Harga Satu Mobil Balap Formula 1 Seharga Satu Tower Apartemen?

By Ferdi Julias - Mei 8, 2019

Sayap depan dan belakang

Terakhir adalah sayap, yang membantu F1 untuk mendapatkan keseimbangan berkendara, terlebih saat berbelok.

Pada bagian depan, sayap F1 akan menyatu dengan nose cone, yaitu sebuah corong yang berfungsi sebagai sistem aerodinamika.

Harga dari sayap depan dan nose cone adalah sekitar 160 ribu dolar AS atau Rp 2,87 miliar. Sedihnya, harga tersebut belum termasuk dengan sayap belakang.

Jadi, tim harus merogoh kantong lebih dalam lagi untuk menambahkan sayap belakang pada F1.

Harga dari sayap belakang F1 adalah sekitar 150 ribu dolar AS (Rp 2,14 miliar), termasuk dengan Drag Reduction System (DRS), yaitu sebuah fitur yang membantu mobil mendapatkan kecepatan lebih saat berada di lintasan lurus.

Jika Anda pernah melihat sayap belakang F1 membuka dan menutup saat balapan, itu merupakan kinerja dari DRS, yang diatur oleh pembalap lewat tombol di setirnya.

Masih banyak lagi komponen F1 yang harganya selangit, seperti sasis (650 ribu dolar AS), tangki bahan bakar (110 ribu dolar AS), sistem pendingin (160 ribu dolar AS), hidrolik (160 ribu dolar AS), dan ribuan komponen lainnya.

Total, biaya yang dikeluarkan suatu tim untuk membangun mobil F1 rata-rata mencapai 15,52 juta dolar AS, atau sekitar Rp 221 miliar.

Biaya tersebut sebanding dengan harga rumah aktor Hollywood, Leonardo DiCaprio, yang dijualnya pada tahun 2012 lalu atau harga satu tower apartemen tipe studio di pinggiran Jakarta.

Seperti dilansir DetikFinance, harga apartemen Cimanggis City yang berlokasi di Depok, 1 unit bertipe studio harganya sekitar Rp 250 juta.

Jika dihitung, uang Rp 200 miliar lebih ternyata bisa membeli 819 unit apartemen tipe studio Cimanggis City di depok. Angka itu setara 1 tower.

Sebab pengembang Cimanggis City membangun 2 tower dengan total unit sebanyak 1.600 unit apartemen dan kios.

Harga mobil balap F1 itu bisa jadi lebih dari Rp221 miliar, karena tim-tim F1 tertutup tentang biaya yang telah dikeluarkan dan pastinya akan naik setiap tahun.

Tidak semua tim membutuhkan biaya yang sama untuk membangun mobil mereka.

Jika Anda punya uang Rp 221 miliar mending dibeli apa ya?

Berita Terkait

Author