Kenapa Salah Pakai Oli Merusak Mesin dan Boros BBM?

Oli merupakan cairan yang berfungsi untuk melindungi dan mendukung performa mesin saat sedang bekerja. Maka dari itu, penggunaan oli yang sesuai dengan kebutuhan mobil merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh pemiliknya.

 

Salah satu caranya adalah dengan melihat tingkat kekentalan oli. Pada kemasan oli akan tertulis tingkat kekentalannya, seperti SAE 10W – 30, 20W – 50, dan lain-lain. Jika kekentalan oli tidak sesuai dengan kebutuhan, dikhawatirkan mobil akan boros BBM.

 

Oli yang terlalu encer

Oli yang terlalu encer akan sulit melumasi mesin secara menyeluruh, apalagi mesin yang memiliki celah komponen lebar.  Mesin mobil yang memiliki celah komponen lebar lebih baik menggunakan oli yang lebih kental agar dapat bekerja dengan baik.

 

Apabila memaksakan memakai oli terlalu encer, komponen-komponen mesin akan bergerak atau bergesekan tanpa pelumasan. Akibatnya, komponen tersebut bisa mengalami panas yang berlebih (overheat) dan membuat mesin jebol.

 

Hal ini juga akan membuat konsumsi BBM lebih boros karena akan menghambat komponen mobil yang bergesekan, seperti roda gigi, silinder mesin, dan sebagainya.

 

Oli yang terlalu kental

Sama dengan kasus di atas, oli yang terlalu kental juga tidak akan melumasi mesin secara sempurna jika digunakan pada mesin bercelah sempit. Oli akan sulit masuk ke celah-celah sempit sehingga beberapa bagian mesin tidak mendapatkan suplai oli yang baik.

 

Selain beresiko overheat, komponen-komponen mesin juga berpeluang untuk retak. Keretakan itu akan menyebabkan masuknya air ke dalam mesin, yang seharusnya ruangan mesin tersebut hanya untuk oli saja.

 

Teknologi mesin juga memengaruhi pemilihan oli

Saat ini, setiap pabrikan memiliki teknologi pengaturan katup variabel dengan istilah yang berbeda-beda, misalnya VVT-i, Valvematic, VANOS, Valvetronic, dan lain-lain. Teknologi pengaturan katup variabel ini mengandalkan tenakan oli mesin untuk bisa bergerak.

 

Oleh karena itu, oli yang digunakan juga harus sesuai dengan teknologi mesin. Biasanya, mobil dengan teknologi terkini memiliki jalur pelumas yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil jadul, sehingga kebutuhan olinya juga berbeda.

 

Memilih oli yang tepat

Untuk berbagai masalah itu, jangan memakai oli yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan karena akan berdampak buruk bagi mesin mobil. Lalu, bedakan juga oli mesin bensin dengan diesel karena memiliki spesifikasi yang berbeda. Untuk membedakannya, lihat kode yang tertera pada kemasan.

 

Selanjutnya, tahun produksi mobil juga berpengaruh pada kebutuhan oli. Pemakaian mobil yang dilakukan secara terus-menerus akan membuat celah antar komponen semakin lebar akibat adanya gesekan yang terjadi.

 

Gesekan yang terjadi selama bertahun-tahun akan menyebabkan keausan mesin. Nah, tingkat keausan tersebut perlu diimbangi dengan oli. Semakin lebar celah di mesin, semakin kental juga oli yang digunakan, terutama di bagian dinding silinder.

Perlindungan pada dinding silinder sangat penting karena menghubungkan oli mesin dengan jalur bahan bakar. Jangan sampai bahan bakar menyusup masuk ke sistem sirkulasi pelumasan karena akan membuat kualitas oli menurun.

 

Solusinya, baca terlebih dahulu buku manual mobil Anda atau konsultasikan dengan mekanik di bengkel resmi. Pemakaian oli yang tepat akan memperpanjang umur mesin serta membuat tarikan mobil menjadi lebih enteng dan halus.

 

Terakhir, lakukan servis berkala secara teratur. Untuk menghemat waktu, lakukan booking service terlebih dahulu di Seva.id. Jadi, Anda tidak perlu menunggu lama ketika mengantri.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *