek otomotif yang didominasi dari Jepang. Di antaranya Daihatsu, Toyota, Suzuki, Honda, Isuzu, juga Wuling.

Baca juga: Perbedaan Pajak Mobil CKD dan CBU, Kenapa Bisa Lebih Mahal?

Daihatsu berperan besar dalam peningkatan ini. Masih data dari Gaikindo, pertumbuhan tertinggi berasal dari Daihatsu, yakni sebanyak 15.506 unit atau sebesar 44,3 persen. Jumlah ini membuat Daihatsu menjadi merek otomotif nomor dua paling banyak melakukan ekspor mobil buatan dalam negeri. Angkanya selisih tipis dari merek otomotif Jepang lainnya, yaitu Toyota, dengan jumlah ekspor 16.054 unit.

Catatan ekspor CBU Oktober 2023:

  • Toyota: 16.054 unit
  • Daihatsu Merek Toyota: 15.506 unit
  • Mitsubishi Motors: 5.338 unit
  • Hyundai: 4.242 unit
  • Suzuki: 2.718 unit
  • Honda: 1.958 unit
  • Isuzu: 827 unit
  • Wuling: 232 unit

Ekspor CKD dan komponen mobil juga naik

toyota all new yaris cross juga dipamerkan di GIIAS Surabaya

Kondisi yang sama juga terjadi pada sisi ekspor mobil secara terurai atau Completely Knocked Down (CKD) yang mengalami peningkatan di bulan Oktober sebanyak 1.159 set unit atau sebesar 21,7 persen. Sama juga dengan catatan year on year-nya, masih lebih rendah 15,7 persen dari Oktober 2022.

Baca juga: Layanan Pajak Online Bisa Diakses Menggunakan NIK, Bagaimana Caranya?

Ekspor mobil dalam bentuk CKD pada Oktober 2023 tercatat mencapai 6.509 set unit. Angka ini naik dari bulan sebelumnya, imbas meningkatnya aktivitas produksi dengan rata-rata pertumbuhan 25 persen.

Merek mobil yang paling banyak melakukan ekspor secara CKD ialah Mitsubishi Motors dengan perolehan 3.570 set unit, di mana jumlahnya naik 25,3 persen dibanding bulan sebelumnya.

Berikut ini catatan lengkapnya:

  • Mitsubishi Motors: 3.570 set unit
  • Toyota: 2.675 set unit
  • Suzuki: 264 set unit

Tidak hanya itu, ekspor komponen mobil juga mengalami kenaikan, dan kenaikannya paling signifikan. Yaitu dari 6.517.572 piece atau 52,6 persen menjadi 9.948.226 piece –tahun sebelumnya 14.572.690 piece.

Baca juga: Penghapusan Data STNK Mulai Berlaku, Jangan Telat Bayar Pajak Kendaraan

Daftar lengkapnya ada di bawah ini dan semuanya masih didominasi merek Jepang:

  • Toyota: 8.540.565 piece
  • Honda: 1.226.518 piece
  • Hino: 179.981 piece
  • Suzuki: 1.162 piece

Beli mobil di SEVA

apa itu SEVA?

Mudah-mudahan peningkatannya bisa lebih menguat lagi hingga akhir tahun nanti, ya. Bahkan lebih tinggi dari angka ekspor di tahun 2022 lalu. 

Jika kamu tertarik memiliki mobil CKD atau mobil CBU, kamu bisa cek di SEVA. Manfaatkan juga fitur-fitur yang disediakan. Seperto Loan Calculator yang membantu kamu menghitung skema cicilan paling terjangkau sesuai finansial.

Ada juga fitur Instant Approval yang membantu memberikan persetujuan pembelian mobil kamu secara cepat, dalam hitungan menit. Keren, ya? Yuk, langsung cek dan pilih mobil idamanmu di SEVA. Semuanya dijamin #JelasDariAwal.

Baca juga dari SEVA blog

Muat lebih banyak lagi