Hukum Silaturahim Online dan Aplikasi Pendukungnya untuk #LebaranDiRumahAja

By Arris Riehady - April 13, 2020

Tidak mudik, tenang, kamu masih bisa silaturahim dengan keluarga. Nah, ini hukum silaturahim online dan aplikasi pendukungnya.

silaturahim online

Pemerintah telah memberikan himbauan agar menunda mudik guna menekan penyebaran dan semakin luasnya penularan virus corona atau coronavirus disease 19 (COVID-19).

 

Apalagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperpanjang masa darurat bencana wabah virus corona hingga 29 Mei 2020.

 

Tentu, sebagai masyarakat yang merayakan Lebaran, tidak lengkap rasanya bila tidak mudik dan bersilaturahim bersama anggota keluarga serta kerabat secara langsung atau bertatap muka.

 

Tapi bila sayang keluarga, ada baiknya kamu ikuti himbauan pemerintah tersebut. Apalagi virus ini bisa menempel pada orang sehat tanpa gejala dan dengan mudah berpindah ke orang lain, terutama orang tua dengan daya tahan tubuh yang rendah.

 

Baca juga: Tidak Mudik, Ini Makanan Khas Lebaran yang Bisa Disiapkan di Rumah

video call

Hukum silaturahim online

Dikutip dari islam.nu.or.id, Ulama mazhab Syafi’i dalam bidang hadis, fikih, dan tafsir Zakaria al-Anshari, menjelaskan, menyambung tali rahim atau kekerabatan adalah diperintahkan, yakni tindakan kepada kerabat yang sekiranya dengan itu dianggap menyambung, tidak mengabaikan dan memutus.

 

Caranya ada kalanya dengan memberi harta, menunaikan kebutuhannya, mengunjunginya, saling menyurati, saling berkirim salam, dan lain sebagainya.

 

Sementara, dikutip dari republika.co.id, sejatinya, Alquran tidak memberikan bentuk yang spesifik terhadap silaturahim itu sendiri. Setiap manusia diperbolehkan menyambung tali kasih sayang dengan beragam cara sesuai dengan kesanggupan dan kemampuannya.

 

Baca juga: Ramadan Usai, Ini Amalan untuk Menambah Pahala di Bulan Syawal

 

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami silaturahim tidak harus bertemu secara langsung, tetapi bisa juga dengan berkirim pesan atau menghubungi keluarga atau kerabat secara online. Jadi, hukum silaturahim online sebenarnya sah-sah saja.

fitur terbaru WhatsApp

Aplikasi silaturahim online

Untungnya, di zaman modern ini kamu bisa tetap bersilaturahim dengan memanfaatkan teknologi internet. Melalui silaturahim online, dapat kamu lakukan baik dengan teks, suara, hingga video secara langsung.

 

Dengan memanfaatkan smartphone kamu bisa terhubung dengan keluarga atau kerabat di mana saja dari rumah dan genggaman tangan.

 

Kamu bisa install aplikasi seperti WhatsApp, Zoom, Skype, FaceTime, Google Duo, Microsoft Teams, Line, dan lain sebagainya di smartphone berbasis Android atau iOS untuk mengirim pesan teks, suara, hingga video conference.

 

Baca juga: Serunya Buka Puasa di Rumah, Bisa Quality Time dan Ibadah Bersama

Keutamaan silaturahim

Selain menjadi tradisi, silaturahim ternyata memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.

 

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.

 

Selain itu, silaturahim juga dapat meluaskan rezeki dan memperpanjang umur. Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, yaitu barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.

 

Baca juga: Nostalgia, Mobil Era 90an yang Pernah Jadi Kendaraan Favorit Mudik

 

Masih banyak keutamaan silaturahim yang lainnya, seperti dijauhkan dari neraka, bentuk ketaatan kepada Allah, membuat kehidupan lebih baik hingga mendapatkan pahala yang besar.

Silaturahim atau silaturahmi?

Dikutip dari kumparan.com, silaturahim, yang berasal dari dua kata. sillah (hubungan) dan rahim (kasih sayang), hubungan kasih sayang karena kekeluargaan.

 

Rahim yang artinya juga tempat janin, menunjukkan kedekatan. Secara umum dapat diartikan hubungan yang dilandaskan kasih sayang persaudaraan.

 

Sementara silaturahmi yang sudah menjadi kata baku, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan tali persahabatan dan persaudaraan.

 

Jadi, baik silaturahim atau silaturami maksudnya sama saja, yakni menyambung tali persaudaraan atau pertemanan dengan siapa saja.

 

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 4 Kegiatan yang Dapat Dilakukan dari Rumah

 

Yang terpenting adalah jangan memutus silaturahim dengan orang tua, sanak saudara terdekat atau kerabat yang masih mempunyai hubungan darah, karena hal tersebut tergolong dalam dosa yang besar.

 

Seva.id #BikinKamuSiap #LebaranDiRumahAja.

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!