Trik Mengatur Keuangan Pribadi Saat PPKM Resmi Diperpanjang

By Amalia Kartika - Juli 22, 2021

Saatnya kembali mengatur keuangan pribadi saat PPKM darurat diperpanjang. Baca tips selengkapnya di sini.

mengatur keuangan pribadi

Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama 5 hari hingga 25 Juli 2021. 

Oleh karena itu, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan manajemen atau mengatur keuangan pribadi, karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Baca juga: Tips Mengatur Dana Darurat Selama Masa PSBB, yuk Berhemat!

Sebelum terlambat, lebih baik cegah pengeluaran berlebih atau kurang perlu demi mengantisipasi keadaan atau kebutuhan darurat.

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan pribadi di masa PPKM?

Berikut beberapa trik yang bisa kamu lakukan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Lakukan evaluasi keuangan

Langkah pertama untuk mengatur keuangan pribadi adalah melakukan evaluasi kondisi keuangan saat ini.

Coba lihat apakah ada pengeluaran yang membengkak dan yang berkurang selama PPKM Darurat.

Jangan lupa cek jumlah utang atau cicilan yang masih belum dilunasi. Kemudian, periksa pengeluaran yang mungkin tidak masuk dalam perencanaanmu.

Baca juga: 7 Cara Melunasi Utang yang Menumpuk, Susah Tapi Realistis

Setelah itu, anggaran yang tidak terpakai bisa kamu alokasikan ke pengeluaran lain, misalnya bayar cicilan, utang, dan sebagainya.

Apabila tidak ada kebutuhan yang mendesak, sebaiknya langsung masukkan ke tabungan saja ya.

2. Gunakan formula 40-30-20-10

Demi mempermudah kamu mengalokasikan anggaran keuangan, kamu bisa menggunakan formula 40-30-20-10.

Pembagiannya adalah sebagai berikut.

  • 40% pendapatan digunakan untuk tagihan bulanan dan keperluan sehari-hari.
  • 30% untuk membayar cicilan dan utang jika memilikinya.
  • 20% untuk tabungan dan investasi.
  • 10% untuk zakat atau sedekah lainnya.

Jika tidak memiliki utang yang perlu dilunasi, kamu bisa memindahkan 10% ke pengeluaran sehari-hari, 10% untuk tabungan atau investasi, dan 10% lagi untuk hiburan.

Baca juga: Menabung dan Investasi, Mana yang Harus Didahulukan?

Bisa juga dipakai untuk mengembangkan diri atau pengeluaran tidak terduga, tergantung bagaimana kamu menyiasatinya.

3. Selalu catat pengeluaran

Mungkin beberapa orang tidak terlalu peduli dengan pengeluaran yang dilakukan. Namun, jika terus begitu kamu tidak akan tahu ke mana uang pergi. 

Maka dari itu, usahakan selalu mencatat pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Keuangan Keluarga Kecil Kamu

Tujuannya agar mengetahui apakah pengeluaran yang dilakukan sudah sesuai dengan perencanaan keuangan atau tidak.

Mencatat pengeluaran sangat penting, apalagi di situasi seperti PPKM Darurat saat ini. Jangan sampai ada pengeluaran yang berlebihan dan tidak sesuai dengan anggaran.

4. Punya dana darurat dan asuransi

Lalu, penting untuk memastikan kamu memiliki dana darurat yang cukup, karena sangat bermanfaat untuk digunakan di situasi tertentu, terutama saat ada krisis finansial.

Besaran dana darurat yang perlu disiapkan tergantung dengan kondisi masing-masing. Jika belum berkeluarga, siapkan sebesar 4 sampai 6 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Baca juga: Dasar-dasar Keuangan yang Harus Diajarkan ke Anak Sejak Dini

Setelah itu, untuk yang sudah berkeluarga tapi belum punya tanggungan anak, lebih baik mengumpulkan 9 kali pengeluaran bulanan.

Sedangkan yang sudah punya tanggungan anak, perlu mengumpulkan kira-kira sebanyak 12 kali pengeluaran bulanan.

Selain dana darurat, kamu juga butuh asuransi, terutama asuransi kesehatan.

Baca juga: 5 Cara Membuka Usaha dengan Modal Rp2 Juta, Beneran Bisa?

Asuransi sangat membantu jika anggota keluarga ada yang membutuhkan. Kamu tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatan rumah sakit.

Berita Terkait

Author