Deretan Mobil Murni Buatan Indonesia Selain Esemka

11 September 2019

Sebelum Esemka, Indonesia sudah pernah membuat mobil asli karya anak bangsa lainnya. Ada yang belum tau? Yuk, kenalan dengan "kakak-kakaknya" Esemka.

Belum lama ini, Presiden Jokowi meresmikan pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. Pabrik seluas 12.500 meter persegi ini dikelola oleh PT Solo Manufaktur Kreasi, yang sekaligus menjadi pemegang merek Esemka. Dengan adanya pabrik untuk mobil Esemka, diharapkan industri otomotif Indonesia dapat menjadi lebih baik.

 

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, mobil-mobil buatan dalam negeri sebelumnya selalu menemui kebuntuan saat fase produksi maupun pemasaran, dan akhirnya mundur teratur dari persaingan pasar otomotif tanah air.

 

Tercatat, ada sejumlah mobil buatan dalam negeri yang dibuat sebelum mobil Esemka. Mulai dari mobil sedan sampai dengan mobil pertanian. Lebih lengkapnya dapat Anda simak pada ulasan berikut ini.

 

Maleo

Mobil pertama adalah Maleo, yang dirilis pertama kali sekitar tahun 1993 oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang bekerja sama dengan Rover, perusahaan manufaktur otomotif asal Inggris.

 

Secara keseluruhan, kandungan lokal yang terkandung di dalam mobil ini mencapai sekitar 60 sampai 70 persen.

 

Baca juga: Melirik Calon Mobil Dinas Presiden Jokowi, Bermesin Buas dan Tahan Bom

 

Mobil yang juga melibatkan B.J. Habibie dalam perakitannya ini sukses membuat 11 rancangan mobil sampai tahun 1997. Namun, lantaran krisis moneter melanda Indonesia, Maleo ikut terkena imbasnya. Perjalanan Maleo sebagai mobil buatan dalam negeri akhirnya terhenti.

 

 

Mahesa

Selain Maleo, Indonesia juga punya mobil double cabin versi dalam negeri sendiri. Namanya adalah Mahesa, mobil buatan Sukiyat yang mengusung konsep mobil pedesaan.

 

Sebagai informasi, nama Mahesa diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti kerbau. Diharapkan, mobil ini dapat membantu petani layaknya kerbau, yang kuat dan tangguh.

 

Baca juga: Perbandingan 5 Mobil Double Cabin Terbaik di Indonesia

 

Mahesa mempunyai 3 varian, yakni double cabin, pick up, dan kendaraan pengangkut alat pertanian. Uniknya, Mahesa memiliki perangkat PTO (Power Take Off) yang dapat tersambung ke mesin pertanian, sehingga makin memudahkan para petani saat membajak sawah.

 

Beta 97

Senasib dengan Maleo, Beta juga menjadi proyek kendaraan yang kurang berhasil dikembangkan. Pasalnya, sebelum Beta 97 dilempar ke pasaran, proses produksi harus terhalang lantaran masalah krisis moneter yang melanda Indonesia.

 

Padahal, mobil garapan PT Bakrie Motor ini berhasil menarik perhatian publik. Lalu, Beta juga sudah melalui serangkaian tes, seperti tes suspensi, badan kendaraan, sistem elektronika, dan ketahanan terhadap getaran selama sembilan bulan, yang menjadi modal awal peluncuran.

 

Timor

Mobil ini dirintis pada tahun 1996 oleh PT Timor Putra Nasional dan mendapatkan dukungan penuh dari Soeharto, Presiden Indonesia kala itu.

 

Bahkan, Presiden ke 2 RI ini berencana membangun industri mobil nasional yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 1996 melalui Timor.

 

Namun, perjalanan Timor tidak berbeda dengan mobil nasional lainnya. Proyek Timor harus kandas di tengah jalan akibat adanya protes dan gugatan dari industri otomotif besar dunia, seperti Jepang, Amerika Serikat, serta Eropa.

 

Baca juga: Perbandingan 5 Mobil Double Cabin Terbaik di Indonesia

 

Bukan hanya deretan mobil di atas yang pernah muncul sebagai mobil nasional (mobnas) atau asli buatan dalam negeri. Nama-nama seperti Bimantara, Perkasa, Marlip, Gea, Arina, Tawon, dan lain sebagainya juga sudah menjajal aspal tanah air. Tetapi sama saja, nasibnya tidak seberuntung mobil-mobil asing.

 

Itulah deretan mobil yang pernah dibuat oleh anak bangsa. Semoga dengan hadirnya Esemka, bisa membangkitkan gairah anak muda Indonesia untuk menciptakan mobil yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi, kita tunggu saja kabar baiknya ya.

SHARE