Lebih Menguntungkan Investasi Emas atau Reksa Dana? Ini Perbandingannya

Bingung pilih investasi emas atau reksa dana. Mana yang lebih baik investasi emas atau reksa dana? Coba simak perbandingannya di sini.

Baik emas atau reksa dana adalah dua jenis cara berinvestasi dengan resiko yang rendah tapi tetap menawarkan keuntungan untuk investor maupun orang awam. Konon keuntungan keduanya di atas bunga deposito dan tabungan.

 

Namun, jika Anda ingin berinvestasi dan bingung akan memilih investasi emas atau investasi reksa dana, ada baiknya pahami betul betul kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terlebih bagi Anda yang baru saja akan memulai.

Kenali dulu

Dikutip dari Cermati.com, emas sudah jauh lebih lama dikenal masyarakat sebagai investasi. Mereka biasa menyimpan aset dalam bentuk emas atau tanah. Sampai saat ini emas masih dinilai sebagai investasi yang diminati dan mudah dicairkan. Selain itu, harga emas diprediksi masih memiliki potensi untuk naik dan lebih aman dibandingkan investasi lain.

 

Sementara investasi reksa dana baru muncul seiring dengan hadirnya pasar modal dan bursa saham. Jenis investasi ini termasuk yang paling kecil risikonya dibandingkan investasi lain di pasar modal, semisal saham. Karena belum banyak yang tahu, wajar saja bila orang-orang yang mengerti investasi reksa dana ini masih sedikit.

 

Investasi reksa dana tidak memiliki bentuk secara fisik, sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan soal penyimpanannya dan resiko kehilangan. Tapi tenang, investasi reksa dana Anda terjamin karena dikelola oleh lembaga yang bertanggung jawab dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Modal investasi

Idealnya, investasi emas atau reksa dana digunakan untuk tujuan jangka panjang, di atas lima tahun.

 

Lebih bagus lagi jika investasi jenis ini termasuk bagian dari rencana keuangan untuk tujuan pensiun, biaya pendidikan anak, atau mempersiapkan pernikahan anak.

 

Apabila digunakan dalam jangka pendek di bawah lima tahun, harganya masih berfluktuasi sehingga keuntungan baliknya kurang maksimal.

 

Karena itu, sebelum memutuskan untuk investasi emas atau reksa dana, Anda harus memiliki uang cadangan untuk menutup kebutuhan dalam jangka pendek.

 

Sementara, modal untuk investasi emas atau reksa dana pun berbeda. Modal yang dibutuhkan dalam investasi emas awalnya memang cukup tinggi. Hal ini mengingat harga emas saat artikel ini dibuat berkisar Rp 617.000 per gram.

 

Untuk meminimalkan risiko investasi emas, terutama agar tidak mendapatkan emas berkualitas jelek, sebaiknya membeli dan menjual emas standar Logam Mulia (LM) yang kadar kemurniannya 99,99%. Ada baiknya juga Anda membelinya dan mendapatkannya langsung di PT Aneka Tambang (Antam), Pegadaian, atau toko emas. Namun, bila membeli di toko emas, pastikan toko tersebut memiliki sertifikat asli dari Antam.

 

Untuk modal investasi reksa dana bisa dibilang lebih kecil dibandingkan emas. Reksa dana sudah bisa dimulai dengan Rp 100.000, bahkan Rp 20.000. Untuk memulainya pun mudah, banyak yang menawarkan secara online. Salah satunya melalui Tokopedia.

Keuntungan investasi

Tentunya bagi Anda yang berinvestasi pasti ingin adanya sebuah keuntungan, minimal return alias balik modal.

 

Dengan investasi emas, maka ada beberapa keuntungan yang perlu diketahui. Yang paling umum adalah jika butuh uang dalam keadaan mendesak Anda mudah mencairkannya. Tidak perlu menjual, Anda bisa menggadainya dan menebusnya kembali.

 

Investasi emas dikenal sebagai investasi yang tidak mengenal pergeseran kualitas, perubahan nilainya pun tidak signifikan. Anda bisa membelinya kala harganya rendah, dan menjualnya jika harga emas kembali tinggi.

 

Bloomberg, salah satu media analis di pasar modal, menunjukkan reksa dana memiliki return yang lebih tinggi. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa keuntungan emas merosot atau stagnan. Sementara keuntungan reksa dana meningkat.

 

Karena wujudnya tidak dalam bentuk fisik, reksa dana tidak akan berisiko hilang seperti emas. Fungsi penyimpanan harta reksa dana, seperti bunga atau dividen, diserahkan kepada bank kustodian yang bertanggung jawab untuk mengelola dan menyimpan harta reksa dana.

 

Berbeda dengan emas yang rawan penipuan, reksa dana cenderung aman dari pemalsuan karena  tidak ada fisik barang yang berpindah tangan. Proses jual beli dilakukan tanpa perlu memakai sertifikat (scriptless).

Pilih mana?

Prinsipnya, baik investasi emas atau reksa dana, keduanya memberi keuntungan selama Anda pandai mengelolanya. Asalkan mau belajar dan tahu kelebihan serta kekurangannya, tentu akan membuat Anda lebih nyaman dalam berinvestasi.