Traveling ke Cirebon, Jangan Lupa Jajal Wisata Sejarah dan Kuliner Ini

By Arris Riehady - November 7, 2017

Dengan jalan tol Cipali yang menghubungkan Cikampek menuju Palimanan sebagai pintu gerbang Cirebon, jika dari Jakarta, kota ini dapat diakses dengan mobil (pribadi) maupun bus. Waktu tempuh melalui jalur ini pun lebih ringkas dibandingkan bila lewat jalur Pantai Utara, yaitu hanya 3,5 jam.

 

Berikut yang wajib dicoba jika Anda liburan ke Cirebon.

 

TEMPAT WISATA

Pernah menjadi sebagai salah satu kota pelabuhan tersibuk di Jawa, berkunjung ke Cirebon berarti berwisata sejarah, seperti:

 

Makam Sunan Gunung Jati
Selain berziarah, Makam Sunan Gunung Jati juga menyimpan obyek menarik lainnya, termasuk sejumlah keramik dari China yang merupakan tanda cinta Putri Ong Tien, anak Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming, untuk sang sunan.

 

Beberapa keramik ini dijadikan dekorasi dinding makam, sementara sisanya ditaruh di sekitar makam, mulai dari piring keramik yang dilukis biru, keramik untuk hiasan dinding, guci keramik, hingga beragam perkakas keramik lainnya. Makam Putri Ong Tien sendiri hanya beberapa meter jauhnya dari makam sang sunan.

 

Keraton Kanoman
Akses menuju keraton ini tertutup keriuhan Pasar Kanoman karena memang sejak dulu alun-alun di muka keraton menjadi pusat berkumpul dan pusat perekonomian warga.

 

Dengan tiket seharga Rp 7.000 per orang, di keraton ini terdapat barang-barang bersejarah, seperti Kereta Perang Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana berbentuk burung Buraq yang masih terawat.

 

Tak jauh dari kereta, terdapat bangsal Jinem atau pendopo untuk menerima tamu, penobatan sultan, dan pemberian restu.

 

Seperti situs bersejarah di Cirebon lainnya, di dinding-dinding keraton ini juga dihiasi piring-piring porselen asli China, sementara di halamannya terdapat patung harimau sebagai lambang Prabu Siliwangi.

Keraton Kasepuhan
Terdiri dari keraton, alun-alun, dan masjid, kompleks ini rancangannya serupa dengan Keraton Yogyakarta dan Solo, namun Keraton Kasepuhan masih memiliki unsur Hindu yang kental, terlihat dari temboknya yang terdiri dari bata merah dan bentuk gapura yang sama dengan bangunan Hindu lainnya.

 

Keraton termegah di Cirebon ini juga menyimpan berbagai koleksi yang merupakan perpaduan dari tiga agama, yaitu Hindu, Islam, dan Buddha, serta tiga budaya, yaitu Jawa, China, dan Eropa. Benda yang menunjukkan dengan jelas perpaduan unsur berbagai agama dan budaya ini adalah kereta kencana Singa Barong, yaitu kereta kencana tua canggih pertama buatan Indonesia.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, masjid tertua di Cirebon ini dibangun sekitar tahun 1480 atau semasa dengan Wali Songo menyebarkan Islam di tanah Jawa. Masjid yang didominasi warna merah ini terdiri dari dua bagian, yaitu beranda dan ruangan utama.

 

Untuk menuju ruangan utama terdapat sembilan pintu yang menggambarkan Wali Songo. Sedangkan di beranda masjid terdapat sumur zam-zam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi orang, terutama pada bulan Ramadan.

 

Selain diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.

Taman Sari Gua Sunyaragi
Berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, kompleks gua yang dikenal sebagai peristirahatan Kasepuhan Cirebon dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

 

Taman ini terbagi menjadi beberapa pesanggrahan yang dilengkapi serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah, taman, dan kolam, serta bangunan gua berbentuk gunung-gunungan terbuat dari batu karang yang dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air.

 

Sebagian besar tempat ini merupakan tempat terbuka yang langsung terpapar sinar matahari, sehingga disarankan untuk membawa pelindung kepala, seperti topi, agar tetap nyaman saat mengeksplorasinya.

 

Bukit Gronggong
Restoran Klapa Manis di kawasan Gronggong berada di atas bukit dengan empat lantai yang masing-masing memiliki tema berbeda.

 

Di paling atas yang merupakan ruangan utama adalah tempat favorit untuk menikmati pemandangan Cirebon dari ketinggian, baik pada siang maupun malam hari.  Sedangkan di lantai paling bawah, meja dan kursinya ditata di taman yang asri.

 

Menu yang ditawarkan adalah masakan Sunda, seperti nasi tutug oncom dan nasi liwet yang disajikan dengan tempe, tahu, ayam, ikan peda asin, lalapan, dan sambal. Banyak yang mampir ke sini untuk makan siang dalam perjalanan dari Cirebon menuju Kuningan atau makan malam dari arah sebaliknya. (Jalan Raya Cirebon-Kuningan, buka tiap hari pukul 10:00 hingga 22:00)

 

Kampung Batik Trusmi
Terletak di Plered, di sinilah turis dapat berbelanja batik khas Cirebon. Selain Batik Pesisir, Cirebon juga memiliki Batik Keraton yang dikembangkan untuk keluarga Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

 

Jenis batik yang disebut terakhir ini kini tak hanya memiliki motif klasik, namun juga berbagai corak yang bervariasi, seperti Paksi Naga Liman yang terpengaruh Persia, Soko Cino dari keramik China, dan Buraq dari Arab. Motif batik yang paling terkenal dan menjadi ikon Cirebon adalah motif Megamendung yang melambangkan awan pembawa hujan sebagai simbol kesuburan dan pemberi kehidupan.

KULINER

Asimilasi budaya di Cirebon dapat dilihat dari berbagai masakan khasnya yang unik, seperti:

 

Empal Gentong
Makanan ini mirip gulai dengan isi berupa usus, babat dan daging sapi yang dimasak di dalam periuk tanah liat di atas kayu bakar dari pohon mangga, serta disajikan dengan daun kucai dan sambal dari cabai kering giling. (Rumah Makan Empal Gentong Haji Apud, Jl. Raya Ir. H. Djuanda No. 24)

 

Empal Asem
Mirip empal gentong, namun jika empal gentong berkuah santan, empal asem berkuah bening yang dicampur belimbing wuluh segar. Sepiring empal asem disajikan dengan nasi atau lontong. (Rumah Makan Empal Gentong Haji Apud, Jl. Raya Ir. H. Djuanda No. 24)

Sega Jamblang
Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat Cirebon tempat asal pedagang yang menjajakan makanan ini pertama kali. Ciri masakan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Penyajiannya pun prasmanan dengan pilihan lauk berupa paru, semur hati atau daging, perkedel, sambal goreng kentang, aneka olahan telur, semur ikan, ikan asin, tahu, tempe, dan masih banyak lagi. (Nasi Jamblang Ibu Nur, Jl. Cangkring II No. 45)

 

Nasi Lengko
Nasi lengko mirip nasi pecel dan berisi irisan kecil mentimun, tauge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu, yang kemudian disiram bumbu kacang serta taburan bawang goreng. Meski sederhana, menu ini mengandung nutrisi yang tinggi. Masyarakat setempat biasanya menyantap nasi lengko dengan sate kambing muda berbumbu kacang. (Nasi Lengko H. Barno, Jalan Pagongan)

 

Mi Koclok
Mie koclok adalah mi yang dimasak dengan menggoyanggoyangkan – koclok dalam bahasa setempat – wadah rebusan mi, kemudian setelah matang disiram kuah kaldu yang kental sehingga mengingatkan akan mi ongklok khas Wonosobo. Mi koclok disajikan sayuran yang direbus setengah matang bersama potongan telur rebus dan suwiran daging ayam. (Mie Koclok Mang Sam, Jl. Pekiringan, Pasar Balong)

 

Bubur Sop Ayam
Bubur ayam yang berisi suwiran daging ayam, kentang, bihun, sayuran, dan kacang ini disiram kuah sup ayam, sehingga membedakannya dengan bubur ayam lain. (Bubur Sop Ayam M. Kapi, Jl. Karanggetas)

 

OLEH-OLEH

Tak lengkap rasanya setelah menjelajah dan mencicipi kuliner khas Cirebon tanpa membeli cinderamata. Salah satu tempat membeli oleh-oleh khas Cirebon yang direkomendasikan adalah Pusat Oleh-oleh Daud (buka setiap hari pukul 07:00 hingga 20:00) yang tak jauh dari Pasar Pagi Cirebon untuk membeli:

 

Sirup Tjampolay
Nama aslinya Siroop Tjap Buah Tjampolay dan diproduksi Tan Tjek Tjiu sejak 1936 dengan mempertahankan kekhasan rasa menggunakan bahan-bahan alami tanpa pemanis buatan. Sirup ini tersedia dalam rasa rozen roos, asam jeruk, nanas, pisang susu, melon, stroberi, jeruk nipis, kopi mocca, leci, sirsak, kopyor, hingga mangga gedong.

Terasi
Dijuluki Kota Udang, Cirebon memang memiliki panen udang yang melimpah. Salah satu cara mengawetkannya adalah mengolahnya menjadi terasi dan menurut masyarakat setempat, terasi Cap Kepala Kerbau-lah yang terbaik kualitasnya. Warnanya hitam, lembab, dan terbuat dari rebon pilihan.

 

Kerupuk Melarat
Terbuat dari tepung sagu yang kaya karbohidrat, kerupuk ini tidak digoreng dengan minyak, melainkan dengan pasir yang telah disteril dan dipanaskan di atas wajan tanah liat, sehingga kandungan kolesterolnya rendah. Kudapan ini paling nikmat disantap bersama sambal terasi.

 

Jadi, kapan Anda akan liburan ke Cirebon?

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!