Mobil Standar Dipakai Ngedrift? Bisa dengan Cara Ini

By Arris Riehady - Oktober 8, 2018

Apa jadinya bila mobil standar dipakai nge-drift? Yuk, simak selengkapnya di sini.

Drift atau sering dikaitkan dari singkatan drive rightly in false turn merupakan teknik menyetir dan nama cabang olahraga balap mobil di mana pengemudinya membiarkan mobil oversteer pada tikungan dan berusaha agar tetap dalam poisis miring dengan keadaan meluncur selama mungkin.

Sederhananya, drift ini disebut dengan “ngepot” atau mengendarai mobil di tikungan dengan kecepatan tinggi.

Di Indonesia, drift mulai dikenal lewat film Initial D dan The Fast and the Furious: Tokyo Drift, sekitar tahun 2005-2006.

Lalu, apa saja butuhkan untuk melakukan drift?

Untuk pemula yang ingin belajar drift lebih dalam tentunya membutuhkan mobil yang mumpuni. Berikut adalah persiapan dan modifikasi mobil standar agar dapat dikategorikan menjadi mobil drift.

Pilihan mobil

Untuk mobil standar yang ingin dimodifikasi menjadi mobil drift, sebaiknya adalah mobil sedan yang menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan transmisi manual.

Bagi profesional sekali pun, drifting dengan mobil penggerak depan butuh teknik yang lebih banyak.

Sedan dipilih karena memiliki ground clearance yang rendah, sehingga tidak mudah terbalik atau terpelanting saat drifting.

Sedangkan transmisi manual karena drifting membutuhkan turun naik  atau perpindahan gigi yang cepat.

Mobil-mobil standar yang sering digunakan sebagai bahan modifikasi pun tergantung keuangan. Bila terbatas dapat memilih mobil seperti Toyota Corolla DX, BMW E30, Toyota Cressida, atau BMW E36.

Sementara untuk Anda yang memiliki dana lebih dalam memodifikasi mobil dapat memilih mobil seperti mulai dari Toyota 86 atau BMW Seri M yang memang sudah memiliki mesin yang bertenaga.

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!