Keuangan

Ingin Punya Penghasilan Kedua? Ini 10 Usaha Sampingan yang Menjanjikan di Luar Gaji Bulanan

Gaji bulanan memang bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi terkadang ada saja pengeluaran tambahan yang datang di luar perkiraan. Mulai dari biaya transportasi, kebutuhan keluarga, sampai rencana menabung untuk masa depan, semuanya membutuhkan pengelolaan keuangan yang matang. Karena itu, memiliki penghasilan kedua bisa menjadi langkah menarik untuk memperkuat kondisi finansial.

Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung membuka toko atau mengeluarkan modal besar untuk mulai menghasilkan uang. Ada berbagai usaha sampingan yang menjanjikan dan bisa dijalankan secara bertahap, mulai dari menawarkan jasa sesuai keahlian, berjualan dengan sistem pre-order, hingga memanfaatkan jaringan pertemanan melalui program referral.

Namun, usaha sampingan tetap membutuhkan perencanaan. Kamu perlu mempertimbangkan waktu luang, kemampuan, modal, dan kebutuhan pasar agar aktivitas tambahan ini tidak justru mengganggu pekerjaan utama. Berikut 10 ide usaha yang bisa kamu pertimbangkan pada 2026 untuk membangun sumber penghasilan di luar gaji bulanan.

Baca juga : Cara Membangun Jaringan Referral yang Efektif

1. Jasa Freelance Sesuai Keahlian

Salah satu usaha sampingan yang menjanjikan untuk pemula adalah menawarkan jasa freelance. Model usaha ini cocok bagi kamu yang sudah mempunyai keterampilan tertentu dan ingin mengubahnya menjadi sumber pendapatan tambahan.

Beberapa jasa yang bisa ditawarkan antara lain:

  • Penulisan artikel dan copywriting.
  • Desain grafis untuk media sosial.
  • Penerjemahan dokumen.
  • Pengeditan video pendek.
  • Pembuatan presentasi.
  • Pengelolaan administrasi secara daring.

Kamu bisa memulai dengan menawarkan jasa kepada teman, komunitas, pemilik usaha kecil, atau calon klien melalui platform freelance. Buat portofolio sederhana yang menampilkan hasil pekerjaan terbaik agar calon pelanggan dapat menilai kemampuanmu.

Untuk menentukan tarif, pertimbangkan tingkat kesulitan, waktu pengerjaan, revisi, dan harga pasar. Jangan langsung menerima terlalu banyak proyek jika kamu masih bekerja penuh waktu. Lebih baik memulai dengan satu atau dua klien agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.

2. Jualan Makanan dengan Sistem Pre-Order

Punya kemampuan memasak atau membuat camilan? Kamu bisa mencoba bisnis makanan dengan sistem pre-order atau pesanan terlebih dahulu.

Sistem ini membantu mengurangi risiko bahan makanan terbuang karena kamu memproduksi berdasarkan pesanan yang masuk. Pilihan produknya cukup beragam, seperti dessert box, kue kering, makanan beku, lauk rumahan, sambal kemasan, hingga bekal makan siang.

Supaya lebih mudah dikelola, tentukan jadwal pemesanan dan pengiriman yang jelas. Misalnya, pesanan dibuka pada Senin hingga Rabu, kemudian produk dibuat dan dikirim pada akhir pekan.

Sebelum mulai berjualan, hitung biaya bahan baku, kemasan, gas atau listrik, ongkos pengiriman, dan tenaga yang digunakan. Dengan begitu, harga jual tidak sekadar mengikuti pesaing, tetapi juga memberikan ruang keuntungan yang masuk akal.

Kamu juga bisa memanfaatkan WhatsApp, Instagram, atau grup komunitas untuk memperkenalkan produk. Mulailah dari lingkungan terdekat dan minta masukan pelanggan untuk memperbaiki rasa, ukuran, maupun kemasan.

3. Menjadi Affiliate Marketing

Affiliate marketing bisa menjadi alternatif bagi kamu yang aktif menggunakan media sosial dan senang merekomendasikan produk. Dalam model ini, kamu mempromosikan produk atau layanan melalui tautan khusus. Jika terjadi transaksi yang memenuhi ketentuan program, kamu berpeluang mendapatkan komisi.

Produk yang dipromosikan dapat berupa perlengkapan rumah, kebutuhan kerja, produk kecantikan, buku, atau barang lain yang sesuai dengan minat audiens.

Agar promosi lebih menarik, jangan hanya mengunggah foto produk beserta harga. Buat konten yang membantu calon pembeli memahami manfaatnya, seperti ulasan pengalaman, perbandingan fitur, atau demonstrasi penggunaan.

Meski terlihat sederhana, affiliate tetap membutuhkan konsistensi. Penghasilan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jumlah audiens yang relevan, tingkat konversi, ketentuan komisi, dan kualitas konten. Karena itu, jangan menganggap setiap tautan yang dibagikan pasti menghasilkan penjualan.

Pilih program yang memiliki ketentuan jelas dan hindari promosi berlebihan yang membuat audiens kehilangan kepercayaan.

4. Menjadi Reseller atau Dropshipper

Jika tertarik berjualan tetapi belum ingin membuat produk sendiri, reseller dan dropshipper bisa menjadi pilihan.

Reseller umumnya membeli produk dari pemasok untuk dijual kembali. Sementara itu, dropshipper memasarkan produk tanpa harus menyimpan stok sendiri, dengan proses pengiriman yang biasanya ditangani pemasok sesuai kesepakatan.

Kamu dapat memilih kategori yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari, seperti pakaian, perlengkapan bayi, aksesori, atau produk rumah tangga. Sebelum memilih pemasok, periksa kualitas produk, konsistensi stok, waktu pengiriman, kebijakan retur, serta kejelasan harga.

Jangan hanya mengejar produk yang sedang viral. Produk dengan permintaan berulang dan pemasok yang dapat dipercaya bisa lebih mudah dikelola dalam jangka panjang.

Hitung juga margin keuntungan setelah memperhitungkan biaya platform, promosi, diskon, dan potensi barang rusak atau dikembalikan. Jika menggunakan sistem dropship, pastikan pemasok memberikan informasi stok yang akurat agar kamu tidak menerima pesanan untuk barang yang ternyata habis.

5. Menawarkan Jasa Admin Media Sosial

Banyak bisnis kecil membutuhkan bantuan untuk mengelola akun media sosial, tetapi belum tentu memiliki anggaran untuk merekrut karyawan penuh waktu. Kondisi ini membuka peluang bagi kamu yang memahami pembuatan konten dan komunikasi digital.

Tugas admin media sosial dapat mencakup penjadwalan unggahan, menulis caption, membalas pesan, membuat kalender konten, dan menyusun laporan sederhana mengenai performa akun.

Kamu tidak harus langsung menangani semua pekerjaan tersebut. Mulailah dengan layanan yang benar-benar kamu kuasai, misalnya membuat 12 konten dalam satu bulan atau membantu membalas pesan pelanggan pada jam tertentu.

Sebelum menerima klien, sepakati ruang lingkup pekerjaan, jumlah konten, batas revisi, jadwal laporan, serta jam operasional. Kejelasan ini penting agar pekerjaan sampingan tidak menyita waktu istirahat atau berbenturan dengan tanggung jawab di kantor.

Jika hasil kerja mulai stabil, kamu dapat mengembangkan layanan menjadi paket bulanan dengan cakupan yang lebih lengkap.

6. Membuka Les Privat atau Kelas Online

Kemampuan akademik maupun keterampilan praktis juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Jika kamu menguasai matematika, bahasa Inggris, desain, penggunaan perangkat lunak, atau bidang tertentu lainnya, pertimbangkan untuk membuka les privat.

Kelas dapat dilakukan secara langsung di lingkungan sekitar atau melalui pertemuan daring. Format daring memberi fleksibilitas lebih besar karena kamu tidak selalu perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Agar layanan lebih mudah dipasarkan, tentukan target peserta dan materi yang ditawarkan. Misalnya, les matematika untuk siswa sekolah dasar atau kelas dasar desain grafis bagi pemula.

Siapkan materi pembelajaran, durasi pertemuan, tarif, dan aturan pembatalan sejak awal. Kamu juga dapat menawarkan sesi percobaan dengan durasi terbatas agar calon peserta mengenal metode mengajarmu.

Potensi penghasilan akan dipengaruhi jumlah peserta, tarif, dan jadwal yang tersedia. Pastikan jumlah kelas tetap realistis supaya kamu bisa menyiapkan materi dengan baik.

7. Menjual Produk Digital

Produk digital menarik untuk dipertimbangkan karena dapat dibuat sekali lalu dijual berulang kali, meskipun tetap membutuhkan pemeliharaan dan pemasaran.

Contoh produk digital yang bisa kamu buat meliputi:

  • Template CV dan portofolio.
  • Desain undangan digital.
  • Template presentasi.
  • Planner keuangan pribadi.
  • Lembar kerja untuk belajar.
  • Panduan praktis sesuai keahlian.

Pilih produk yang menyelesaikan masalah tertentu. Contohnya, template pencatatan pengeluaran untuk pekerja baru atau kalender konten untuk pemilik bisnis kecil.

Sebelum membuat produk, lakukan riset sederhana dengan melihat pertanyaan yang sering muncul di komunitas atau kebutuhan calon pembeli. Setelah itu, buat versi awal yang mudah digunakan dan minta masukan dari beberapa orang.

Jangan lupa memperhatikan hak cipta. Gunakan aset yang memang boleh digunakan secara komersial dan jelaskan ketentuan pemakaian produk kepada pembeli.

Walaupun tidak membutuhkan stok fisik, bisnis produk digital tetap memerlukan waktu untuk membuat produk berkualitas, melayani pelanggan, memperbarui materi, dan melakukan promosi.

8. Menjadi Fotografer atau Videografer Freelance

Jika memiliki kamera atau ponsel dengan kemampuan memadai serta keterampilan mengambil gambar, kamu dapat menawarkan jasa fotografi dan videografi sederhana.

Peluangnya meliputi dokumentasi acara kecil, foto produk UMKM, video promosi, konten media sosial, atau dokumentasi kegiatan komunitas. Tidak semua klien membutuhkan produksi berskala besar. Sebagian hanya memerlukan foto produk yang rapi dan video pendek untuk pemasaran.

Buat portofolio dengan tema yang konsisten. Jika ingin menyasar pemilik usaha makanan, misalnya, tampilkan contoh foto menu, kemasan, dan proses pembuatan produk.

Perhitungkan biaya transportasi, peralatan, penyuntingan, waktu pengambilan gambar, serta jumlah revisi. Untuk menghindari kesalahpahaman, sepakati hasil akhir yang akan diterima klien dan waktu penyerahannya.

Usaha ini cocok bagi kamu yang bisa mengatur jadwal pemotretan pada akhir pekan atau di luar jam kerja.

9. Menjadi Penulis Konten atau Blogger

Kemampuan menulis bisa dikembangkan menjadi usaha sampingan melalui jasa pembuatan artikel, penulisan deskripsi produk, newsletter, atau konten website. Kamu juga dapat membangun blog sendiri untuk mengembangkan audiens dalam jangka panjang.

Jika memilih jasa penulisan, tentukan bidang yang paling kamu pahami. Fokus pada topik tertentu dapat membantu kamu membangun portofolio yang lebih relevan dan mengenali kebutuhan klien.

Sementara itu, blog pribadi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Kamu perlu menentukan topik, membuat konten yang bermanfaat, mempelajari optimasi mesin pencari atau SEO, dan membangun pengunjung secara bertahap. Pendapatan dari iklan maupun afiliasi tidak muncul secara otomatis karena bergantung pada trafik, kualitas konten, dan persyaratan masing-masing program.

Untuk menjaga produktivitas, buat jadwal menulis yang sesuai dengan waktu luang. Misalnya, riset pada malam hari dan menyelesaikan tulisan pada akhir pekan. Hindari mengambil proyek terlalu banyak jika tenggatnya berpotensi mengganggu pekerjaan utama.

10. Bergabung dengan Program Referral Teman SEVA

Teman SEVA

Selain menjual produk atau menawarkan jasa, kamu juga bisa mempertimbangkan usaha sampingan berbasis referral jika memiliki jaringan pertemanan, relasi bisnis, atau komunitas yang cukup luas.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah program Teman SEVA. Pada 2026, program ini berfokus pada referral calon nasabah untuk SEVA DanaPlus, yaitu fasilitas dana dengan jaminan BPKB mobil. Artinya, aktivitasnya bukan sekadar mengajak orang membeli mobil baru, melainkan membantu mempertemukan calon nasabah yang membutuhkan dana dengan layanan pembiayaan yang sesuai.

Program ini dapat relevan bagi sales, agen properti, pelaku usaha, pekerja yang aktif dalam komunitas, atau siapa pun yang terbiasa membangun relasi. Namun, kamu perlu memahami produk dan ketentuannya sebelum menawarkan kepada orang lain.

Bagaimana Cara Mendapatkan Bonus dari Teman SEVA?

Teman SEVA menyediakan dua jenis bonus utama yang mengikuti ketentuan program.

  1. Bonus Aplikasi: berkisar 1%–5% dari pokok utang final yang disetujui. Bonus diberikan ketika nasabah yang direferensikan berhasil memperoleh pencairan dana. Pembayarannya mengikuti ketentuan program, yaitu dua hari kerja setelah dana cair.
  2. Bonus Progresif: berkisar 0,75%–2% dari total pokok utang dalam satu bulan. Untuk memenuhi syarat yang diinformasikan, anggota perlu memiliki minimal dua referral valid dan total pokok utang mencapai setidaknya Rp100 juta dalam satu bulan. Pembayaran dijadwalkan pada tanggal 5 setiap bulan sesuai ketentuan program.

Sebagai ilustrasi, jika pokok utang final nasabah yang direferensikan sebesar Rp100 juta dan bonus aplikasi yang berlaku adalah 5%, perhitungannya menjadi Rp5 juta. Angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan persentase tertentu, bukan jaminan bahwa setiap referral akan menghasilkan bonus sebesar itu.

Besaran aktual mengikuti paket, tenor, nilai pembiayaan yang disetujui, serta aturan program. Insentif juga dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Perbedaan Teman SEVA Regular dan Plus?

Teman SEVA menyediakan keanggotaan Regular dan Plus. Keduanya memiliki persyaratan yang perlu diperiksa sebelum mendaftar.

  • Regular: berfokus pada aktivitas referral. Persyaratan yang diinformasikan mencakup pengisian formulir, KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan rekening Bank Saqu.
  • Plus: memiliki fokus tambahan pada pengembangan jaringan. Selain persyaratan administrasi, terdapat ketentuan saldo minimal Rp500.000 di Bank Saqu.

Program Teman SEVA disebut tidak mengenakan biaya pendaftaran, tetapi hal tersebut tidak berarti semua jenis keanggotaan bebas dari persyaratan finansial. Selain itu, potensi bonus jaringan hingga tujuh lapis yang diinformasikan untuk keanggotaan Plus berstatus coming soon, sehingga jangan menganggap bonus tersebut sudah aktif atau pasti diterima.

Sebelum memulai, pelajari persyaratan terbaru dan alur program di situs resminya. Kamu dapat memeriksa informasi serta melakukan pendaftaran melalui SEVA.id.

Apakah Referral Menjamin Penghasilan?

Tidak. Bonus baru berpeluang diperoleh ketika referral memenuhi persyaratan dan pengajuan calon nasabah berhasil sampai pencairan dana. Karena itu, hasilnya dapat berbeda-beda dan tidak tepat jika dijadikan satu-satunya sumber pemasukan yang pasti.

Kamu juga perlu menjaga etika saat menawarkan layanan. Sampaikan informasi dengan benar, jangan menjanjikan persetujuan pinjaman, dan jangan mendorong seseorang mengajukan pembiayaan jika belum memahami kewajiban cicilannya.

Tips Memilih Usaha Sampingan agar Penghasilan Lebih Terarah

Dari sepuluh pilihan di atas, tidak semuanya cocok untuk setiap orang. Agar usaha sampingan tidak berhenti di tengah jalan, pertimbangkan beberapa hal berikut.

  1. Sesuaikan dengan kemampuan. Pilih usaha yang memanfaatkan keahlian, pengalaman, atau jaringan yang sudah kamu miliki agar proses memulainya lebih ringan.
  2. Tentukan batas waktu. Buat jadwal yang tidak berbenturan dengan pekerjaan utama, waktu istirahat, dan tanggung jawab keluarga.
  3. Mulai dari skala kecil. Uji permintaan pasar sebelum mengeluarkan modal besar atau membeli banyak perlengkapan.
  4. Pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Catat pemasukan, biaya operasional, serta keuntungan agar kamu mengetahui apakah usaha benar-benar menghasilkan.
  5. Hitung keuntungan bersih. Jangan hanya melihat omzet. Kurangi biaya bahan, transportasi, platform, promosi, dan pengeluaran lain yang berkaitan dengan usaha.
  6. Hindari janji penghasilan instan. Periksa ketentuan bisnis atau program referral sebelum bergabung, terutama jika ada permintaan pembayaran awal atau janji keuntungan yang tidak masuk akal.

Jika usaha mulai berkembang, sisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat atau tabungan tujuan jangka panjang. Dengan cara ini, penghasilan kedua tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga bisa memperkuat kondisi keuanganmu.

Baca juga : Trust Network dalam Program Referral Modern

Kesimpulan

Memiliki penghasilan kedua tidak selalu berarti harus membuka bisnis besar atau mengorbankan pekerjaan utama. Jasa freelance, makanan pre-order, affiliate, reseller, les privat, produk digital, hingga program referral dapat menjadi pilihan usaha sampingan yang menjanjikan jika sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuanganmu.

Kuncinya adalah memulai dari peluang yang realistis, menghitung biaya dengan cermat, dan konsisten mengevaluasi hasilnya. Jika tertarik dengan model usaha berbasis jaringan, pelajari ketentuan Teman SEVA sebelum bergabung. Tetap ingat bahwa hasil usaha maupun bonus referral tidak dijamin, sehingga sebaiknya tidak menggantikan sumber penghasilan utama sebelum terbukti stabil.

FAQ

1. Apakah usaha sampingan perlu dilaporkan kepada kantor tempat bekerja?

Periksa perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan, terutama jika ada aturan mengenai pekerjaan tambahan, konflik kepentingan, atau kerahasiaan.

2. Bagaimana cara mengetahui usaha sampingan memiliki pasar?

Uji minat calon pelanggan melalui survei sederhana, penawaran awal, atau penjualan dalam jumlah kecil sebelum memperbesar usaha.

3. Apakah penghasilan dari usaha sampingan wajib dikenai pajak?

Kewajiban pajak bergantung pada jenis penghasilan dan kondisi wajib pajak. Periksa ketentuan perpajakan yang berlaku atau konsultasikan dengan petugas pajak.

4. Apakah usaha sampingan bisa dijalankan bersama pasangan atau keluarga?

Bisa, asalkan pembagian tugas, pengelolaan uang, dan tanggung jawab masing-masing disepakati sejak awal.

5. Kapan sebaiknya usaha sampingan dikembangkan menjadi usaha utama?

Pertimbangkan ketika pendapatan bersihnya relatif stabil, permintaan pasar teruji, dan kamu memiliki cadangan dana untuk menghadapi masa pendapatan yang tidak menentu.