Semua yang Pertama dalam Sejarah Toyota di Indonesia

Hadir lebih dari empat dekade, ini semua yang pertama dalam perjalanan panjang sejarah Toyota di Indonesia.

sejarah toyota di indonesia

Menengok ke belakang, kamu pasti pernah dengar sejarah Toyota bermula dari pabrik mesin tenun Toyoda di Jepang. Lalu, pada 1937, berubah pabrik otomotif bernama Toyota.

Tapi apa kamu tahu dimana dealer Toyota pertama yang ada di Indonesia?

Sejarah Toyota di Indonesia sebenarnya sudah mulai tertulis sebelum Kijang Buaya mengaspal di jalan dan Toyota Avanza menjadi salah satu mobil yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya.

auto2000 sudirman

Sejarah Toyota pertama di Indonesia: Dealer pertama

Dalam buku Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini, karya James Luhulima, tercatat sejarah Toyota di Indonesia dimulai tahun 1961. Saat itu, Kementeriaan Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa membeli 100 unit Toyota Land Cruiser FJ Canvas Top untuk disebar ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Baca juga: Sejarah “Mobil Penculik” yang Melegenda di Indonesia

Masih di tahun yang sama pada 15 April, kehadiran Toyota juga ditandai dengan impor tujuh unit Toyota Tiara (dikenal juga sebagai Toyota Corona generasi kedua) oleh AH Budi pendiri Nasmoco.

Mobil yang diimpor lewat Toyota Toyoped Thailand dan dikirim secara semi knock down (SKD), kemudian dirakit di garasi rumahnya yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Nasmoco yang awalnya hanya sebuah bengkel bernama Asiatic Motor di Jalan Pemuda, Semarang, terus menjual dan mendatangkan produk Toyota seperti truk Toyota FA100 dan Toyota Land Cruiser FJ40 ke Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

Sementara, PT Toyota Astra Motor (TAM) baru berdiri secara resmi pada tanggal 12 April 1971 sebagai  Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Toyota di Indonesia.

Nasmoco ditunjuk TAM sebagai Dealer Utama Toyota pada 30 Agustus 1972 untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Sejarah Toyota Corona dari Generasi ke Generasi

Jadi bisa dibilang, dealer pertama Toyota di Indonesia ada di Semarang, bukan Jakarta. Bahkan, Toyota sudah hadir dan dijual 10 tahun lebih awal sebelum ATPM Toyota berdiri di Indonesia.

Pabrik pertama Toyota

Berdirinya pabrik pertama Toyota di Indonesia tidak lepas dari peran William Soerjadjaja selaku pendiri PT Astra International. Perusahaan ini pada awalnya menempati sebuah toko di Jalan Sabang no 36A, Jakarta, dan pindah ke Jalan Juanda III no 8 pada tahun 1965.

Sebelum Toyota, ternyata Astra pernah mengimpor 800 unit truk merek Chevrolet buatan General Motors. Langkah Astra mengimpor truk Chevrolet tidak bertahan lama karena terbentur oleh regulasi pemerintah yang mengharuskan perusahaan untuk mendirikan ATPM sebelum memasarkan mobil di Indonesia.

Baca juga: Toyota Kijang, dari Mobil Rakyat hingga Mobil Resmi Asian Games

Setelah mendirikan TAM sebagai ATPM Toyota, akhirnya Astra juga mendirikan PT Multi Astra pada 21 Agustus 1973 untuk merakit mobil-mobil Toyota di awal kemunculannya.

Pabrik awal yang digunakan merupakan peninggalan General Motors di kawasan Sunter, Jakarta Utara, dari tahun 1927. Sayang, Perang Dunia I dan II berdampak pada berhentinya aktivitas pabrik sejak 1965.

Sejak saat itu pemerintah mengambil alih pabrik dan mengubah namanya menjadi PT Gaya Motor, yang akhirnya diakuisisi oleh Astra. Hingga kini, pabrik tersebut masih memproduksi mobil-mobil Toyota dan kendaraan di bawah naungan Astra Grup lainnya, termasuk dipercaya sebagai pabrik perakitan BMW dan MINI.

Baca juga: Mengenal Toyota Corolla dari Generasi ke Generasi

Pada tahun 1998, untuk meningkatkan kualitas produk dan produksi, Toyota pun kembali membuka pabrik dengan teknologi terbaru di Karawang, Jawa Barat.

Mobil rakitan Toyota pertama

Akhirnya, TAM mengukir sejarah Toyota di Indonesia dengan menghadirkan generasi pertama dari Toyota Kijang yang dirakit di tanah air pada 9 Juni 1977. Peluncuran mobil yang sering disebut Kijang Buaya oleh masyarakat ini dilakukan di Hotel Hilton, Jakarta.

Dibanderol dengan harga sekitar Rp 1,3 juta, mobil berkode KF10 ini mengusung panel bodi yang dibentuk menggunakan shearing machine, mesin press break, dan mesin las. Alhasil, ‘jubah’ Toyota Kijang yang berdiri di atas sasis ladder frame ini kaku dan mengotak layaknya kotak sabun.

Uniknya, Toyota Kijang generasi pertama ini sangat sederhana, bahkan bagian jendelanya saja hanya ditutup menggunakan terpal kombinasi plastik bening, bukan kaca seperti mobil zaman sekarang.

Baca juga: Membuktikan Ketangguhan Toyota All New Calya untuk Perjalanan Jauh

Mesin yang digunakan berkapasitas 1.200 cc dengan empat percepatan. Di atas kertas kecepatan maksimalnya mencapai 80 kilometer per jam.

Total penjualan mobil ini tercatat mencapai 26.806 unit di seluruh Indonesia.

mobil kijang super

Ekspor pertama Toyota

10 tahun berselang sejak mobil rakitan pertama diluncurkan, atau tepatnya pada tahun 1987, TAM tidak hanya memproduksi mobil untuk pasar dalam negeri, tetapi juga pasar ekspor.

Toyota memulai ekspor mobil pertamanya lewat Toyota Kijang Super atau generasi ketiga. Artinya, mobil rakitan dan produksi Indonesia sudah bersaing di pasar global.

Berkat langkah pertama tersebut, hingga kini Toyota mampu mengekspor lebih banyak mobil ke banyak negara. Bukan hanya itu, sejak tahun 2004, volume ekspor Toyota melesat hingga 7.000 unit per tahun.

Kemudian pada tahun 2018, Toyota mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah kegiatan ekspor di Indonesia, yang melampaui angka 200.000 untuk pertama kalinya atau dengan jumlah 206.000 unit.

Baca juga: Sejarah Toyota Camry, Mobil Wajib Pejabat Negara

Di tahun yang sama, sejak pertama kali mengekspor mobil, Toyota juga berhasil mengekspor sebanyak satu juta unit mobil. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Timur Tengah, Amerika Tegah dan Selatan, serta Afrika menjadi tujuan Toyota dari Indonesia.

mobil toyota avanza

Mobil kerja sama pertama Toyota dan Daihatsu

Pada tahun 2004, TAM untuk pertama kalinya bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu Motor. Hasil kerja sama tersebut melahirkan duet Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, Multi Purpose Vehicle (MPV) yang fenomenal hingga saat ini.

Baca juga: Kenapa Toyota Avanza Jadi Rajanya MPV di Indonesia?

Kala itu, Toyota Avanza ditawarkan dengan dua pilihan, yaitu 1.3 E dan 1.3 G, bermesin 1.300 cc dengan transmisi manual saja. Perbedaan keduanya, 1.3 E hadir dengan harga yang lebih terjangkau karena tidak ada AC double blower dan menggunakan pelek kaleng.

Dari generasi ke generasi Toyota Avanza sukses membawa ribuan keluarga Indonesia untuk bepergian lebih jauh. Misalnya saat musim mudik atau liburan, Avanza dan Xenia sangat sering terlihat di jalan raya.

Daya tampung hingga tujuh penumpang, ruang bagasi luas, berpenggerak roda belakang, mesin bandel dan irit, merupakan beberapa faktor mengapa Avanza dan Xenia diterima oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan hingga saat ini, Toyota Avanza merupakan salah satu mobil MPV paling laris di Indonesia.

Selain Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, kerjasama ini terus berlanjut dengan Toyota Rush dan Daihatsu Terios, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, serta Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Baca juga: Selain Lebih Hemat, Ini Perbedaan Toyota C-HR Hybrid dengan Standar

Tentu, selain semua yang pertama dalam perjalanan panjang sejarah Toyota di Indonesia, masih banyak prestasi lain yang diukir sehingga menjadikannya salah satu pabrikan otomotif terbesar di dunia. Nantikan inovasi-inovasi baru Toyota di Indonesia, yuk.

Bila menginginkan mobil Toyota, kamu tidak perlu lagi pergi ke dealer, karena Seva.id sudah menyiapkan deretan mobil Toyota khusus untuk kamu.

Selain itu, Seva.id juga punya beragam pilihan mobil dari berbagai merek, baru maupun bekas. Untuk itu, langsung kunjungi Seva.id untuk mendapatkan penawaran terbaik ya.