Berita Utama Otomotif

Biaya Haji Sekarang Berapa di 2026? Ini Rincian Dana yang Perlu Disiapkan dari Sekarang

Punya target menunaikan ibadah haji, tetapi masih bertanya-tanya biaya haji sekarang berapa? Pertanyaan ini wajar, apalagi biaya haji bukan sekadar soal menyiapkan uang untuk pelunasan. Ada setoran awal, biaya perjalanan, hingga kebutuhan pribadi yang sebaiknya sudah masuk dalam perencanaan keuangan sejak jauh-jauh hari.

Untuk musim haji 1447 H/2026 M, pemerintah bersama DPR RI telah menetapkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp87.409.366 per jamaah. Dari jumlah tersebut, biaya yang dibayarkan langsung oleh jamaah atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp54.193.806. Sementara itu, bagian lainnya ditutup menggunakan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji.

Artinya, angka yang perlu dipahami calon jamaah tidak hanya satu. Ada perbedaan antara total biaya penyelenggaraan haji dan biaya yang secara langsung menjadi tanggungan jamaah. Lantas, bagaimana rincian biaya haji 2026 dan berapa dana yang sebaiknya mulai disiapkan?

Biaya Haji Sekarang Berapa di 2026?

Jika melihat ketetapan untuk penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M, rata-rata BPIH ditetapkan sebesar Rp87.409.366 per jamaah. Namun, bukan berarti setiap jamaah harus membayar seluruh nominal tersebut dari kantong sendiri.

BPIH merupakan total biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan ibadah haji. Di dalamnya terdapat biaya yang dibayarkan langsung oleh jamaah melalui Bipih serta biaya yang ditutup dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.

Untuk 2026, komposisinya adalah:

  1. BPIH rata-rata: Rp87.409.366 per jamaah.
  2. Bipih yang menjadi bagian pembayaran jamaah: Rp54.193.806.
  3. Nilai manfaat: Rp33.215.559 atau sekitar 38 persen dari total BPIH.
  4. Porsi Bipih: sekitar 62 persen dari total BPIH.

Data tersebut tercantum dalam informasi resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengenai komponen biaya haji 2026.

Perlu diperhatikan, Bipih merupakan angka rata-rata nasional. Besaran biaya yang dibayarkan jamaah dapat berkaitan dengan embarkasi dan ketentuan yang berlaku pada musim haji tersebut. Karena itu, calon jamaah sebaiknya mengecek nominal resmi sesuai daerah keberangkatan ketika memasuki tahap pelunasan.

Baca juga : Cara Gadai BPKB Mobil Cepat Cair di SEVA (2026): Cek Syarat, dan Simulasinya

Apa Perbedaan BPIH dan Bipih?

Istilah BPIH dan Bipih sering muncul bersamaan sehingga tidak sedikit calon jamaah yang menganggap keduanya sama. Padahal, keduanya memiliki arti berbeda.

BPIH atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk menjalankan penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, Bipih atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji merupakan biaya yang dibayarkan langsung oleh jamaah. Dengan kata lain, ketika mencari tahu biaya haji sekarang berapa, angka Bipih lebih relevan untuk mengetahui bagian biaya yang menjadi tanggungan jamaah.

Untuk 2026, BPKH mencatat total Bipih sebesar Rp54.193.806. Nominal tersebut mencakup sejumlah kebutuhan perjalanan haji seperti penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, serta biaya hidup atau living cost.

Rincian Komponen Bipih Haji 2026

Supaya lebih mudah memahami ke mana dana tersebut dialokasikan, berikut rincian komponen Bipih 2026 berdasarkan data BPKH:

  1. Penerbangan pulang-pergi: Rp32.912.885.
  2. Akomodasi di Makkah: Rp14.108.921.
  3. Akomodasi di Madinah: Rp3.872.000.
  4. Living cost: Rp3.300.000.

Jika dijumlahkan, komponen tersebut mencapai Rp54.193.806. Angka ini merupakan rata-rata Bipih yang dibayarkan jamaah untuk penyelenggaraan haji 2026.

Jadi, ketika menghitung kebutuhan dana haji, jangan langsung menganggap seluruh Rp87,4 juta harus dibayarkan sendiri. Sebagian biaya penyelenggaraan berasal dari nilai manfaat dana haji.

Setoran Awal Haji 2026 Berapa?

Sebelum memasuki tahap pelunasan, calon jamaah haji reguler perlu memahami konsep setoran awal. Berdasarkan informasi BPKH, setoran awal jamaah ditetapkan sebesar Rp25 juta.

Dana tersebut merupakan bagian dari proses pendaftaran haji reguler. BPKH menjelaskan bahwa dana setoran awal sebesar Rp25 juta dititipkan calon jamaah kepada BPKH melalui mekanisme yang berlaku untuk kemudian dikelola dan dioptimalkan.

Namun, setoran awal Rp25 juta bukan berarti total biaya haji. Setelah mendapatkan porsi keberangkatan dan masuk dalam tahap pelunasan, jamaah tetap perlu membayar kekurangan sesuai ketentuan Bipih pada tahun keberangkatan.

Karena itu, penting untuk membedakan tiga hal: setoran awal, nilai manfaat yang tercatat pada virtual account, dan pelunasan Bipih.

Berapa Dana yang Perlu Disiapkan untuk Pelunasan?

Dengan Bipih rata-rata 2026 sebesar Rp54.193.806 dan setoran awal Rp25 juta, selisih sederhananya adalah sekitar Rp29,19 juta.

Namun, angka tersebut tidak otomatis menjadi nominal pelunasan setiap jamaah. BPKH mencatat bahwa pelunasan dilakukan sesuai ketentuan, sementara nilai manfaat yang tercatat pada virtual account jamaah juga menjadi bagian dari perhitungan.

Karena itu, jangan menggunakan rumus Rp54.193.806 dikurangi Rp25 juta sebagai angka pasti yang harus dibayar semua jamaah.

Sebagai gambaran perencanaan, calon jamaah dapat menggunakan angka tersebut sebagai estimasi awal untuk mengetahui besarnya dana yang perlu dipersiapkan. Nominal final tetap perlu mengikuti ketetapan pemerintah dan ketentuan pelunasan ketika jamaah sudah masuk alokasi keberangkatan.

Jangan Lupa Siapkan Dana di Luar Biaya Haji

Perencanaan biaya haji sebaiknya tidak berhenti pada Bipih. Ada kebutuhan pribadi yang mungkin muncul sebelum, selama, atau setelah perjalanan haji.

Beberapa pengeluaran yang bisa dimasukkan ke dalam pos dana persiapan antara lain:

  1. Perlengkapan ibadah dan pakaian.

jamaah mungkin perlu membeli pakaian ihram, mukena, sandal, koper, tas, dan perlengkapan pribadi lainnya.

  1. Kebutuhan kesehatan.

Persiapkan anggaran untuk kebutuhan kesehatan pribadi, termasuk obat-obatan yang memang biasa digunakan dan perlengkapan pendukung sesuai kebutuhan masing-masing.

  1. Transportasi menuju embarkasi.

Biaya menuju titik keberangkatan bisa berbeda-beda tergantung domisili. jamaah dari daerah yang jauh dari embarkasi perlu mempertimbangkan transportasi dan akomodasi sebelum keberangkatan.

  1. Uang saku.

Living cost sudah menjadi bagian dari komponen Bipih, tetapi jamaah tetap dapat memiliki kebutuhan pribadi selama berada di Arab Saudi. Besarnya tentu bergantung pada kebiasaan dan kebutuhan masing-masing.

  1. Kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

Jika menjadi pencari nafkah utama, jangan lupa menyiapkan dana untuk kebutuhan rumah tangga selama berada di Tanah Suci.

Dengan begitu, target dana haji tidak hanya dihitung berdasarkan nominal pelunasan, tetapi juga memperhitungkan kondisi keuangan keluarga secara keseluruhan.

Cara Menyiapkan Dana Haji dari Sekarang

Menyiapkan dana haji akan terasa lebih ringan jika dilakukan secara bertahap. Tidak harus menunggu memiliki puluhan juta rupiah sekaligus untuk mulai membuat rencana.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Tentukan target dana.

Gunakan biaya haji 2026 sebagai salah satu acuan, lalu tambahkan dana cadangan untuk kebutuhan pribadi dan kemungkinan perubahan biaya pada masa mendatang.

  1. Pisahkan rekening dana haji.

Membuat rekening atau pos khusus dapat membantu agar uang yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan haji tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.

  1. Tentukan nominal tabungan bulanan.

Misalnya menargetkan tambahan dana Rp30 juta dalam tiga tahun, secara sederhana diperlukan sekitar Rp833 ribu per bulan. Angka ini hanya contoh perencanaan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.

  1. Evaluasi kondisi keuangan secara berkala.

Periksa kembali pemasukan, pengeluaran, utang, dana darurat, dan tabungan haji. Jika penghasilan bertambah, sebagian tambahan pendapatan dapat dialihkan untuk mempercepat target.

  1. Jangan mengorbankan kebutuhan pokok.

Target berangkat haji memang penting, tetapi perencanaannya tetap perlu mempertimbangkan dana darurat dan kebutuhan keluarga agar kondisi keuangan tetap sehat.

Kenapa Perlu Mulai Menghitung dari Sekarang?

Biaya penyelenggaraan haji dapat berubah dari satu tahun ke tahun berikutnya. BPKH mencatat bahwa perubahan biaya dapat dipengaruhi oleh kebijakan operasional, kondisi global, serta hasil pengelolaan keuangan haji.

Karena itu, menggunakan biaya haji 2026 sebagai patokan bukan berarti angka tersebut akan selalu sama ketika seseorang mendapatkan jadwal keberangkatan pada tahun berikutnya.

Justru, angka 2026 bisa digunakan sebagai titik awal untuk membuat target. Dengan menyiapkan dana secara bertahap, calon jamaah memiliki waktu untuk menyesuaikan target apabila terdapat perubahan biaya ketika memasuki tahun keberangkatan.

Selain itu, memulai lebih awal membuat persiapan keuangan terasa lebih terukur. Daripada mengejar dana dalam waktu singkat, menabung secara konsisten dapat membantu mengurangi tekanan terhadap cash flow bulanan.

Apakah Biaya Haji 2026 Sudah Termasuk Semua Kebutuhan Pribadi?

Belum tentu. Bipih digunakan untuk membiayai komponen penyelenggaraan yang telah ditetapkan, termasuk penerbangan, akomodasi, dan living cost.

Kebutuhan pribadi seperti tambahan perlengkapan, perjalanan dari rumah menuju embarkasi, kebutuhan keluarga yang ditinggalkan, atau pengeluaran personal lainnya sebaiknya dibuat dalam pos anggaran tersendiri.

Dengan cara ini, calon jamaah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga lebih siap secara finansial ketika waktunya berangkat.

Baca juga : 10 Alternatif Pinjaman Online Tanpa BI Checking Ribet & Terdaftar OJK

Kesimpulan

Jadi, biaya haji sekarang berapa jika mengacu pada ketetapan 2026? Rata-rata BPIH ditetapkan sebesar Rp87.409.366 per jamaah, sedangkan Bipih yang dibayarkan langsung oleh jamaah sebesar Rp54.193.806. Dari total BPIH tersebut, sekitar Rp33,22 juta berasal dari nilai manfaat dana haji.

Setoran awal haji reguler sendiri adalah Rp25 juta, tetapi angka tersebut bukan total biaya perjalanan haji. Setelah mendapatkan porsi dan memasuki masa pelunasan, jamaah perlu memenuhi kekurangan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan memperhitungkan nilai manfaat pada virtual account.

Karena biaya haji dapat berubah dari waktu ke waktu, angka 2026 sebaiknya dijadikan patokan awal, bukan angka mutlak untuk keberangkatan pada tahun-tahun berikutnya. Semakin awal membuat perencanaan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk membangun dana haji sekaligus menyiapkan kebutuhan lain di luar biaya resmi perjalanan.

FAQ

1. Apakah biaya haji 2026 bisa dibayar sekaligus?

Pembayaran mengikuti tahapan dan ketentuan resmi penyelenggaraan haji yang ditetapkan pemerintah.

2. Apakah dana setoran awal haji bisa langsung digunakan untuk pelunasan?

Setoran awal merupakan bagian dari dana haji yang diperhitungkan sesuai mekanisme pembayaran dan ketentuan yang berlaku.

3. Apakah biaya haji sama untuk seluruh provinsi?

Tidak selalu. Besaran Bipih dapat berbeda berdasarkan embarkasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

4. Di mana bisa mengecek nilai manfaat dana haji?

BPKH menyediakan informasi nilai manfaat melalui virtual account yang dapat dicek melalui BPKH Apps.

5. Apakah biaya haji tahun berikutnya pasti lebih mahal?

Tidak ada kepastian seperti itu. Biaya dapat naik atau turun sesuai kebijakan, kondisi operasional, dan faktor ekonomi yang memengaruhi penyelenggaraan haji.