Ban Tubeless Jangan Asal Ditambal, Ada Dampaknya Loh

15 October 2018

Salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah kendaraan adalah ban. Apalagi fungsi utamanya sangat krusial, mengingat ban sangat berkaitan langsung dengan gerak laju kendaraan itu sendiri. Ban tubeless, alias ban tanpa ban dalam, belakangan ini menjadi pilihan banyak pengguna kendaraan.

 

Penggunaan ban tubeless terbilang lebih praktis daripada jenis yang menggunakan ban dalam. Sebab, ban tubeless jika tertusuk paku atau benda tajam lainnya, maka tak perlu repot langsung menambal.

 

Salah kaprah menambal ban tubeless

Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah saat menambal ban tubeless yang bocor, terutama bila melakukan perbaikan di bengkel seadanya pinggir jalan karena situasi darurat.

 

Menambal ban tubeless ternyata ada metodenya. Karena bila asal bisa merusak struktur komponen ban. Cara yang paling mudah dan banyak digunakan adalah metode menusuk dan menyumpal lubang yang bocor pada ban tubeless. Cara ini bisa dibilang salah karena dapat merusak serat rangka ban.

 

Cara yang benar sebenarnya adalah dengan membuka ban tubeless terlebih dahulu dari velg, kemudian lubang yang bocor ditambal dari dalam. Secara waktu, cara ini memang lebih lama, tapi lebih aman karena tidak merusak ban tubeless.

 

Tidak hanya itu, ternyata bila terlalu sering menambal ban tubeless yang bocor punya efek buruk. Ban tubeless bisa cepat rusak, seperti timbul benjolan atau menjadi retak.

 

Cairan anti bocor, apa aman?

Ada juga yang mengakali ban tubeless dengan cairan anti bocor agar ban lebih awet dan apabila bocor tidak perlu repot menambal. Cukup cabut benda yang membuat ban bocor, maka  secara otomatis dari dalam ban, cairan yang biasa berbentuk gel tersebut akan menutup kebocoran.

 

Tapi tetap, cairan anti bocor ini pun ada kekurangannya. Salah satunya adalah berpotensi menyumbat pentil pada ban. Potensi itu bisa timbul dari cara pemakaiannya yang melalui pentil, jika tidak mengalir semua maka akan jadi penyumbat jalur pentil.

 

Cairan anti bocor juga bisa merusak permukaan velg bagian dalam karena ada kandungan  pH-nya dan bisa menyebabkan velg berkarat. Jadi jika tetap ingin menggunakan cairan anti bocor hendaknya pilih yang kandungannya aman. Ada baiknya konsultasikan dulu pada mekanik.

 

Jangan terlalu banyak ditambal

Lalu, jika sudah terlanjur bocor, sebenarnya berapa banyak ban tubeless itu ditambal?

 

Sebenarnya aktivitas menambal ban tubeless yang bocor adalah hal yang sementara sebelum pemilik kendaraan mengganti ban tersebut dengan yang baru. Berhubung juga harga ban tubeless lebih mahal daripada jenis ban yang masih menggunakan ban dalam.

 

Bila terpaksa terjebak dalam keadaan seperti itu, belum memiliki dana untuk mengganti ban tubeless bocor dan sudah terlanjur ditambal. Ada baiknya maksimal ban tubeless tersebut tidak ditambal lebih dari empat kali di tempat dan lubang yang berbeda.

 

Alasannya adalah kondisi bagian dalam ban rusak dan membuat performa ban menjadi tidak maksimal saat mobil dikemudikan. Usahakan juga, tiap dua minggu sekali atau maksimum satu bulan sekali. Lihat juga kondisi dan tebal kembangan, termasuk cek tekanan anginnya.

 

Jangan biarkan paku menancap

Oh iya, ban tubeless yang terkena paku atau benda tajam lainnya memang tidak akan langsung berkurang anginnya. Ada beberapa yang kerap membiarkannya, karena bila dicabut maka ban akan bocor.

 

Hal ini juga bisa dibilang salah, karena kalau didiamkan terlalu lama, bagian yang tertusuk paku atau benda tajam itu akan punya celah, dan dari situ udara masuk dan merusak lapisan ban. Malah jika dibiarkan terlalu lama bisa masuk air.

 

Jadi, apa sudah benar cara Anda merawat dan menambal ban tubeless selama ini?

Author

Sing with me, sing for the year. Sing for the laughter and sing for the tear. Sing with me, it's just for today. Maybe tomorrow the good Lord will take you away. - Dream On, Aerosmith -

SHARE