Komponen Mobil yang Bisa Rusak Setelah Menghantam Lubang

By Reka Harnis - Februari 25, 2021

Beberapa komponen mobil berpotensi rusak setelah menghantam lubang, apa saja? Yuk, simak di sini.

Curah hujan yang tinggi juga menyisakan masalah baru bagi pengguna jalan, yaitu jalan berlubang, yang terbentuk akibat struktur kepadatan tanah di bawah aspal melemah.

Ketika struktur tanah tidak lagi kuat, ditambah guyuran hujan dengan intensitas yang tinggi hingga terendam air dalam beberapa waktu, kemudian dilintasi mobil, maka akan menyebabkan deformasi atau retakan aspal yang lama-kelamaan menjadi lubang.

Lubang yang semula berukuran kecil akan semakin membesar bahkan bisa bertambah jumlahnya karena terus dilindas oleh kendaraan yang lewat.

Kondisi ini akan memburuk jika jalan tersebut merupakan jalan sering dilalui kendaraan berat, sebab lapisan aspal lebih cepat hancur tergilas.

Tidak hanya membuat perjalanan terasa tidak nyaman, melintasi jalan berlubang berpotensi memberikan kerugian besar bagi pengendara.

Pasalnya, mobil yang kerap menghantam lubang, berpotensi mengalami kerusakaan di di beberapa komponen. Berikut beberapa komponen mobil yang berpotensi rusak setelah menghantam lubang.

Tie rod

Tie rod merupakan komponen yang berfungsi untuk menghubungkan power steering dengan roda.

Jika mobil menghantam lubang hingga menimbulkan benturan yang keras, tie rod akan menjadi bengkok bahkan patah.

Apabila sudah begini, mobil tidak akan bisa digerakkan alias membutuhkan derek.

Control arm

Komponen berikutnya ialah control arm. Ketika mobil melintasi lubang yang cukup dalam dengan kecepatan tinggi, biasanya akan timbul benturan yang cukup keras.

Hal tersebut berisiko membuat control arm menjadi bengkok.

Baca juga: Tak Boleh Asal, Pahami Aturan Parkir di Pinggir Jalan

Bila komponen ini mengalami kerusakan, maka dampaknya adalah kemudi akan menarik ke satu sisi. Efek sampingnya pun bersifat domino, di mana ban juga akan menjadi cepat aus pada satu sisi.

Berita Terkait

Author