Legenda Mobil Sport Era 90an, Toyota Celica dan Toyota Supra

13 July 2018

Mobil sport memang tak lekang oleh zaman. Terbukti, hingga saat ini mobil sport Japan Domestic Market (JDM) dari era 90an masih banyak dicari orang.

 

Harga mobil tersebut pun terbilang “abu-abu” atau tidak ada acuan pasti. Akan sangat tinggi harganya bila mobil benar-benar dirawat oleh pemiliknya, orisinal, atau bahkan full modifikasi. Tidak jarang, harga mobil sport era 90an ini menyamai harga mobil sport masa kini.

 

Toyota Celica dan Toyota Supra merupakan legenda mobil sport yang dimaksud di atas.

 

Lalu apa beda dan istimewanya mobil sport tersebut? Berikut adalah ulasan dan sejarahnya.

 

Toyota Celica

Diproduksi oleh Toyota Motor Corporation, Jepang, Toyota Celica adalah mobil sport coupe. Sayangnya, mobil ini harus terhenti produksinya pada April 2006.

 

Jauh sebelum itu, Toyota Celica adalah mobil resmi yang digunakan Toyota pada kejuaraan World Rally Championship (WRC) dari tahun 1972 sampai 1986 dengan model berpenggerak roda belakang, dan dari tahun 1988 sampai 1997 dengan model GT-Four berpenggerak 4WD. Celica untuk WRC dibuat oleh Toyota Team Europe di Koln, Jerman.

 

Selama 36 tahun, terdapat tujuh generasi Toyota Celica yang secara global terjual sebanyak 4,1 juta unit dengan pasar besarnya di Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan Australia.

 

Di Indonesia, Toyota Celica masuk secara completely build up (CBU) yang dibawa oleh importir umum (IU), tidak heran bila jumlahnya sangat terbatas.

 

Kebanyakan yang dilihat di Indonesia adalah generasi keenam yang diproduksi pada 1994-1999.

 

Pada generasi ini styling dan handling adalah poin penting dari Toyota Celica. Mobil ini tampil dengan desain eksterior yang menarik dan ikonik dengan empat buah lampu depan yang membulat. Body-nya sedikit lebih besar tetapi lebih ringan daripada generasi kelima, serta menyenangkan untuk dikemudikan karena responsif di kecepatan tinggi.

 

Seperti generasi sebelumnya, Toyota Celica terkencang adalah tipe GT-Four yang pada generasi ini diberi kode ST205.

 

Lalu, kenapa mobil sport ini bisa tenar di Indonesia? Ternyata Toyota Celica pernah tampil dalam Rally of Indonesia tahun 1996 dan 1997.

 

Kemudian mobil JDM ini juga banyak dicari orang karena kemudahan dalam memodifikasinya. Banyak bengkel modifikasi yang sudah mengeluarkan berbagai part yang bisa diaplikasikan pada Toyota Celica, agar tampil lebih keren sesuai keinginan pemilik.

 

Sementara di Jepang, Toyota menjual Toyota Celica dengan program Full Choice System atau pemilihan secara custom oleh pelanggan. Pelanggan dapat dengan bebas berkreasi untuk menentukan pilihan mulai dari model mesin, interior, transmisi, warna dan eksteriornya.

 

Toyota Supra

Sama dengan Toyota Celica, Toyota Supra juga dirpoduksi oleh Toyota Motor Corporation, Jepang.

 

Generasi pertama Toyota Supra atau yang dikenal sebagai Mark I yang diproduksi pada 1978 hingga 1981 mewarisi DNA dari Toyota Celica. Mobol sport coupe ini menggunakan basis yang sama dengan saudaranya tersebut.

 

Kemudian, pada generasi kedua atau Mark II, Toyota melakukan perubahan pada mobil ini. Ubahan dapat dlihat mulai dari lampu utama yang kini menggunakan model pop up. Lampu ini digunakan karena seolah menjadi sebuah menu wajib sebuah mobil sport masa itu.

 

Generasi Toyota Supra yang paling banyak diburu dan dicari kolektor dan pecinta mobil sport, baik di dunia maupun di Indonesia adalah generasi keempatnya atau Mark IV.

 

Toyota Supra Mark IV yang diproduksi pada 1993 sampai 2002. Generasi ini menghadirkan desain eksterior yang tidak lekang dimakan zaman (timeless).

 

Toyota Supra Mark IV dibekali mesin 2JZ-GE yang menyemburkan daya sebesar 220 hp dengan dua pilihan transmisi manual 6 kecepatan atau otomatis 4 kecepatan. Ada juga pilihan mesin Twin Turbo 2JZ-GTE yang bisa menyemburkan daya sebesar 276 hp. Keduanya pun masih diburu oleh para pecinta modifikasi dan banyak digunakan dalam mobil drift.

 

Tapi yang sebenarnya membuat mobil ini mendunia dan diburu adalah ketenarannya.

 

Toyota Supra Mark IV adalah bintang dalam film Hollywood The Fast and the Furious dan Furious 7. Keduanya merupakan kendaraan Brian O’Conner yang diperankan oleh almarhum Paul Walker. Bahkan Toyota Supra Mark IV yang digunakan pada The Fast and the Furious dengan warnya oranye terang laku dilelang dengan harga Rp 2,4 miliar.

 

Tak hanya itu, Toyota Supra Mark IV juga muncul dalam permainan balap mobil Gran Turismo untuk konsol PlayStation yang diproduksi oleh Sony Computer Entertainment.

 

Maka tak heran bila Toyota Supra Mark IV ini masih diburu, baik untuk koleksi atau kompetisi.

 

Eits, jangan sedih dulu. Ternyata Toyota sudah mematenkan nama Celica dan Supra.

 

Lalu apakah akan ada generasi terbaru dari kedua mobil sport ini? Untuk Toyota Supra, generasi terbaru digadang-gadang akan hadir pada tahun 2019. Sebelumnya Toyota pernah memamerkan mobil ini pada Geneva Motor Show 2018.

 

Yang jelas, langkah Toyota mematenkan nama Celica dan Supra adalah untuk mengamankan model yang sudah pensiun, dan dapat digunakan kembali jika sewaktu-waktu Toyota ingin menghidupkannya kembali di masa depan.

 

Kita tunggu saja!

SHARE