Catat, Ini Lokasi Foto Prewedding Antimainstream di Indonesia

Foto prewedding adalah momen membahagiakan sebelum hari pernikahan, tak jarang agar berkesan fotonya dilakukan di tempat yang antimainstream. Simak lokasi ini dulu.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Bagi pasangan yang hendak menikah, sebelum hari pernikahan ada beberapa ritual yang dilakukan. Salah satunya adalah foto prewedding.

 

Meski tidak wajib, foto prewedding bisa jadi kenangan yang indah. Apalagi lokasi foto prewedding antimainstream, selain kenangan indah, tentu akan semakin romantis serta tak terlupakan.

 

Tidak mesti ke luar negeri, di Indonesia sendiri cukup banyak lokasi foto prewedding antimainstream. Berikut di antaranya.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Pantai Parangtritis

Lokasi foto prewedding antimainstream yang pertama berlokasi di Yogyakarta, tepatnya Bantul. Berada di selatan Yogyakarta membuat Bantul memiliki garis pantai yang panjang. Meski banyak mitos mengenai Pantai Selatan, namun keindahannya tak dapat menciutkan nyali orang untuk terus berkunjung ke sana.

 

Di Pantai Parangtritis, terdapat sebuah padang pasir yang luas. Terbentang dari Pantai Depok hingga Parangtritis, Gumuk Pasir merupakan fenomena alam yang langka dan hanya ada satu-satunya di Asia Tenggara. Memiliki luas sekitar dua kilometer persegi, Gumuk Pasir ini pernah dijadikan lokasi syuting film Wanita Berkalung Sorban (2009), selain video klip Agnes Monica dan grup band Letto.

 

Tidak hanya itu, Gumuk Pasir ini juga kerap jadi lokasi foto prewedding antimainstream karena nuansanya mirip seperti padang pasir di negara-negara kawasan Timur Tengah. Jadi Anda dan pasangan tak perlu pergi jauh-jauh bukan?

 

Selain itu, pecinta sandboarding dapat meluncur dari ketinggian yang bervariasi antara lima hingga tujuh meter dengan papan mirip skateboard dan surfboard. Bagi yang belum pernah sandboarding dan ingin belajar, masyarakat setempat menyediakan penyewaan papan dan sekaligus memberikan pelatihan singkat.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Rammang-rammang

Akses menuju Rammang-rammang yang terletak di Desa Berua ini sebenarnya mudah, yaitu dari Jalan Poros Makassar-Maros tinggal mencari plang petunjuk menuju Pabrik Semen Bosowa di sebelah kanan jalan.

 

Setelah melihat plang tersebut, belok kanan dan terus melaju mengikuti jalan yang diberi nama Dermaga 01, dari sinilah gerbang menuju Rammang-rammang, di mana pengunjung harus naik katinting (perahu kayu bermotor) menyusuri Sungai Pute.

 

Hamparan karst di Rammang-rammang luasnya 45.000 hektar, atau merupakan terbesar kedua di dunia setelah Stone Forest (Shilin) di Tiongkok. Terbentuk selama jutaan tahun, di antara tebing karst ini juga terdapat ratusan gua yang beberapa memiliki lukisan-lukisan yang dibuat purba, selain hutan batu dan sebuah telaga yang dinamai Telaga Bidadari.

 

Untuk yang foto prewedding di sini tentu akan sangat epic! Bayangkan Anda dan pasangan berdiri dan difoto dengan latar belakang karst yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Pasti akan jadi momen tak terlupakan seumur hidup.

 

Bila seharian berkunjung ke Rammang-rammang, utama,terdapat beberapa titik yang bisa dikunjungi dan memiliki keunikannya masing-masing seperti Taman Hutan Batu, Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, Batu Kingkong, Gua Sikki Berlian, dan Gua Baru Berlian.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Kebon Begonia

Kebon Begonia ini belokasi di Jalan Raya Maribaya No.120 A. Tempat yang mulai beroperasi sejak tahun 2014 ini kini menjadi salah satu primadona wisata Lembang, Bandung Barat.

 

Luasnya sekitar dua hektar, di sini tersusun rapi bunga-bunga begonia dengan aneka warna. Selain itu ada juga, jenis bunga lainya. Pada bagian belakang terdapat kebun yang ditanami aneka tanaman buah seperti timun suri, waluh, jagung, semangka, stroberi, hingga aneka sayuran. Tiap harinya ada saja yang dipanen.

 

Jika foto prewedding di Bandung dan antimainstream, di sini adalah tempat yang tepat! Anda dan pasangan bisa memanfaatkan hamparan bunga warna-warni. Mirip seperti kebun tulip yang ada di Belanda.

 

Untungnya tempat ini benar-benar dijaga, sehingga turis tidak dapat sembarangan memetik bunga apalagi menginjak-injaknya.

 

Ada beberapa spot foto favorit selain berlatar bunga-bunga, sebut saja becak, kereta kuda, kereta dan terwongan berhias bunga, aneka binatang, hingga tokoh kartun dongen Putri Salju dan Tujuh Kurcaci.

 

Di tempat ini juga disediakan kursi-kursi untuk duduk sambil menikmati hamparan bunga dan udara sejuk khas Lembang.

 

Kebon Begonia buka tiap hari mulai pukul 08:00 WIB hingga 17:00 WIB. Tiket masuknya Rp 10.000 per orang, anak di bawa usia dua tahun gratis. Sedangkan yang kamera profesional atau DSLR dikenakan biaya Rp 50.000, tapi kamera saku dan kamera smartphone gratis. Jika ingin foto prewedding, biayanya Rp 350.000.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Tulamben

Untuk Anda dan pasangan yang menyukai kegiatan ekstrem dan pecinta selam banyak lokasi foto prewedding antimainstream ini bisa jadi pilihan.

 

Ya, Tulamben. Berlokasi di Bali Timur, Tulamben menawarkan pemandangan bawah laut yang tidak biasa yakni, kapal kargo yang tenggelam pada Perang Dunia II.

 

Disarankan bagi Anda dan pasangan yang ingin melakukan foto prewedding di sini sebaiknya memiliki sertifikat menyelam terlebih dahulu agar aman serta ditemani oleh fotografer bawah air profesional sehingga hasilnya benar-benar di luar dugaan.

 

Memiliki salah satu situs kapal karam terpopuler di dunia dengan jarak hanya 30 meter dari Pantai Tulamben, penyelam pemula sekalipun dapat dengan mudah melihat kapal kargo sepanjang 120 meter yang tenggelam pada Perang Dunia II ini.

 

Bagian atas kapalnya hanya tiga meter di bawah permukaan air sementara bagian bawahnya di kedalaman 29 meter. Barakuda ekor kuning yang penyendiri, kawanan ikan jack yang membentuk formasi, dan bumphead parrotfish membuat penyelam tak bosan-bosannya memenuhi situs ini.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Pulau Padar

Lokasi foto prewedding antimainstream yang satu ini mewajibkan Anda dan pasangan bersusah payah dulu untuk mencapainya.

 

Pulau Padar dalam Kawasan Taman Nasional Komodo ini terletak di antara Pulau Rinca dan Pulau Komodo, bisa dicapai dengan naik perahu dari Pelabuhan Labuan Bajo sekitar tiga jam.

 

Bentuknya yang memanjang dengan titik tertingginya di ujung utara. Dari pantai hingga mencapai puncak bukit ini, diperlukan trekking sekitar 30 menit tergantung kecepatan mendaki dan stamina dengan medan yang tidak terlalu berat.

 

Setibanya di puncak bukit akan terlihat bentuk Pulau Padar yang berkontur unik, tak heran bila ini adalah pulau yang paling fotogenik di Taman Nasional Komodo.

 

Pulau ini dibingkai pantai berbasir putih di setiap lekukannya dan julangan pulau-pulau sabana di sekitarnya. Pemandangan akan bertambah sempurna saat matahari tenggelam. Berbeda dengan dua pulau tetangganya, pulau ini tidak dihuni oleh komodo.

 

Dari penjelasan di atas Anda dan pasangan bisa bayangkan bagaimana hasil dari foto prewedding yang akan dihasilkan bila mengabadikan momen tersebut di sini.

 lokasi foto prewedding antimainstream

Jangan lupa, agar hasil foto maksimal, sebaiknya Anda dan pasangan sewa fotografer profesional dan totalitas. Jika tidak, sayang dong sudah jauh-jauh mengunjungi lokasi foto prewedding antimainstream tapi hasilnya masih standar.

 

Indonesia memiliki ratusan lokasi foto prewedding antimainstream. Anda dan pasangan berencana mengabadikannya di mana?