Bus Listrik Transjakarta Inovasi Baru Pemerintah di Era Modern

Sebagai penanda kemajuan transportasi di Indonesia, pemerintah telah mengembangkan transportasi baru, yaitu bus listrik Transjakarta. Bagaimana keunggulannya?

Seiring dengan perkembangan zaman, sudah banyak hal yang pemerintah lakukan. Secara khusus Pemprov DKI Jakarta turut memunculkan inovasi baru di ranah transportasi, yakni bus listrik Transjakarta.

 

Bus listrik ini sudah memulai tahap uji coba secara signifikan pada hari ini, Senin (29/4). Terlihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan uji coba bis listrik itu di kawasan Balai Kota hingga Hotel Indonesia.

 

Bus yang dipamerkan pada ajang Busworld South East Asia Maret lalu sukses mencuri perhatian pengunjung. Mereka yang datang tertarik pada penampilan bus Transjakarta yang berbeda dari sebelumnya. Apa lagi pada sumber tenaga bus tersebut yang menggunakan listrik sebagai daya tariknya.

 

Lantaran teknologi canggih yang dibekali pada bus transjakarta ini, pemerintah meyakini bahwa bus listrik Transjakarta bakal menjadi bus listrik pertama yang ada di Indonesia. Tentu hal ini dapat memberikan  nilai tambah bagi perkembangan transportasi di Jakarta.

Bus listrik pertama buatan lokal

Bus listrik yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini menggandeng perusahaan lokal untuk merangkainya. Perusahaan lokal yang bekerja sama dalam inovasi transportasi kali ini ialah Bakrie Autoparts,  yang mengembangkan bus listrik Transjakarta berwarna hijau, dan Mobil Anak Bangsa (MAB) yang membuat mobil listrik berwarna biru di Magelang, Jawa Tengah.

 

Di antara keduanya sudah melakukan perjanjian (MoU) saat proyek besar ini direncanakan. Harapannya, bus listrik Transjakarta akan menjadi teknologi baru yang lebih modern dan turut berkontribusi untuk memberikan layanan publik transportasi yang lebih baik.

 

Sebagaimana dijelaskan oleh Agung Wicaksono, Direktur Utama Transjakarta, yang dikutip dari Kompas.com mengaku bahwa bus listrik transjakarta menjadi bus pertama yang menggunakan sumber tenaga listrik. Dengan hadirnya bus ini, pemerintah berharap dapat membangun awareness masyarakat terhadap teknologi yang digunakan dan sekaligus sebagai penanda kemajuan transportasi di masa depan.

Kapasitas bus dan daya tahan sampai 300 km

Bicara soal kapasitas, bus listrik transjakarta diperkirakan dapat menampung sekitar 60 orang di dalamnya. Ada sekitar 24 tempat duduk dan 4 tempat duduk khusus difabel, seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Lalu, ada juga area untuk berdiri yang sudah disiapkan.

 

Selain itu, bus produksi MAB ini menggunakan baterai LifePO 576 V 450 Ah dengan kapasitas sekitar 259,2 kWh dan berat 2.290 kg. Lalu, sistem motorik listriknya sendiri menggunakan daya HYYQ 800-1200 dengan tenaga 268,2 tk (200 kW) dan menghasilkan torsi sebesar 2.400 Nm.

 

Lalu, untuk BYD K9 buatan Bakrie Autopart sendiri mempunyai tenaga yang lebih unggul. Mobil ini menggunakan dua motor listrik jenis AC Synchrous yang bertenaga sekitar 300 kW dan menghasilkan torsi hingga 1.000 Nm. Belum lagi baterai bus ini juga menggunakan Iron Phosphate Battery dengan kapasitas 324 kWh.

 

Kedua bis listrik transjakarta yang tersedia saat ini mampu bertahan hingga 300 kilometer dengan interval pengisian daya sekitar 3 jam lamanya.

Bisakah menyesuaikan diri dengan lalu lintas di ibukota?

Meski bus listrik digadang-gadang menjadi salah satu teknologi terbaru yang ada di Jakarta setelah MRT, tetapi dapatkah bus tersebut bertahan dengan kondisi lalu lintas di Jakarta?

 

Sebagai wilayah perkotaan, Jakarta menjadi wilayah yang tak pernah sepi pengunjung. Setiap harinya intensitas pengguna jalan meningkat. Belum lagi nantinya akan ditambah dengan bus listrik ini. Tentu Anda sudah bisa membayangkan bagaimana padatnya jalanan, bukan?

 

Kehadiran bus listrik tersebut perlu disambut baik oleh Anda karena membawa angin segar bagi kehidupan Jakarta yang sudah tercemar polusi udara. Bus listrik dapat mengurangi penggunaan kendaraan dan emisi karbon di udara.

 

Hal itu karena sumber tenaga listrik yang digunakan dikenal lebih ramah lingkungan dan nol emisi karbon dan suara. Selain itu, tarikan tenaganya juga diakui oleh Anies—saat uji coba berlangsung—cukup halus dan tidak mengeluarkan suara mesin yang mengganggu.

 

Untuk itu, ayo, kita siapkan diri untuk menyambut bus listrik Transjakarta yang tak lama lagi akan beroperasi. Sebab, kemodernan transportasi adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan.