Search Cars

Berita Utama Otomotif

Awas! Ban Mobil Botak Sebelah, Bahaya Mengintai!

Awas! Pernah nggak sih kamu memperhatikan kondisi ban mobilmu? Ban yang sehat tentu akan membuat perjalananmu lebih nyaman dan aman. Namun, bagaimana kalau ban mobilmu mulai botak, itupun hanya di satu sisi saja? Mungkin ada yang berpikir ban botak sebelah tidak terlalu bahaya. Eits, jangan salah! Kenyataannya, ban mobil botak sebelah bisa menjadi bahaya lho saat kamu berkendara.

Awas! Ban Mobil Botak Sebelah

Bahaya yang Mengintai dari Ban Mobil Botak Sebelah

Traksi Berkurang, Rawan Kecelakaan

Ban mobil yang sehat memiliki alur telapak untuk mengeluarkan air saat hujan. Nah, ban botak kehilangan kemampuan optimal dalam mengeluarkan air tersebut. Akibatnya, mobil lebih mudah tergelincir di permukaan jalan basah dan risiko kecelakaan pun meningkat. Kondisi ini di sebut dengan aquaplaning.

Bayangkan kamu sedang asyik berkendara di jalan tol saat hujan deras. Tiba-tiba ban mobilmu yang botak menginjak genangan air. Karena alurnya hampir hilang, ban tidak bisa mengeluarkan air dengan baik. Akibatnya, ban kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan dan mobil bisa tergelincir tanpa bisa di kendalikan. Serem, kan?

Jarak Pengereman Lebih Panjang 

Semakin botak ban mobil, semakin berkurang pula daya cengkeramnya ke permukaan jalan. Ini membuat mobil membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi. Tentunya hal ini sangat berbahaya ketika kamu harus melakukan pengereman mendadak.

Misalnya kamu sedang melaju di jalan raya dengan kecepatan 80 km/jam. Tiba-tiba ada mobil lain yang berhenti mendadak di depanmu. Dengan ban yang sehat, mobil mungkin bisa berhenti tepat waktu. Namun, dengan ban botak di satu sisi, jarak pengereman yang di butuhkan bisa lebih panjang. Parahnya lagi, ban botak tersebut justru ada di roda depan yang berperan penting dalam proses pengereman. Alhasil, benturan pun tak terhindarkan.

Awas! Rentan Bocor dan Pecah Ban 

Ban mobil yang botak memiliki lapisan karet yang semakin tipis. Ini membuat ban lebih mudah tertusuk benda tajam di jalanan seperti paku atau pecahan kaca. Selain itu, ban botak juga lebih rentan mengalami pecah ban saat melintasi jalan berlubang atau ketika mobil terlalu terisi penuh.

Bayangkan kamu sedang melintasi jalanan yang belum di aspal dengan baik. Permukaan jalan yang kasar dan penuh bebatuan tentu meningkatkan risiko tertusuk benda tajam. Nah, ban botak dengan lapisan karet yang tipis akan semakin mudah bocor atau bahkan pecah saat terkena benda tajam tersebut. Ini bisa membuatmu mendadak harus menepi dan membahayakan keselamatanmu dan penumpang lain.

Tidak Merata ausnya Ban 

Ban mobil botak sebelah biasanya menandakan adanya masalah pada kaki-kaki mobil, seperti masalah pada keselarasan roda (spooring) atau ketidakseimbangan ban (balancing). Kalau di biarkan, hal ini tidak hanya akan membuat satu ban cepat botak, tetapi juga berdampak pada keausan ban lainnya.

Kondisi ban botak sebelah biasanya di sebabkan oleh masalah pada sistem kaki-kaki mobil yang tidak beres. Misalnya karena keselarasan roda (spooring) yang tidak tepat atau ban yang tidak seimbang (balancing). Akibatnya, beban tertumpu pada satu sisi ban saja dan menyebabkannya lebih cepat aus di banding sisi lainnya. Kalau masalah ini di biarkan, ban lainnya lama-lama juga akan ikut cepat botak.

Ujung-ujungnya, kamu harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengganti semua ban sekaligus.

Pentingnya Menjaga Keausan Ban Mobil

Untuk menghindari bahaya yang di sebutkan tadi, ada baiknya kamu selalu memperhatikan kondisi ban mobilmu. Periksa ketebalan alur telapak ban secara rutin. Umumnya, ban mobil sudah waktunya di ganti ketika ketebalan alurnya sudah mendekati Tread Wear Indicator (TWI) atau tanda batas keausan ban. TWI ini biasanya berupa tonjolan kecil pada telapak ban.

Berikut beberapa tips untuk menjaga keausan ban mobil:

  • Periksa tekanan angin ban secara rutin. Tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat menyebabkan ban lebih cepat aus, terutama pada bagian yang terlalu terbebani.
  • Lakukan rotasi ban secara berkala. Rotasi ban membantu memeratakan keausan ban dan memaksimalkan umur pakainya.
  • Hindari membawa beban berlebihan pada mobil. Beban yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada ban dan menyebabkannya lebih cepat aus.
  • Perhatikan cara mengemudi. Hindari gaya mengemudi yang agresif, seperti mengerem dan mengakselerasi secara mendadak, karena dapat menyebabkan ban lebih cepat aus.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan spooring dan balancing secara berkala sesuai dengan anjuran pabrikan mobil atau minimal setiap 6 bulan sekali. Dengan perawatan yang tepat, ban mobilmu bisa awet dan perjalananmu pun akan lebih aman dan nyaman.

Ingat, ban mobil yang sehat adalah ban yang memiliki ketebalan alur yang cukup. Jangan abaikan kondisi ban mobil botak sebelah dan segera lakukan penggantian ban atau perawatan ketika di perlukan. Dengan kesadaran akan pentingnya keausan ban, kamu bisa menghindari bahaya yang mengintai dan menikmati perjalanan yang lebih menyenangkan.

Tertarik Beli Mobil di SEVA??

Yuk isi informasi kamu dan langsung ngobrol dengan agen SEVA. Kami akan menghubungi kamu dalam 1x24jam.

Nama Lengkap

Nomor Handphone

+62

Nomor yang kamu masukkan tidak valid.

Jelajahi Layanan SEVA

Mobil Baru

Pilih mobil impian kamu dari berbagai merek dengan jaminan kualitas Astra

Pelajari Lebih Lanjut

Mobil Bekas

Beli mobil bekas berkualitas dengan pembiayaan dari Astra

Pelajari Lebih Lanjut

Fasilitas Dana

Solusi untuk kebutuhan dana langsung cair dengan jaminan BPKB mobil

Pelajari Lebih Lanjut

Layanan Surat Kendaraan

Urus surat kendaraanmu dengan mudah dan nyaman

Pelajari Lebih Lanjut

Rekomendasi Mobil Untukmu

Baca juga dari SEVA blog

Muat lebih banyak lagi

Join Yuk, Agar Tetap Update!

Dapatkan tips, berita, review, dan penawaran terbaru dari SEVA!

Email

Dengan mengirimkan email Anda, Anda menyetujui Ketentuan dan Pemberitahuan Privasi kami. Anda dapat memilih keluar kapan saja. Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan Kebijakan Privasi serta Ketentuan Layanan berlaku.