Kriteria Kendaraan yang Diizinkan Keluar Masuk Jabodetabek Saat PSBB

By rekaharnis - May 19, 2020

PSBB resmi dikeluarkan, namun ada beberapa kriteria kendaraan yang masih diperbolehkan untuk keluar masuk Jabodetabek.

keluar masuk jabodetabek

Moda transportasi kembali beroperasi selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Kamis lalu (7/5). Meski begitu, larangan mudik tetap berjalan, sehingga hanya warga yang diberikan dispensasi dengan syarat tertentu yang tetap diperbolehkan bepergian.

Dilansir dari Kumparan.com, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 berisi kriteria orang yang diperbolehkan bepergian, khususnya keluar atau masuk wilayah PSBB dengan kendaraan pribadi dan transportasi umum.

Kepala Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengatakan aturan ini juga berlaku untuk masyarakat selain ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, Lembaga Usaha, petugas penanganan COVID-19 dan repatriasi yang ingin kembali ke Indonesia.

Pengecualian diberikan kepada masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan termasuk jika ada keluarganya yang sakit keras. Meski begitu, tetap ada syarat yang harus dipenuhi bagi mereka yang akan berpergian.

Baca juga: Tips Mengatur Dana Darurat Selama Masa PSBB, yuk Berhemat!

Pengendara masih diperbolehkan keluar masuk Jabodetabek atau wilayah PSBB jika dengan tujuan bekerja atau kesehatan dan memiliki surat keterangan dari RT, RW, serta kelurahan.

Berikut kriteria dan syarat bagi masyarakat yang boleh berkendara saat PSBB sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020.

Kriteria Pengecualian

A. Perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan:

  • Pelayanan percepatan penanganan COVID-19
  • Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum
  • Pelayanan kesehatan
  • Pelayanan kebutuhan dasar
  • Pelayanan pendukung layanan dasar
  • Pelayanan fungsi ekonomi penting

B. Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia.

Berita Terkait

Author