Kenapa Nilai Mata Uang Selalu Berubah? Berikut Alasannya

Nilai mata uang selalu berubah dalam periode waktu tertentu karena dipengaruhi sejumlah faktor. Berikut penjelasannya.

nilai mata uang

Ketika menukar mata uang rupiah ke mata uang negara lain di money changer, nilai mata uang selalu berubah setiap waktu.

Nilai mata uang yang ditukarkan hari ini dan dua hari kemudian belum tentu akan sama, bahkan bisa berubah dalam hitungan jam.

Selain itu, saat mendapat informasi mengenai keuangan di berbagai media, bisa jadi nilai tukar suatu mata uang melemah atau menguat terhadap mata uang lain.

Lantas, kenapa nilai mata uang selalu berubah?

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan nilai mata uang naik atau turun.

Permintaan dan penawaran

Pada dasarnya, nilai mata uang selalu berubah tergantung pada permintaan dan penawaran terhadap mata uang tersebut.

Baca juga: 5 Hal yang Mempengaruhi Harga Emas Naik atau Turun

Apabila ada permintaan yang banyak, maka nilai suatu mata uang akan menguat. Sebaliknya, akan terjadi pelemahan jika banyak yang menjual atau menawarkan mata uang tersebut.

Sebagai contoh, dolar Amerika Serikat (AS), menjadi salah satu mata uang utama di dunia. Dolar AS tak hanya digunakan untuk keperluan ekonomi dalam negeri, tetapi juga untuk perdagangan internasional.

Oleh karena itu, mata uang dolar AS memiliki permintaan yang tinggi di seluruh dunia. 

Perbandingan inflasi antar dua negara

Suatu negara dengan tingkat inflasi yang konsisten lebih rendah akan cenderung lebih kuat nilai mata uangnya. Inflasi yang rendah menandakan daya beli masyarakat yang tinggi.

Baca juga: Apa Bedanya Resesi, Inflasi, Krisis, dan Depresi Ekonomi?

Sebaliknya, apabila tingkat inflasinya cenderung tinggi maka nilai tukar mata uang biasanya melemah dan daya beli masyarakatnya turun.

Perbedaan suku bunga

Masih berkaitan dengan inflasi, bank sentral punya pengaruh terhadap inflasi dan nilai tukar uang dengan mengubah tingkat suku bunga suatu negara. 

Suku bunga yang tinggi akan lebih menarik modal asing dan dapat meningkatkan permintaan mata uang sehingga nilai tukarnya naik.

Sebaliknya, kalau suku bunganya rendah, nilai tukar mata uang akan cenderung turun.

Stabilitas ekonomi dan politik

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan seorang investor menanamkan modalnya di suatu negara adalah stabilitas ekonomi dan politiknya.

Jika situasi negara tersebut sedang positif, investor tidak merasa khawatir untuk berinvestasi.

Baca juga: Apa Itu BI Checking dan Bagaimana Cara Mengeceknya?

Tapi, jika sedang terjadi masalah politik atau krisis ekonomi, maka akan berdampak ke berbagai hal termasuk nilai tukar mata uang.

Investor bisa jadi ragu untuk menanamkan modalnya dan mencari negara dengan mata uang yang lebih stabil.

Neraca perdagangan

Neraca perdagangan merupakan selisih nilai ekspor dan impor suatu negara dalam periode waktu tertentu.

Jika ekspor lebih besar dari impor, artinya neraca surplus. Sedangkan jika impor lebih besar dari ekspor, neraca defisit. 

Baca juga: 5 Tips Investasi Logam Mulia yang Cocok untuk Jangka Panjang

Hal itu karena negara lebih banyak membayar ke negara partner dagangnya sehingga negara tersebut butuh mata uang lebih banyak.

Kelebihan permintaan tersebut dapat menurunkan nilai tukar mata uang dalam negeri.

Utang publik

Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, suatu negara terlibat dalam pembiayaan proyek-proyek kepentingan publik dan pemerintahan, serta akan defisit.

Defisit publik dan utang besar akan menurunkan minat investor asing.

Pemerintah bisa sajak mencetak uang untuk membayar sebagian utang, tetapi meningkatnya jumlah uang yang beredar akan menyebabkan inflasi.

Inflasi tinggi tentunya berdampak pada melemahnya nilai mata uang.

Baca juga: 3 Alasan Suatu Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya

Lima hal tersebut merupakan beberapa faktor kenapa nilai mata uang selalu berubah.

Naik atau turunnya suatu mata uang akan selalu menjadi perhatian para investor dalam menentukan keputusan untuk berinvestasi atau tidak.

Maka dari itu, bagi kamu yang sudah terjun ke dunia investasi, jangan lupa untuk selalu memantau pergerakan nilai mata uang ya.