Apa Sih Efek Ganti Knalpot Mobil?

Ternyata ada efek ganti knalpot mobil yang harus diketahui. Sebelum mulai mengganti, yuk cari tahu apa saja plus minusnya.

Efek ganti knalpot mobil secara sembarangan bisa membawa dampak pada performa hingga terjadinya kerusakan mesin. 

Namun, mengganti knalpot mobil secara tepat juga punya keuntungan pada performa kendaraan.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Apa Sih Fungsi ISOFIX di Mobil?

Yuk, kenali lebih jauh apa saja sih kekurangan dan kelebihan mengganti knalpot mobil?

Efek negatif ganti knalpot

Umumnya knalpot mobil akan dimodifikasi dan atau diganti dengan produk aftermarket. Ini tentu saja memiliki spesifikasi yang tidak sesuai dengan standar pabrik yang telah ditetapkan.

Efek paling nyata dari pergantian yang tidak sesuai ini adalah terjadinya konsumsi BBM yang boros serta mesin kehilangan tenaga.

Sementara keadaan paling sering yang menimpa mobil dengan penggantian knalpot racing adalah blok mesin cepat panas. 

Baca juga: Mobil Keluarga Terbaik dengan Harga di Bawah 300 Juta

Hal ini terjadi karena umumnya para pemilik kendaraan akan menginjak gas dalam-dalam untuk mengetahui performa tarikan mesin dan suara yang dihasilkan knalpot. 

Akibatnya mesin akan bekerja lebih berat dan dalam putaran tinggi.

Kelebihan mengganti knalpot

Namun jika dilakukan dengan benar dan sesuai aturan, efek ganti knalpot mobil akan memberi nilai lebih sebagai berikut.

Meningkatkan performa mesin

Penggantian knalpot secara tepat dengan menghitung panjang dan diameter sistem pembuangan mobil. Hasilnya, meningkatkan tenaga mesin dan torsi saat digeber.

Efisiensi kinerja mesin

Dengan perhitungan tepat, penggantian knalpot bisa membawa pada efisiensi kerja mesin dan bahan bakar. 

Baca juga: Kelebihan Penggerak Roda Depan pada MPV Masa Kini

Meski diklaim knalpot jenis racing memboroskan BBM, namun jika dihitung dalam skala peruntukan maka rasionya masih terbilang efisien.

Mendongkrak tampilan

Jelas dengan penggantian knalpot akan membawa perubahan langsung pada tampilan fisik mobil. Apalagi jika modifikasi knalpot yang dilakukan selaras dengan body line dan aliran modifikasi yang diterapkan. 

Untuk mengganti knalpot mobil, kamu bisa ikuti beberapa tips berikut ini ya.

Tips mengganti knalpot

Sebelum mulai mengganti atau memodifikasi knalpot kendaraan, sebaiknya ikuti beberapa langkah ini agar terhindar dari masalah. 

Baca juga: Benarkah Ganti Oli jadi Perawatan Mobil Paling Mudah dan Murah?

  1. Perhatikan struktur pembuangan pada mobil. Kebanyakan knalpot aftermarket dibuat kustom sehingga kehilangan presisi dari produk pabrikan. Ini justru mempengaruhi performa mesin nantinya.
  1. Pilih bentuk pipa knalpot yang sesuai dengan struktur pembuangan kendaraan. Bentuk pipa yang melenceng terlalu jauh justru akan menghambat proses pembuangan gas. Perhatikan juga diameter lubang pembuangan dan bahan knalpot.
  1. Periksa bagian resonator atau bagian knalpot yang berfungsi untuk meredam suara. Sesuaikan bentuk dan ukurannya dengan pola yang ada di mobil. Jika tidak sesuai, bisa akibatkan konsumsi bahan bakar tidak optimal.

Baca juga: Selisih Dikit, Mending Toyota Corolla Altis atau Toyota Corolla Cross?

efek ganti knalpot mobil

Mengenal bagian knalpot

Knalpot adalah istilah yang dikenal untuk saluran gas buang pada kendaraan bermotor. Sebenarnya, knalpot terdiri dari beberapa bagian.

Pertama, disebut manifold atau kepala knalpot. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan seluruh gas sisa pembuangan dan menyalurkannya. 

Kedua, disebut pipa gas pembuangan atau exhaust pipe. Bagian ini menghubungkan manifold dengan bagian knalpot lain yaitu catalytic converter

Baca juga: Inspirasi Modifikasi Daihatsu Granmax Nyaman Buat Harian

Ketiga, disebut catalytic converter yang berfungsi untuk menyaring gas berbahaya hasil pembakaran. Perannya sangat vital untuk mengurangi pencemaran udara.

Keempat, resonator yang berperan sebagai peredam suara. Selain itu bagian ini juga memiliki peran menciptakan back pressure untuk melancarkan proses pembuangan gas.

Kelima, adalah muffler. Bagian ini mirip fungsinya dengan resonator. Banyak orang yang menghilangkan resonator dan hanya menggunakan muffler saat memodifikasi knalpot. Itu tentu saja tidak disarankan.

Baca juga: Benarkah Karpet Mobil Bisa Sebabkan Kecelakaan?

Keenam, disebut dengan muffler tip. Terletak pada ujung akhir sistem pembuangan sebagai tempat keluarnya gas buang.  

Aturan suara knalpot

Sebagai panduan, jika ingin mengganti knalpot untuk mendapatkan suara yang lebih ngebass dan gahar, sebaiknya tetap ikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

Menurut Permen Menteri Lingkungan Hidup (LHK) No.7 tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor, standar yang ditetapkan untuk suara knalpot mobil penumpang maksimal adalah sebesar 77 dB (desibel).

Baca juga: Nyetir Pakai Sandal, Sepatu, atau Nyeker, Kamu Tim Apa?

Untuk urusan suara ini, maka komponen knalpot yang harus diperhatikan adalah muffler dan resonator. Untuk mengukur ambang batas suara knalpot, dapat diukur menggunakan alat decibel meter yang banyak dijual secara daring. 

Selain itu ada juga aplikasi pengukur kebisingan yang bisa diunduh gratis, seperti Sound Meter Pro, Sound Analyzer App, Sound Meter dB Meter, Suara Meter, dan lain sebagainya.

Baca juga: Upgrade Audio Mobil, Berapa Biayanya?

Umumnya pada mobil terbaru, knalpot dan sistem pembuangan sudah dipastikan aman dan sesuai kelaikan emisi. 

Jadi, untuk menghindari efek ganti knalpot mobil, pastikan menggantinya dengan rekomendasi sesuai pabrikan atau merek aftermarket yang sudah terpercaya.