5 Hal yang Mempengaruhi Harga Emas Naik atau Turun

Mau investasi tapi harga emas naik-turun terus. Kira-kira apa hal yang mempengaruhi harga emas? Ini penyebabnya.

harga emas naik

Salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat adalah logam mulia berupa emas. Namun, yang namanya investasi, ada saja hal yang mempengaruhi harga emas naik maupun turun.

Emas diyakini sebagai bentuk investasi yang aman dan cocok bagi orang yang belum mau mengambil risiko dibanding investasi lain. 

Mengutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, pergerakan harga emas cenderung mengalami kenaikan. Pada tahun 2015, harga emas di Indonesia berkisar antara Rp 490.000 sampai Rp 530.000 per gram. 

Harga emas saat ini per 1 Juli 2021 sudah di angka Rp 932.000 per gram, bahkan pada bulan Agustus 2020 harga emas diperkirakan mencapai Rp 1.065.000 per gram, lho!

Baca juga: Menabung dan Investasi, Mana yang Harus Didahulukan?

Lantas, apa sih hal yang mempengaruhi harga emas bisa naik turun setiap tahunnya? Berikut lima faktor yang mempengaruhi harga emas.

Penawaran dan permintaan emas

Hal yang mempengaruhi harga emas tentu saja adalah hukum permintaan dan penawaran. Suatu barang akan naik harganya jika permintaan tinggi, kalau permintaan turun maka harganya juga turun.

Begitu pula dengan emas, jika jumlah peminat emas meningkat tinggi melebihi penawarannya, maka harganya akan naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih besar daripada permintaan maka harga emas akan turun.

Perubahan kurs

Perubahan kurs dolar Amerika Serikat (AS) juga mempengaruhi harga emas. Pergerakan harga emas bisa dikatakan berlawanan dengan dolar AS.

Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, harga emas lokal justru mengalami kenaikan. Sebaliknya, apabila rupiah menguat harga emas lokal turun.

Baca juga: Strategi Jitu untuk Menghadapi Krisis Finansial dengan Cepat

Lemahnya dolar AS biasanya mendorong kenaikan harga emas dunia. Tak heran jika investor memilih menjual dolar dan membeli emas karena dinilai mampu melindungi nilai aset.

 

Kondisi global yang tak pasti

Kondisi ekonomi, krisis atau resesi global dapat mempengaruhi harga emas. Tak hanya itu, kondisi politik terutama yang menyangkut kepentingan AS juga bisa memberi dampak pada harga emas.

Dalam situasi global yang kurang stabil, para investor tak berani mengambil risiko untuk terjun ke investasi berisiko tinggi seperti saham. 

Pada situasi inilah emas seringkali dianggap penyelamat karena biasanya harganya naik pesat saat krisis terjadi.

Dalam kondisi krisis pun nilai emas akan tetap terjaga dan permintaan emas tidak berkurang meski ketersediaannya terbatas.

Laju inflasi

Hal yang mempengaruhi harga emas lainnya adalah inflasi. Sama seperti pada saat krisis, ketika inflasi terjadi nilai emas konstan, berbeda dengan uang kertas yang mengalami penurunan nilai.

Bahkan semakin tinggi tingkat inflasi, semakin mahal pula harga emas. Makanya, banyak masyarakat maupun investor yang mengamankan aset mereka dalam bentuk emas karena nilainya tak tergerus inflasi.

Baca juga: Mengenal Mata Uang Kripto, Bukan Hanya Bitcoin dan Dodgecoin

Suku bunga

Suku bunga juga punya pengaruh terhadap naik turunnya harga emas. Ketika suku bunga rendah, harga emas akan naik. Sebaliknya, jika suku bunga naik, harga emas cenderung turun.

Saat suku bunga naik, orang akan lebih memilih untuk menyimpan uangnya dalam bentuk deposito yang memiliki bunga tinggi dibandingkan emas.

Itulah lima hal yang mempengaruhi harga emas bisa naik atau turun. Setelah tahu soal faktor-faktor tersebut, tertarik kah untuk berinvestasi emas?

Apapun jenis investasinya, selalu perhatikan kondisi pasar dan juga situasi sekitar sebelum membeli atau menjual emas agar kamu bisa melakukan investasi di saat yang tepat.