Travel & Lifestyle

Di Eropa Ada Wisata Apa Saja? Ini 25 Destinasi Terbaik yang Wajib Masuk Bucket List 2026

Eropa selalu punya cara untuk membuat rencana liburan terasa lebih menarik. Dalam satu kawasan, kamu bisa menemukan kota dengan bangunan berusia ratusan tahun, desa di tengah pegunungan, pantai dengan air sebening kristal, hingga museum dan landmark yang sudah mendunia. Tidak heran jika pertanyaan “di Eropa ada wisata apa saja” sering muncul ketika seseorang mulai menyusun itinerary perjalanan ke benua tersebut.

Untuk traveler dari Indonesia, perjalanan ke Eropa memang membutuhkan perencanaan yang lebih matang, terutama karena jaraknya jauh dan biaya perjalanan relatif besar. Selain menentukan negara tujuan, kamu juga perlu memperhitungkan tiket pesawat, akomodasi, transportasi antar kota, konsumsi, tiket objek wisata, hingga kebutuhan dana cadangan.

Kabar baiknya, pilihan destinasi di Eropa sangat beragam. Kamu tidak harus mengunjungi semua negara sekaligus. Dengan memilih beberapa kota yang lokasinya berdekatan dan menyusun anggaran sejak awal, perjalanan bisa dibuat lebih terarah. Berikut 25 destinasi yang bisa masuk bucket list liburan Eropa 2026.

Baca juga : 9 Tips Liburan Hemat Tanpa Menguras Tabungan

25 Destinasi Wisata Eropa yang Bisa Masuk Bucket List 2026

1. Paris, Prancis

Paris menjadi salah satu pilihan klasik untuk perjalanan pertama ke Eropa. Menara Eiffel, Museum Louvre, Sungai Seine, dan kawasan bersejarah di pusat kota menawarkan kombinasi wisata budaya, sejarah, arsitektur, dan kuliner.

Kawasan tepi Sungai Seine di Paris juga termasuk Warisan Dunia UNESCO. Area ini mencakup sejumlah landmark penting, termasuk Louvre dan Menara Eiffel.

2. Roma, Italia

Roma cocok untuk kamu yang menyukai sejarah. Colosseum, Roman Forum, Pantheon, dan berbagai bangunan bersejarah membuat perjalanan ke kota ini terasa seperti menjelajah masa lalu.

Roma juga menarik karena kamu bisa menggabungkan wisata sejarah dengan kuliner khas Italia, seperti pasta, pizza, dan gelato.

3. Venesia, Italia

Venesia menawarkan pengalaman yang berbeda. Kota ini terkenal dengan kanal air, gondola, jembatan bersejarah, dan suasana kota tua yang unik.

Agar perjalanan lebih nyaman, buat jadwal kunjungan dengan memperhitungkan waktu ramai dan musim perjalanan.

4. Florence, Italia

Florence merupakan pilihan menarik bagi pencinta seni dan arsitektur. Kota ini memiliki banyak bangunan bersejarah serta menjadi salah satu pusat penting perkembangan seni Renaissance.

5. Milan, Italia

Jika kamu lebih menyukai perpaduan wisata kota, mode, kuliner, dan sejarah, Milan bisa masuk itinerary. Duomo di Milano menjadi salah satu landmark paling terkenal di kota ini.

6. Santorini, Yunani

Santorini dikenal dengan bangunan putih, kubah biru, dan pemandangan Laut Aegea. Destinasi ini cocok untuk menikmati suasana santai sekaligus berburu pemandangan matahari terbenam.

7. Athena, Yunani

Athena menawarkan perjalanan yang kuat dengan nuansa sejarah. Acropolis dan Parthenon menjadi daya tarik utamanya. Kota ini cocok untuk traveler yang ingin menggabungkan wisata sejarah dengan kehidupan perkotaan modern.

8. Barcelona, Spanyol

Barcelona memiliki karakter yang berbeda dari banyak kota Eropa lainnya. Arsitektur Antoni Gaudí, kawasan Gothic Quarter, serta suasana Mediterania menjadi daya tarik utama.

9. Madrid, Spanyol

Madrid menawarkan pengalaman metropolitan dengan museum, taman, alun-alun, dan kuliner khas Spanyol. Kota ini dapat menjadi pilihan bagi traveler yang ingin merasakan suasana ibu kota Eropa yang hidup.

10. Swiss Alps, Swiss

Kalau kamu mencari pemandangan alam, Swiss Alps layak dipertimbangkan. Pegunungan, danau, desa yang tenang, serta kereta api dengan pemandangan pegunungan menjadi pengalaman yang berbeda dari wisata kota.

11. Interlaken, Swiss

Interlaken populer sebagai salah satu basis perjalanan menuju kawasan pegunungan Swiss. Destinasi ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati alam, udara sejuk, dan aktivitas luar ruangan.

12. Lucerne, Swiss

Lucerne menawarkan kombinasi danau, pegunungan, dan kota tua. Chapel Bridge dan Danau Lucerne menjadi beberapa daya tarik yang bisa dimasukkan ke dalam itinerary.

13. Amsterdam, Belanda

Amsterdam terkenal dengan kanal, rumah-rumah khas, museum, dan suasana kota yang nyaman untuk dijelajahi. Bersepeda atau berjalan kaki menjadi salah satu cara menarik untuk menikmati kota.

14. London, Inggris

London bisa menjadi pilihan jika kamu ingin menggabungkan wisata sejarah, budaya, belanja, dan hiburan. Big Ben, Tower Bridge, Buckingham Palace, serta berbagai museum menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Perlu diperhatikan, Inggris bukan bagian dari kawasan Schengen, sehingga aturan masuknya berbeda dengan negara-negara Schengen.

15. Prague, Republik Ceko

Prague menawarkan suasana kota tua dengan arsitektur klasik. Charles Bridge, Old Town Square, dan Prague Castle menjadi beberapa tempat yang populer dikunjungi wisatawan.

16. Vienna, Austria

Vienna dikenal dengan bangunan bergaya klasik, museum, istana, dan tradisi musiknya. Kota ini cocok untuk itinerary yang mengutamakan sejarah dan budaya.

17. Budapest, Hungaria

Budapest menarik karena menawarkan pemandangan Sungai Danube, bangunan bersejarah, serta pengalaman pemandian air panas. Kota ini juga dapat menjadi alternatif bagi traveler yang ingin mengeksplorasi Eropa Tengah.

18. Berlin, Jerman

Berlin memiliki sejarah modern yang kuat. Kamu bisa menemukan berbagai museum, monumen, serta peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Jerman dan Eropa.

19. Munich, Jerman

Munich menawarkan kombinasi kota modern, bangunan bersejarah, taman, dan akses menuju kawasan Bavaria. Destinasi ini juga dapat dijadikan titik awal untuk mengeksplorasi wilayah sekitar.

20. Hallstatt, Austria

Hallstatt terkenal dengan desa di tepi danau dan latar pegunungan yang dramatis. Ukurannya relatif kecil sehingga cocok dijadikan tujuan singkat dalam itinerary Austria.

21. Dubrovnik, Kroasia

Dubrovnik terkenal dengan kota tua berdinding batu dan pemandangan Laut Adriatik. Suasana kawasan bersejarahnya menjadi alasan kota ini menarik untuk dimasukkan ke dalam perjalanan Eropa.

22. Lisbon, Portugal

Lisbon menawarkan suasana kota yang penuh warna dengan jalan berbukit, bangunan bersejarah, trem klasik, serta kuliner khas Portugal. Kota ini cocok untuk traveler yang mencari pengalaman Eropa dengan nuansa berbeda.

23. Porto, Portugal

Porto memiliki karakter kota tua yang kuat dengan bangunan berwarna-warni dan pemandangan Sungai Douro. Kota ini dapat menjadi alternatif setelah menjelajahi Lisbon.

24. Reykjavik dan kawasan sekitarnya, Islandia

Islandia cocok untuk kamu yang ingin mengejar pengalaman alam. Lanskap vulkanik, air terjun, geyser, dan fenomena alam menjadi daya tarik utamanya. Karena karakter destinasinya berbeda, perjalanan ke Islandia sebaiknya disiapkan dengan itinerary dan anggaran yang lebih matang.

25. Copenhagen, Denmark

Copenhagen menawarkan kombinasi desain, arsitektur, kanal, kawasan kota tua, dan budaya Skandinavia. Kota ini dapat menjadi pilihan bagi traveler yang ingin mengeksplorasi Eropa Utara.

Bagaimana Memilih Destinasi Eropa Sesuai Gaya Liburan?

Setelah mengetahui di Eropa ada wisata apa saja, tantangan berikutnya adalah menentukan destinasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Jangan hanya memilih tempat berdasarkan foto yang terlihat menarik di media sosial. Pertimbangkan juga jarak antarkota, durasi perjalanan, musim, biaya transportasi, dan harga akomodasi.

Berikut gambaran sederhananya:

  1. Suka sejarah: Roma, Athena, Paris, Berlin, dan Vienna.
  2. Suka alam: Swiss Alps, Interlaken, Islandia, Santorini, dan Hallstatt.
  3. Suka kota romantis: Paris, Venesia, Prague, dan Vienna.
  4. Suka kuliner: Italia, Spanyol, Portugal, dan Prancis.
  5. Suka wisata perkotaan: London, Amsterdam, Madrid, Milan, dan Berlin.
  6. Suka suasana pantai: Santorini dan Dubrovnik.

Dengan menentukan prioritas sejak awal, kamu tidak perlu memaksakan terlalu banyak kota dalam satu perjalanan.

Perhatikan Aturan Perjalanan Eropa pada 2026

Traveler Indonesia yang berencana mengunjungi kawasan Schengen perlu memperhatikan aturan perjalanan terbaru. Pemegang paspor Indonesia membutuhkan visa Schengen untuk masuk ke kawasan Schengen. Visa tersebut pada umumnya memungkinkan perjalanan hingga 90 hari dalam periode 180 hari, sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada 2026, sistem perjalanan Eropa juga mengalami perubahan. Entry/Exit System atau EES sudah sepenuhnya beroperasi sejak 10 April 2026 di perbatasan eksternal kawasan Schengen. Sistem ini mencatat data perjalanan dan biometrik bagi warga negara non-Uni Eropa yang melakukan perjalanan singkat ke kawasan tersebut.

Sementara itu, ETIAS belum beroperasi dan direncanakan mulai diterapkan pada kuartal terakhir 2026. Waktu mulai yang pasti akan diumumkan oleh Uni Eropa.

Karena itu, sebelum berangkat, pastikan kamu memeriksa aturan terbaru dari sumber resmi dan negara yang menjadi tujuan utama perjalanan.

Cara Menyiapkan Anggaran Liburan ke Eropa

Liburan ke Eropa membutuhkan dana yang cukup besar karena ada banyak komponen biaya. Agar tidak mengganggu kondisi keuangan setelah pulang, buat anggaran berdasarkan kebutuhan nyata.

Beberapa pos yang sebaiknya disiapkan antara lain:

  • Tiket pesawat pulang-pergi.
  • Visa dan kebutuhan administrasi perjalanan.
  • Hotel atau penginapan.
  • Transportasi antarkota dan dalam kota.
  • Makanan dan minuman.
  • Tiket masuk objek wisata.
  • Asuransi perjalanan bila diperlukan.
  • Internet atau roaming.
  • Belanja dan oleh-oleh.
  • Dana darurat.

Sebaiknya pisahkan dana liburan dari dana untuk kebutuhan rutin. Dengan begitu, perjalanan tidak membuat arus kas bulanan menjadi terlalu berat.

Kamu juga bisa membuat target tabungan berdasarkan waktu keberangkatan. Misalnya, jika kebutuhan perjalanan diperkirakan Rp60 juta dan keberangkatan masih 12 bulan lagi, target tabungan rata-rata sekitar Rp5 juta per bulan. Angka tersebut tentu perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan finansial masing-masing.

Butuh Dana Tambahan untuk Traveling? Ajukan SEVA DanaPlus!

Rencana perjalanan terkadang membutuhkan dana yang lebih besar dari tabungan yang sudah disiapkan. Selain tiket dan penginapan, kamu mungkin membutuhkan biaya untuk perlengkapan perjalanan, transportasi, atau kebutuhan lain sebelum keberangkatan.

Jika membutuhkan dana tambahan, salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah SEVA DanaPlus. Fasilitas ini merupakan pinjaman dana dengan jaminan BPKB mobil yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan traveling, selama pengajuan memenuhi persyaratan dan kemampuan pembayaran.

SEVA DanaPlus menawarkan dana hingga Rp500 juta, bunga mulai dari 0,75% per bulan, serta pilihan tenor hingga 48 bulan. Besaran bunga, plafon, dan persetujuan tetap bergantung pada hasil analisis pengajuan dan ketentuan yang berlaku.

Pengajuannya juga dapat dimulai secara online dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Isi formulir pengajuan secara online di SEVA.id. Proses pengisian membutuhkan waktu sekitar 30 detik.
  2. Tunggu konfirmasi dari tim SEVA.
  3. Lanjutkan proses pengajuan sesuai persyaratan yang ditentukan.
  4. Pencairan dana.

Untuk pengajuan, beberapa dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  1. KTP pemohon dan pasangan jika sudah menikah.
  2. Kartu Keluarga.
  3. NPWP.
  4. BPKB mobil.
  5. STNK mobil.
  6. Cover buku tabungan.

Prosesnya meliputi pengisian formulir, konfirmasi dengan tim SEVA, survei dan validasi aset, kemudian pencairan apabila pengajuan disetujui.

SEVA bekerja sama dengan Astra Credit Companies (ACC), perusahaan pembiayaan yang tercatat dalam direktori lembaga pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan.

Jika kamu memang membutuhkan dana untuk traveling ke Eropa, pastikan pengajuan dilakukan secara bijak. Hitung terlebih dahulu total biaya perjalanan dan cicilan yang nantinya harus dibayar. Jangan mengambil pinjaman hanya untuk memenuhi keinginan jika cicilannya berpotensi mengganggu kebutuhan utama.

Contoh Simulasi SEVA DanaPlus

Sebagai gambaran, berikut contoh simulasi pinjaman:

  • Jumlah pinjaman: Rp50 juta
  • Tenor: 12 bulan
  • Bunga: mulai dari 0,75% per bulan
  • Perkiraan angsuran: sekitar Rp4.542.000 per bulan

Angka tersebut hanya merupakan simulasi dan bukan jaminan persetujuan pinjaman.

Sebelum mengajukan, kamu tetap perlu mempertimbangkan pendapatan, pengeluaran rutin, kewajiban lain, serta kemampuan membayar cicilan sampai tenor berakhir.

Tips Membuat Itinerary Eropa agar Lebih Hemat

Setelah menentukan destinasi, langkah berikutnya adalah membuat itinerary yang efisien. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak kota dalam satu perjalanan.

Agar anggaran lebih terkendali, kamu bisa menerapkan beberapa strategi berikut:

  1. Gabungkan kota yang berdekatan. Misalnya Paris dapat dikombinasikan dengan destinasi di Eropa Barat lainnya.
  2. Bandingkan transportasi. Kereta, bus, dan penerbangan antarkota bisa memiliki perbedaan harga yang cukup besar.
  3. Pesan akomodasi lebih awal. Bandingkan lokasi, fasilitas, dan biaya tambahan sebelum melakukan reservasi.
  4. Buat batas pengeluaran harian. Tentukan anggaran untuk makan, transportasi, dan aktivitas.
  5. Sisihkan dana cadangan. Jangan menghabiskan seluruh dana perjalanan untuk itinerary utama.
  6. Cek musim perjalanan. Harga dan kondisi destinasi dapat berbeda antara musim ramai dan musim sepi.

Perencanaan tersebut penting karena perjalanan ke Eropa bukan sekadar membeli tiket pesawat. Total biaya selama berada di sana justru perlu diperhitungkan secara menyeluruh.

Baca juga : SEVA DanaPlus: Nama Baru Fasilitas Dana SEVA, Solusi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil dari Astra

Kesimpulan

Jadi, di Eropa ada wisata apa saja? Pilihannya sangat beragam, mulai dari Paris, Roma, Venesia, Santorini, Barcelona, Swiss Alps, Amsterdam, London, Prague, Vienna, hingga destinasi alam seperti Islandia. Setiap tempat menawarkan pengalaman berbeda sehingga pilihan terbaik bergantung pada gaya liburan, durasi perjalanan, dan anggaran yang kamu miliki.

Untuk perjalanan 2026, jangan lupa memperhatikan aturan masuk kawasan Schengen, termasuk penerapan EES yang sudah berlaku penuh sejak April 2026 dan rencana penerapan ETIAS pada kuartal terakhir 2026.

Jika dana perjalanan masih perlu disiapkan dan kamu memiliki mobil dengan BPKB sebagai jaminan, SEVA DanaPlus dapat menjadi salah satu opsi pembiayaan yang bisa dipertimbangkan. Pastikan kebutuhan dana, bunga, tenor, dan kemampuan membayar sudah dihitung dengan matang sebelum mengajukan.

FAQ

1. Apa negara Eropa yang cocok untuk perjalanan pertama?
Prancis, Italia, Swiss, Belanda, dan Austria bisa menjadi pilihan populer.

2. Berapa lama idealnya liburan ke Eropa?
Sekitar 10–14 hari cukup untuk itinerary beberapa kota tanpa terlalu terburu-buru.

3. Apakah semua negara Eropa menggunakan euro?
Tidak. Sejumlah negara Eropa memiliki mata uang sendiri.

4. Kapan waktu terbaik untuk memesan tiket ke Eropa?
Sebaiknya lakukan perbandingan harga jauh sebelum tanggal keberangkatan.

5. Apakah traveling ke Eropa harus mengunjungi banyak negara?
Tidak. Beberapa kota dalam satu atau dua negara juga bisa memberikan pengalaman perjalanan yang lengkap.