Beli BBM Solar Bersubsidi Wajib Pakai QR Code, Bagaimana Aturannya?

Aturan beli BBM solar bersubsidi saat ini wajib memakai QR Code. Saat ini uji coba sedang dilakukan di 11 Kota dan Kabupaten.

solar bersubsidi

Solar bersubsidi atau sering disebut dengan biosolar kini diperketat penyalurannya. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Trading and Commercial Pertamina melakukan uji coba secara penuh pengaturan penjualan BBM itu. 

Uji coba yang efektif dimulai 1 Desember 2022 tersebut mewajibkan konsumen yang ingin membeli BBM bersubsidi tersebut menggunakan QR Code. Tujuannya agar penyaluran solar bersubsidi tersebut tepat sasaran dan terdata.

Ada 11 kota dan kabupaten yang menjadi daerah uji coba pemberlakukan QR Code untuk membeli biosolar ini, antara lain.

  1. Sumatera Barat – Kota Payakumbuh 
  2. Banten – Kabupaten Pandeglang 
  3. Bandung – Kabupaten Ciamis 
  4. Cirebon – Kabupaten Kuningan 
  5. Semarang – Kabupaten Jepara 
  6. Tegal – Kabupaten Cilacap 
  7. Yogyakarta – Kabupaten Wonogiri 
  8. Surabaya – Kota Mojokerto 
  9. Kediri – Kota Kediri 
  10. Malang – Kabupaten Lumajang 
  11. Kalimantan Selatan – Kota Banjarmasin

Apa itu QR Code

solar bersubsidi

QR Code sendiri merupakan singkatan quick response code. Tampilan QR Code adalah pola titik hitam yang berisi aneka informasi penting. Di dalamnya, QR Code mampu menyimpan 2.089 digit atau 4.289 karakter, termasuk tanda baca dan karakter spesial. 

Baca juga: Tips Menabung Buat Liburan Akhir Tahun Biar Tidak Bangkrut

Pertamina menerapkan QR Code kepada konsumen yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya di website. Setelah terdaftar, konsumen memiliki QR Code khusus yang dapat dicetak dan ditunjukkan ke petugas SPBU setiap mengisi BBM.

QR Code bukan berfungsi sebagai alat pembayaran. Namun hanya berfungsi sebagai pemindai data diri konsumen dan identitas kendaraan. Dengan hal itu Pertamina dapat melacak pengguna BBM bersubsidi secara tepat dan real time.

Harga solar bersubsidi

uang rupiah

Per tanggal 1 Desember, harga BBM Pertamina jenis biosolar di wilayah Jabodetabek dibanderol Rp6.800 per liter. Harga solar bersubsidi ini tidak mengalami kenaikan sejak bulan September 2022. 

Baca juga: Wisata Jawa Tengah, Siapkan e-Money Tarif Tol Jakarta Semarang

Dalam pantauan, harga BBM Pertamina jenis ini dijual stabil di seluruh wilayah Indonesia. Misalnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat hingga ke paling timur di Provinsi Papua adalah Rp6.800 per liter.

Cara beli BBM subsidi

daftar mypertamina offline

Berikut cara beli BBM subsidi setelah konsumen mendaftarkan diri dan memiliki QR Code.

  • Datang ke SPBU terdekat. 
  • Siapkan hasil cetak QR Code atau kode QR kendaraan yang sudah terdaftar sebelumnya di website Subsidi Tepat.  
  • Berikan QR Code tersebut kepada petugas di SPBU.
  • QR Code akan dipindai oleh petugas sebagai verifikasi. Jika data valid dan tepat, maka selanjutnya petugas akan melakukan pengisian BBM bersubsidi.
  • Pembayaran masih bisa dilakukan dengan uang tunai atau bisa dengan uang elektronik. 
  • Proses selesai. Silakan meminta struk/bukti bayar kepada petugas.

Kuota BBM bersubsidi

harga bbm

Saat ini bagi konsumen yang sudah mendaftarkan diri dan memiliki QR Code, akan dilayani pembelian biosolar dengan volume sesuai dengan SK BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.

Baca juga: Berapa Sih Isi Bensin Full Tank Mobil Toyota dan Daihatsu?

Kuota tersebut untuk kendaraan roda 4 pribadi, maksimum adalah 60 liter per hari. Untuk roda 4 angkutan barang dan umum, dapat kuota 80 liter per hari. Sementara kendaraan roda 6 angkutan barang dan umum, kuota maksimumnya adalah 200 liter per hari.

Cara daftar myPertamina

biaya urus stnk

Bagaimana cara beli BBM subsidi  jika belum terdaftar ke website Pertamina? Apakah kuota tetap berlaku?
Dalam uji coba di 11 Kota dan Kabupaten saat ini, hanya pelanggan yang memiliki QR Code yang akan dilayani. Jadi bagi kamu yang belum terdaftar segera lakukan pendaftaran dengan cara berikut ini.

  • Siapkan dokumen yang dibutuhkan, yaitu KTP, STNK, foto kendaraan, dan dokumen pendukung lainnya. 
  • Buka website subsiditepat.mypertamina.id.
  • Centang informasi memahami persyaratan. 
  • Klik daftar sekarang. 
  • Ikuti instruksi dalam website tersebut. 
  • Tunggu pencocokan data maksimal 7 hari kerja di alamat email yang telah didaftarkan, atau cek status pendaftaran di website secara berkala. 
  • Apabila sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR atau bisa dicetak dan ditunjukkan saat bertransaksi di SPBU Pertamina.

Baca juga: Harga BBM Naik, Indonesia Masih yang Termurah Se-ASEAN?

Selain itu, Pertamina juga mempermudah konsumen yang kesulitan mendaftar atau tidak punya smartphone. Silakan datangi SPBU Pertamina terdekat untuk mendapat bantuan pendaftaran di lokasi.

Yuk, jangan sampai lupa daftarkan diri serta identitas kendaraan sekarang juga.