Cara Kerja hingga Perkembangan Sistem E-TLE di Indonesia

By Reka Harnis - Januari 25, 2021

Seiring peningkatan kemampuannya, memungkinkan sistem E-TLE menjadi andalan utama penindakan tilang. Kok Bisa? Yuk simak serba-serbinya berikut ini.

Demi menekan angka pelanggaran lalu lintas, berbagai upaya kerap dilakukan, salah satunya adalah penegakkan hukum lalu lintas berbasis teknologi informasi yang dikenal dengan nama tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/E-TLE).

E-TLE dikembangkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas Polda Metro Jaya) sejak November 2018 sebagai terobosan revolusioner dalam mentransformasi penegakkan hukum bidang lalu lintas dari pola konvensional menuju penegakan hukum berbasis digital.

Fungsi utama E-TLE tentunya adalah penegakkan hukum lalu lintas yang berujung dengan meningkatnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Baca juga: Jenis Surat Tilang dan Pelanggaran Lalu Lintasnya

Sistem ini dinilai terbukti efektif meningkatkan disiplin berlalu lintas berkendara sehingga angka pelanggaran berlalu lintas ikut menurun. Penurunan angka pelanggaran hingga 44,2% diklaim terjadi di lokasi yang terdapat kamera E-TLE.

Selain itu, diperlukan suatu peningkatan di segala lini, baik dari sisi teknologi, fasilitas layanan publik, serta metode modern untuk menutup celah kurangnya personil kepolisian di lapangan.

Namun, seiring perkembangan dan peningkatan kemampuannya, sistem E-TLE kini turut menyediakan informasi untuk membantu pengungkapan kasus kriminal, salah satunya adalah mendeteksi kendaraan curian.

Berita Terkait

Author