Oleh-oleh Khas Yogyakarta yang Terkenal dan Wajib Dibawa Pulang

14 June 2019

Menikmati liburan di Jogja rasanya tak asik bila tidak membeli oleh-oleh khas Yogyakarta. Berikut oleh-oleh khas Yogyakarta yang banyak diburu wisatawan sebagai kenang-kenangan.

Yogyakarta tak hanya terkenal dengan banyaknya destinasi wisata yang seru, tetapi identik dengan wisata kuliner khas yang sering dijadikan buah tangan oleh para wisatawan.  Salah satunya seperti bakpia maupun gudeg kering yang banyak dijual di sepanjang pusat wisata di Kota Pelajar tersebut.

 

Oleh-oleh yang dijual itu banyak diburu wisatawan karena sangat terkenal dan memang khas Jogja. Bila kamu berlibur ke sana, tentu ada saja sanak-saudara atau teman dekat yang meminta untuk dibawakan oleh-oleh tersebut.

 

Namun, ada juga beberapa opsi oleh-oleh khas Yogyakarta lainnya yang bisa kamu bawa pulang dan bagikan kepada keluarga dan teman-teman di rumah.

Jadah tempe

Bila selama ini kamu lebih mengenal burger sebagai makanan pengganjal perut atau sarapan, masyarakat Jogja lebih menyukai jadah tempe sebagai camilan. Sesuai bentuknya, jadah tempe berbentuk sama seperti burger. Penyajian makanan tersebut pun ditumpuk dengan jadah (ketan) di atas dan ditambah tempe, sebagai dagingnya, serta dibalut dengan daun pisang.

 

Selain itu, warna jadah tempe juga identik putih dengan rasa tradisional Jawa yang cenderung manis. Rasa manis tersebut akan kamu temui saat menggigit tempe di dalamnya. Hal itu karena tempe yang ada di dalam jedah diolah dengan cara direndam (dibacem dengan kecap) sehingga rasa manis dan gurih terasa di lidah.

 

Umumnya, masyarakat Jogja menyajikan makanan tersebut dengan menambah rawit dan gorengan serta ditemani segelas teh hangat.  Akan tetapi, bagi kamu yang ingin membawa jedah tempe sebagai oleh-oleh, kamu bisa membelinya dengan harga yang relatif murah, yaitu sekitar Rp10.000 untuk lima jadah tempe.

 

Baca juga: 7 Tempat Epic untuk Menikmati Sunset di Jogja

 

Wingko Babat

Oleh-oleh seperti wingko babat tak hanya ada di Semarang saja. Jogja juga banyak menyediakan wingko babat yang dijadikan sebagai oleh-oleh. Makanan ini dapat bertahan hingga beberapa hari setelah dimasak. Bahkan, saat sudah berada di toko dan sampai ke rumah kamu pun rasanya masih tetap enak dan gurih.

 

Selain itu, makanan yang terbuat dari ketan, kelapa, santan, dan vanili ini berbentuk pipih dan bulat. Saat kamu memakan makanan ini, akan timbul rasa manis dan gurih sehingga tak cukup bila memakannya hanya satu kali saja. Jadi, jika kamu berniat membeli oleh-oleh khas Yogyakarta ini, ada baiknya jangan membawa satu box saja, ya.

Cokelat Monggo

Ada cerita unik yang muncul dari hadirnya cokelat monggo, cokelat yang laris manis sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Pada awalnya, cokelat ini dibuat Thierry Detournay, orang Belgia yang kecewa terhadap kualitas cokelat di Indonesia. Menurutnya, cokelat di Indonesia terkesan biasa saja sehigga ia pun membuat cokelat sendiri yang saat ini dikenal sebagai Cokelat Monggo.

 

Cokelat tersebut sangat enak dan mempunyai rasa seperti cokelat Belgia. Bila kamu ingin membelinya, kamu dapat berkunjung ke Dalem KG III/978 RT 43 RW 10 Purbayan, Kotagede. Terdapat macam-macam varian rasa cokelat yang bisa kamu bawa pulang, seperti white chocolate, marsepen, dan karamel. Ada juga varian rasa mangga, red chili, dan durian. Harga yang dijual pun cukup bervariasi, sekitar Rp29.000—Rp100.000 dalam satu kemasan.

Tas Dowa

Tas handmade yang dibuat dengan cara dirajut ini cukup banyak diminati oleh wisatawan. Model dan motif yang dijual dari brand lokal Jogja tersebut sangatlah elegan dan begitu modis. Selain itu, bahan nilon dan kain vuring yang ada di dalamnya berhasil menunjukkan kesan modern dan berkelas.

 

Untuk mendapatkan tas rajut Dowa Bag ini kamu bisa berkunjung ke Jalan Godean nomor 7, Yogyakarta. Tas dowa bisa menjadi kenang-kenang yang timeless dengan kualitas terbaik, lho. 

View this post on Instagram

Dagaduers, seberapa produktifkah kamu dalam bekerja dan berkarya ? Apa yang mendukungmu menghasilkan karya yang keren ? . Dari terbit matahari hingga terbenam kadang kita dihadapkan pada pertanyaan pada diri : "Apa yang sudah aku hasilkan hari ini ? " Jika patokannya adalah jumlah hasil mungkin kita menjawab : "Sudah 3 tugas saya selesai kerjakan". Jika patokannya adalah kualitas : "Saya sudah menyelesaikan 3 tugas dengan kualitas luar biasa. . Jadi menurut Dagaduers ukuran produktif itu apa ? . Kalau di #dagadudjokdja produktif itu : "Alon -alon waton wi-fi on" 😆 (Biar pelan asal wifi nyala) seperti desain oblong satu ini . . . Dagadu- Smart, Smile, & Djokdja . #dagadu #dagadudjokdja #wisatajogja #merchandisealternatif #cinderamataalternatif #yogyakarta #tshirt #tshirtlucu #oblongjogja #explorejogja

A post shared by Dagadu Djokdja (@dagadudjokdja) on

Kaos Dagadu

Oleh-oleh terakhir yang banyak dilirik wisatawan ialah kaus Dagadu. Kaus Dagadu juga sering dijadikan sebagai buah tangan khas Jogya. Kaus ini identik dengan typografis berupa plesetan-plesetan khas anak Jogya yang begitu unik.

 

Nah, bagi kamu yang tertarik membeli kaus koleksi Dagadu ini, kamu bisa mendapatkannys di toko Dagadu yang berada di Mal Malioboro atau Ambarukmo Plaza dengan berbagai model.

 

Jadi, kalau lagi liburan ke Jogja, jangan lupa beli oleh-oleh khas Yogyakarta di atas, ya, sebagai buah tangan atau kenang-kenangan. Selamat berburu oleh-oleh.

Author

Perempuan Canggih. Pemuja keharmonisan, puisi, dan filologi.

SHARE