Jaminan Enak dan Kenyang jika Makan Ini di Yogyakarta

By Arris Riehady - Mei 22, 2019

Kuliner di Yogyakarta memang dihiasi nama-nama yang telah melegenda. Mau makan apa di Yogyakarta? Baca ini dulu!

Yogyakarta memang tidak seinovatif Bandung untuk hal kuliner. Buktinya, kuliner di Yogyakarta lebih didominasi nama-nama yang telah melegenda dengan cita rasa tradisional.

 

Tapi itu yang justru membuat kangen. Di tiap suapnya ketika menikmati kuliner di Yogyakarta, membuat kamu seakan terlempar ke masa lalu. Apalagi ditambah dengan keramahan masyarakatnya.

 

Di sini, tempat berikut ini, di mana kamu dapat menikmati kuliner di Yogyakarta tersebut.

Angkringan Lik Man

Menu andalannya adalah nasi kucing dengan oseng tempe, oseng teri, dan sambal, yang kemudian dibungkus daun pisang. Namun, pengunjung dapat menambah lauk di luar lauk standar tersebut dengan pilihan berupa sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, sate kulit, sate ayam, gorengan, dan kerupuk.

 

Pilihan minuman favorit di sini adalah Kopi Joss, yaitu kopi panas yang ditaburi arang. Harga makanan dan minumannya bervariasi mulai Rp 1.000 dan buka selepas senja hingga dini hari. (Jalan Wongsodirjan)

Oseng-oseng Mercon Bu Narti

Nasi putih panas yang disajikan bersama oseng-oseng dari kikil, gajih, kulit, tulang muda, serta irisan cabai rawit ini harus disantap selagi hangat, karena bila didiamkan – walau hanya sebentar – oseng-oseng ini akan membeku akibat kandungan lemak yang banyak.

 

Nama oseng-oseng mercon sendiri adalah pemberian dari budayawan Emha Ainun Najib karena pedasnya seperti mercon atau petasan dalam bahasa Jawa . Seporsi nasi panas dan oseng-oseng mercon dijual seharga Rp 15.000. (Jalan Akhmad Dahlan)

Gudeg Pawon

Merupakan gudeg basah, yaitu gudeg dengan kuah santan yang gurih dan rasanya tidak terlalu manis, serta disajikan bersama sambal krecek, telur, dan ayam kampung, sesuai namanya – pawon yang dalam bahasa Jawa berarti dapur – pengunjung yang ingin menikmati gudeg ini harus mengantre di dapur pemiliknya, Prapto Widarso. (Jalan Janturan UH/IV No.36)

Soto Kadipiro

Dirintis 1921 oleh Widadi Tahir Karto Wijoyo, keistimewaan Soto Kadipiro adalah kuah dari kaldu ayam kampungnya. Semangkuk soto berisi suwiran ayam kampung, kecambah, dan kol dihargai Rp 15.000. Nasi dapat dicampur atau dipisah, dengan di atas meja disediakan lauk tambahan, seperti sate ati ampela, tahu, tempe, perkedel, sayap, dan kepala ayam.

 

Soto Kadipiro memiliki banyak cabang, namun direkomendasikan untuk mengunjungi warung pertamanya di Jalan Wates, sekitar satu kilometer sebelah barat perempatan Wirobrajan Yogyakarta.

 

Di jalan yang sama terdapat tiga rumah makan serupa, yakni Soto Kadipiro II, Soto Kadipiro Baru, dan Soto Kadipiro Plus. Cabang yang lain ada di daerah Kalasan, Sleman, Kulon Progo, dan Sentolo. Rasa soto di semua cabang ini sama, karena resep yang digunakan sama-sama resep warisan dari Widadi. (Jl. Wates No. 33)

View this post on Instagram

Hi teman review ! Kita mau review soto legendnya stasiun tugu jogja nih. Soto sulung namanya, kalau yang kita tau soto sulung itu asalnya dari madura yah? Nah, soto sulung asal madura paling legendaris ada di stasiun tugu jogja guys. Berdiri sejak 1968, soto ini paling di cari di jogja guys, harganya? Murah ! Kenapa kita bilang murah ? Semangkoknya hanya 8 ribu rupiah buat soto campur kaya yang di foto , soto dagingnya 12 ribu guys. Buka siang malam tempat ini selalu rame loh , ayo traveler mampir2 kemari cobain langsung rasanya! #sotosulung #stasiuntugu #kulinerjogja #jogjafoodhunter #legend #makananenak #makananmurah #jogja #indonesia #foodshare #foodgram #instafood #beef #egg #rempah #soto #indonesianfood #makanapa #traveler

A post shared by yukkitareview (@yukkitareview) on

Soto Sulung Stasiun Tugu

Berdiri sejak 1968, Soto Sulung Stasiun Tugu menawarkan soto daging dan soto daging campur jeroan. Dengan dua kali pengolahan, dagingnya terasa empuk dan jeroannya pun tidak amis. Soto ini memiliki kuah pekat dan disajikan dengan potongan telur rebus, perasan jeruk nipis, dan sambal. (Jalan Gedong kuning Selatan No.1)

 kuliner di Yogyakarta

Lotek & Gado-Gado Bu Ning

Bu Ning atau yang bernama lengkap Sawijiningsih sudah merintis usaha ini sejak 1983. Bumbu kacang yang dihaluskan berpadu dengan kol, bayam, tauge, tomat, mentimun, dan kacang panjang yang direbus sempurna.

 

Selain lotek dan gado-gado, tersedia juga nasi liwet, ayam kampung goreng kremes, ayam kampung bakar, dan soto ayam kampung. (Gg. Pronocitro No.719)

Nasi Goreng Beringharjo

Beroperasi sejak 1960-an, nasi goreng yang dimasak dengan ayam dan babi ini sekali memasak langsung banyak sehingga menggunakan wajan besar. Aroma bawang putihnya tak terlalu kuat, selain tidak terlalu asin ataupun manis. Nasi goreng disajikan dengan irisan tomat, kol, daun seledri, telur, dan acar. (Jalan Mayor Suryotomo)

Selain mulai melayani pelanggannya selepas senja, beberapa tempat dan lokasi kuliner di Yogyakarta ini memang terpencil dan kadang membingungkan untuk kamu yang baru pernah menginjakkan kaki di sana.

 

Nah, daripada bingung dan tersasar mending kamu sewa mobil saja di Movic. Aplikasi ini menghubungkan pemilik dan penyewa mobil. Tentunya jika berlibur dan menyewa mobil sekaligus dengan sopirnya, kamu akan lebih hemat tenaga.

 

Selain bertugas mengantar kamu berlibur, sopir juga dapat memberikan informasi tempat wisata yang sesuai dengan kebutuhan atau yang sedang ‘hitz’ di kalangan pelancong. Dengan menyewa mobil berikut sopirnya bisa jadi kamu dapat menekan budget saat liburan.

 

Tunggu apalagi, segera download Movic. Mo’ Untung, Movic Aja!

 

   

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!