Keuangan

Bagaimana Cara Menghasilkan Uang 150 Ribu per Hari di Luar Gaji? Ini 8 Ide Sampingan yang Layak Dicoba

Gaji bulanan baru masuk, tetapi rasanya sudah punya banyak tujuan untuk dibagi. Ada tagihan rutin, kebutuhan rumah tangga, tabungan, sampai keinginan kecil yang sering tertunda karena harus menunggu tanggal gajian berikutnya. Kalau situasi ini terasa familiar, mencari penghasilan tambahan bisa menjadi salah satu cara untuk memperbaiki kondisi keuangan tanpa harus buru-buru meninggalkan pekerjaan utama.

Lantas, bagaimana cara menghasilkan uang 150 ribu per hari di luar gaji? Target tersebut bisa diupayakan melalui berbagai aktivitas, mulai dari menawarkan jasa sesuai keterampilan, berjualan online, menjadi affiliate marketer, hingga mengikuti program referral. Pilihannya cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan waktu luang, kemampuan, serta modal yang tersedia.

Jika dihitung selama 30 hari, penghasilan Rp150.000 per hari setara dengan Rp4,5 juta. Namun, angka tersebut merupakan target ilustratif, bukan pendapatan yang otomatis diperoleh setiap hari. Hasilnya bergantung pada jumlah pelanggan, transaksi, biaya operasional, dan konsistensi menjalankan aktivitas sampingan.

Supaya tidak bingung menentukan langkah pertama, berikut delapan ide penghasilan tambahan yang layak dipertimbangkan pada 2026, termasuk peluang referral melalui Teman SEVA.

Baca juga : 17 Cara Menghasilkan Uang 1 Juta Per Hari yang Relevan dengan Tren Bisnis 2026

1. Menjadi Freelancer Sesuai Keterampilan

Punya kemampuan menulis, mendesain, mengedit video, menerjemahkan dokumen, atau mengelola media sosial? Keterampilan tersebut bisa menjadi sumber penghasilan tambahan tanpa harus membuka toko atau membeli stok barang.

Kamu dapat menawarkan jasa kepada pemilik UMKM, kreator konten, agensi digital, maupun perusahaan yang membutuhkan bantuan untuk pekerjaan tertentu.

Contohnya, kamu menawarkan jasa penulisan artikel dengan tarif Rp150.000 per artikel. Jika berhasil mendapatkan satu pesanan dengan tarif tersebut, kamu berpeluang mencapai target penghasilan harian.

Namun, perlu diingat bahwa mendapatkan klien tidak selalu berlangsung setiap hari. Ada waktu yang perlu digunakan untuk mencari proyek, berdiskusi dengan klien, melakukan revisi, dan menyelesaikan pekerjaan.

Agar lebih mudah memulai, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Pilih satu keterampilan yang paling kamu kuasai.
  • Buat portofolio dari hasil pekerjaan sebelumnya atau contoh proyek mandiri.
  • Tentukan tarif berdasarkan tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan.
  • Promosikan jasa melalui media sosial, komunitas profesional, atau platform freelance.
  • Jaga kualitas dan ketepatan waktu agar peluang mendapatkan pelanggan berulang semakin besar.

Cara ini cocok untuk kamu yang ingin memperoleh penghasilan berdasarkan kemampuan sendiri dan memiliki waktu luang setelah bekerja.

2. Menjalankan Affiliate Marketing

Affiliate marketing bisa menjadi pilihan jika kamu aktif menggunakan media sosial dan senang merekomendasikan produk. Sistemnya memungkinkan kamu mendapatkan komisi ketika seseorang melakukan pembelian melalui tautan afiliasi yang kamu bagikan sesuai ketentuan program.

Produk yang dipromosikan bisa beragam, mulai dari perlengkapan rumah tangga, produk kecantikan, aksesori elektronik, hingga kebutuhan sehari-hari.

Sebagai ilustrasi, jika kamu memperoleh komisi Rp15.000 untuk setiap transaksi yang memenuhi ketentuan, dibutuhkan 10 transaksi untuk menghasilkan Rp150.000.

Perhitungan tersebut belum memperhitungkan biaya pembuatan konten, iklan, atau pengeluaran lain jika ada. Jumlah transaksi juga tidak selalu stabil setiap hari.

Supaya peluangnya lebih baik, fokuslah pada kategori produk yang kamu pahami. Buat konten yang menjelaskan manfaat, cara penggunaan, kelebihan, dan kekurangan produk secara jujur.

Hindari sekadar membagikan tautan tanpa memberikan alasan mengapa produk tersebut layak dipertimbangkan. Konten yang membantu calon pembeli mengambil keputusan biasanya lebih berguna daripada promosi yang hanya berisi ajakan membeli.

3. Berjualan Makanan atau Minuman

Kalau kamu memiliki keterampilan memasak, berjualan makanan bisa menjadi pilihan untuk membangun pemasukan di luar gaji. Kamu tidak harus langsung menyewa tempat atau membuka warung besar.

Mulailah dari produk yang mudah dibuat dan memiliki calon pembeli di sekitar tempat tinggal atau kantor, misalnya sarapan praktis, camilan, minuman segar, atau makanan beku.

Misalnya, kamu menjual 30 porsi camilan dengan harga Rp10.000 per porsi. Omzet yang diperoleh adalah Rp300.000. Namun, omzet tersebut bukan keuntungan bersih karena masih harus dikurangi biaya bahan baku, kemasan, gas, transportasi, dan pengeluaran lainnya.

Jika total biaya untuk menghasilkan 30 porsi adalah Rp180.000, keuntungan sebelum biaya tambahan lainnya menjadi Rp120.000.

Contoh ini menunjukkan bahwa target Rp150.000 per hari perlu dihitung berdasarkan keuntungan, bukan hanya jumlah uang yang diterima dari pembeli.

Untuk memulai, kamu bisa menerapkan sistem pre-order agar jumlah produksi lebih sesuai dengan permintaan. Cara tersebut juga membantu mengurangi risiko makanan tidak terjual.

4. Menawarkan Jasa Admin Media Sosial

Banyak bisnis kecil membutuhkan bantuan untuk menjaga akun media sosial tetap aktif, tetapi belum tentu memiliki anggaran untuk merekrut pegawai khusus.

Kondisi ini membuka peluang bagi kamu yang terbiasa membuat konten, menulis caption, menjadwalkan unggahan, atau membalas pesan pelanggan.

Kamu bisa menawarkan paket jasa berdasarkan jumlah konten dan lingkup pekerjaan. Misalnya, paket pengelolaan media sosial untuk satu bulan dengan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Agar target penghasilan lebih terukur, hitung tarif berdasarkan waktu pengerjaan. Jika satu klien memberikan pendapatan bersih Rp1,5 juta per bulan, empat klien dengan nilai serupa berpotensi menghasilkan Rp6 juta per bulan sebelum memperhitungkan biaya lain.

Meski demikian, kamu perlu memastikan beban kerjanya masih realistis jika pekerjaan tersebut dijalankan bersamaan dengan pekerjaan utama.

Mulailah dengan menawarkan jasa kepada bisnis di sekitar tempat tinggal, toko online kecil, atau kenalan yang sedang mengembangkan usahanya. Tampilkan contoh konten dan strategi sederhana untuk membantu calon klien memahami layanan yang kamu tawarkan.

5. Menjadi Reseller atau Dropshipper

Jika tertarik berjualan tetapi belum ingin memproduksi barang sendiri, reseller dan dropshipper bisa menjadi alternatif.

Reseller umumnya membeli produk dari pemasok untuk dijual kembali, sedangkan dropshipper meneruskan pesanan kepada pemasok yang menangani pengiriman sesuai kesepakatan. Keduanya memiliki mekanisme, kebutuhan modal, dan risiko yang berbeda.

Pilih produk yang memiliki pasar cukup jelas, seperti perlengkapan rumah tangga, aksesori kendaraan, kebutuhan hewan peliharaan, atau perlengkapan kerja.

Sebagai ilustrasi, jika keuntungan bersih per produk Rp25.000, kamu perlu menjual enam produk untuk mendapatkan Rp150.000. Akan tetapi, keuntungan aktual harus memperhitungkan biaya platform, diskon, pengemasan jika ditanggung penjual, serta kemungkinan retur.

Jangan langsung membeli stok dalam jumlah besar hanya karena harga grosir terlihat menarik. Uji permintaan terlebih dahulu melalui penjualan dalam jumlah kecil atau sistem pre-order yang transparan.

Selain itu, pastikan pemasok memiliki reputasi baik, kualitas barang konsisten, dan ketentuan pengembalian yang jelas. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi risiko kerugian ketika baru mulai menjalankan bisnis sampingan.

6. Membuka Les Privat atau Kursus Online

Punya kemampuan bahasa Inggris, matematika, desain grafis, musik, atau keterampilan tertentu? Kamu bisa mengubah kemampuan tersebut menjadi jasa les privat atau kursus online.

Keunggulan model ini adalah kamu dapat menentukan jadwal sesuai ketersediaan waktu. Misalnya, sesi belajar dilakukan setelah jam kerja atau pada akhir pekan.

Jika tarif satu sesi les adalah Rp75.000, dua sesi yang berhasil diselesaikan dalam sehari dapat menghasilkan Rp150.000 sebelum biaya tambahan.

Tentu saja, jumlah sesi bergantung pada ketersediaan murid dan waktu yang kamu miliki. Kamu juga perlu menyiapkan materi pembelajaran serta menyesuaikan metode mengajar dengan kebutuhan peserta.

Untuk mendapatkan murid pertama, kamu bisa menawarkan kelas percobaan, membagikan informasi melalui grup komunitas, atau meminta rekomendasi dari orang yang sudah pernah menggunakan jasamu.

Pastikan tarif, durasi, materi, dan jadwal disepakati sejak awal. Pelayanan yang konsisten dapat membantu membangun kepercayaan dan meningkatkan peluang murid melanjutkan kelas.

7. Membuat dan Menjual Produk Digital

Produk digital merupakan pilihan lain bagi kamu yang ingin membangun sumber pendapatan dari keterampilan kreatif. Contohnya meliputi template presentasi, desain undangan, lembar kerja, e-book, preset desain, atau template pencatatan keuangan.

Salah satu daya tariknya adalah produk yang sama dapat dijual berkali-kali tanpa perlu memproduksi ulang barang fisik. Namun, kamu tetap membutuhkan waktu untuk membuat produk, memperbaiki kualitas, memasarkannya, dan memberikan dukungan kepada pembeli jika diperlukan.

Misalnya, kamu menjual template digital seharga Rp50.000. Untuk memperoleh pendapatan kotor Rp150.000, dibutuhkan tiga transaksi.

Jumlah tersebut belum tentu menjadi keuntungan bersih karena bisa ada biaya platform, promosi, atau layanan pembayaran.

Agar produk memiliki peluang lebih baik, buatlah sesuatu yang menyelesaikan masalah spesifik. Misalnya, template anggaran bulanan untuk pekerja baru, kalender konten untuk UMKM, atau format pencatatan stok sederhana bagi penjual online.

Sebelum menjualnya, pastikan seluruh elemen desain, foto, font, dan materi yang digunakan memiliki hak penggunaan yang sesuai.

8. Bergabung dengan Teman SEVA untuk Mendapatkan Penghasilan dari Referral

Teman SEVA

Selain menjual produk atau menawarkan jasa, kamu juga bisa mempertimbangkan penghasilan tambahan melalui program referral. Pilihan ini relevan bagi orang yang memiliki jaringan pertemanan, relasi kerja, komunitas, atau koneksi bisnis yang cukup luas.

Salah satu program yang dapat diikuti adalah Teman SEVA, program referral dari SEVA.id yang saat ini berfokus pada calon nasabah SEVA DanaPlus, yaitu fasilitas pinjaman dengan jaminan BPKB mobil.

Secara sederhana, anggota Teman SEVA membantu menghubungkan calon nasabah yang membutuhkan dana dengan layanan pembiayaan yang sesuai. Jika pengajuan memenuhi ketentuan dan berhasil sampai pencairan, anggota berpeluang memperoleh insentif.

Berbeda dari berjualan barang, aktivitas ini berfokus pada membangun relasi dan menemukan calon nasabah yang relevan. Karena itu, pendekatannya perlu mengutamakan kebutuhan calon nasabah, bukan sekadar membagikan tautan kepada sebanyak mungkin orang.

Bagaimana Potensi Insentif Teman SEVA?

Teman SEVA memiliki dua jenis insentif utama, yaitu Bonus Aplikasi dan Bonus Progresif, dengan ketentuan masing-masing.

  • Bonus Aplikasi: berkisar 1%–5% dari pokok hutang final yang disetujui. Bonus diberikan untuk referral yang berhasil memperoleh pencairan dana. Pembayarannya mengikuti ketentuan program, termasuk jadwal dua hari kerja setelah pencairan.
  • Bonus Progresif: berkisar 0,75%–2% dari total pokok hutang dalam satu bulan. Untuk memenuhi persyaratannya, anggota perlu menghasilkan minimal dua referral valid dengan total pokok hutang sekurang-kurangnya Rp100 juta dalam satu bulan. Pembayaran mengikuti ketentuan program yang berlaku.

Sebagai ilustrasi, apabila referral berhasil memperoleh persetujuan pokok hutang final sebesar Rp100 juta dan skema Bonus Aplikasi yang berlaku adalah 5%, perhitungannya menjadi:

Rp100.000.000 × 5% = Rp5.000.000.

Angka tersebut hanya contoh berdasarkan skema bonus 5%, bukan jaminan bahwa setiap referral dengan nilai yang sama akan menghasilkan bonus sebesar itu. Besaran insentif aktual mengikuti paket, tenor, nilai pembiayaan final, dan ketentuan program. Insentif juga dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, jangan menganggap Teman SEVA sebagai sumber penghasilan tetap Rp150.000 setiap hari. Insentif baru berpeluang diperoleh ketika referral memenuhi ketentuan, dan waktu pencairan insentif tidak selalu sejalan dengan target penghasilan harian.

Siapa yang Cocok Menjadi Teman SEVA?

Program ini dapat dipertimbangkan oleh sales, agen properti, pelaku usaha, pekerja yang aktif membangun relasi, atau siapa pun yang memiliki jaringan personal yang relevan.

Teman SEVA menyediakan keanggotaan Regular dan Plus. Persyaratan pendaftaran mencakup pengisian formulir, KTP, Kartu Keluarga, NPWP, serta rekening Bank Saqu. Keanggotaan Plus memiliki persyaratan tambahan berupa saldo minimum Rp500.000 di Bank Saqu sesuai ketentuan program.

Untuk memulai, kamu dapat mempelajari persyaratan, mekanisme referral, dan skema insentif melalui situs resmi SEVA.id. Setelah memahami ketentuannya, kamu bisa menentukan apakah aktivitas referral ini sesuai dengan waktu luang dan jaringan yang kamu miliki.

Cara Memilih Ide Sampingan yang Paling Sesuai

Delapan ide di atas tidak harus dijalankan sekaligus. Justru, memilih satu atau dua peluang yang sesuai dengan kondisi pribadi dapat membantu kamu lebih fokus.

Sebelum memutuskan, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  1. Waktu yang tersedia. Pilih pekerjaan yang tidak mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat.
  2. Modal awal. Perhitungkan biaya peralatan, bahan baku, transportasi, atau biaya operasional lainnya.
  3. Keterampilan. Manfaatkan kemampuan yang sudah dimiliki agar tidak perlu memulai semuanya dari nol.
  4. Potensi permintaan. Cari tahu apakah ada orang yang benar-benar membutuhkan produk atau jasa yang kamu tawarkan.
  5. Keuntungan bersih. Hitung pendapatan setelah dikurangi biaya, bukan hanya omzet atau bonus kotor.
  6. Risiko dan konsistensi. Hindari mengandalkan satu sumber penghasilan yang hasilnya tidak menentu tanpa menyiapkan rencana cadangan.

Kamu juga bisa membuat target mingguan terlebih dahulu. Misalnya, mulai dengan mengejar tambahan Rp300.000–Rp500.000 per minggu, kemudian mengevaluasi aktivitas yang paling efektif sebelum meningkatkan target.

Baca juga : Bukan Sekadar Influencer, Apa Itu Kreator Afiliasi? Simak Cara Kerja dan Peluang Bisnis Digitalnya di 2026

Kesimpulan

Bagaimana cara menghasilkan uang 150 ribu per hari di luar gaji? Ada banyak pilihan yang bisa dicoba pada 2026, mulai dari menjadi freelancer, affiliate marketer, penjual makanan, admin media sosial, reseller, tutor online, pembuat produk digital, hingga mengikuti program referral Teman SEVA.

Setiap pilihan memiliki kebutuhan waktu, modal, keterampilan, dan risiko yang berbeda. Tidak ada metode yang menjamin penghasilan Rp150.000 setiap hari, sehingga penting untuk menyesuaikan target dengan kondisi nyata dan menghitung keuntungan bersih secara cermat.

Jika kamu memiliki jaringan personal yang luas dan ingin mencoba peluang penghasilan dari referral, Teman SEVA bisa menjadi salah satu alternatif untuk dipelajari. Kenali mekanisme dan persyaratannya melalui SEVA.id, kemudian tentukan apakah program tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aktivitasmu.

FAQ

1. Apakah penghasilan sampingan harus dilaporkan dalam SPT Tahunan?

Penghasilan dapat memiliki kewajiban pelaporan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku dan kondisi wajib pajak.

2. Apakah pekerjaan sampingan bisa dilakukan jika masih terikat kontrak kerja?

Bisa saja, tetapi periksa perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan mengenai pekerjaan tambahan atau konflik kepentingan.

3. Bagaimana cara mengetahui peluang sampingan yang sedang banyak dicari?

Amati kebutuhan di lingkungan sekitar, tren pencarian, pertanyaan calon pelanggan, dan permintaan yang muncul di platform penjualan atau jasa.

4. Apakah boleh menjalankan dua pekerjaan sampingan sekaligus?

Boleh, selama mampu mengatur waktu, memenuhi tanggung jawab, dan tidak mengganggu kesehatan maupun pekerjaan utama.

5. Kapan sebaiknya penghasilan sampingan mulai ditabung?

Kamu bisa menyisihkan sebagian pendapatan setiap kali menerima pembayaran, setelah memperhitungkan biaya usaha dan kewajiban yang perlu dipenuhi.