Sejarah, Jenis, dan Aturan Membuat Polisi Tidur

By Amalia Kartika - January 17, 2021

Polisi tidur yang dijumpai di jalan ternyata ada jenis dan aturannya, lho. Simak penjelasan dan asal mulanya berikut ini.

polisi tidurPolisi tidur mungkin benda yang sangat sering ditemukan oleh pengendara di jalan. Keberadaannya bukan tanpa alasan dan ketika membuatnya tidak bisa sembarangan, karena ada regulasi yang mengaturnya.

Regulasi tersebut tertera dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 82 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan.

Dasar dari peraturan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) 

Pada Pasal 1 angka 6 UU LLAJ memang tidak disebutkan secara langsung tentang polisi tidur. Tetapi, disebutkan bahwa alat pengendali dan pengaman pengguna jalan termasuk dalam prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.

Sejarah polisi tidur, awal mula terciptanya konsep penurun kecepatan

Konsep meninggikan permukaan jalan pertama kali diimplementasikan di kota Chatham, New Jersey, Amerika Serikat, pada 1906. Saat itu, mereka mencoba untuk meninggikan penyeberangan 5 inci lebih tinggi dari permukaan jalan.

Hal itu dilakukan guna menurunkan kecepatan mobil menjadi sekitar 30 mph atau 48 kilometer per jam. Konstruksinya terbuat dari batu ubin besar dan batu-batuan lainnya.

Namun, konsep desain polisi tidur pertama kali diciptakan pada 1953 oleh Arthur Holly Compton, seorang fisikawan peraih Nobel.

Baca juga: Begini Sejarah Panjang Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia

Polisi tidur yang ia namakan traffic control bump itu didesain setelah melihat pengendara yang melewati jalanan di depan Washington University, tempatnya bekerja.

Desain tersebut kurang lebih sama dengan polisi tidur yang ada di dunia saat ini. Secara fungsi, pada dasarnya digunakan untuk mengendalikan kecepatan kendaraan yang melaju di jalan.

Berita Terkait

Author