Sejarah Toyota Starlet hingga Berevolusi Menjadi Toyota Yaris

Pada era 90-an Toyota Starlet adalah bintang mobil hatchback. Tidak heran, bila hingga kini masih banyak penggemarnya. Buat yang ingin tahu, berikut sejarah Toyota Starlet hingga berevolusi menjadi Toyota Yaris.

Toyota Starlet pertama kali diproduksi di Jepang dengan nama Toyota Publica Starlet. Mobil ini hadir dalam bentuk hatchback mungil.

Pasar terbesar Toyota Starlet selain Jepang adalah Indonesia, Amerika Tengah, dan beberapa negara Eropa seperti Belanda, Belgia, Swiss, dan Yunani.

Berikut sejarah Toyota Starlet dari generasi ke generasi hingga berevolusi menjadi Toyota Yaris.

Generasi pertama

Sejarah Toyota Starlet bermula dari Toyota Starlet Publica yang pertama kali diproduksi pada 1973. Generasi ini berjalan hingga tahun 1977.

Secara visual, Toyota Starlet Publica atau dikenal juga dengan P40 ini bentuknya mirip Toyota Corolla generasi ketiga. Hanya saja, bentuknya lebih kecil.

Ya, Toyota Starlet lahir sebagai sedan empat pintu dan coupe 2 pintu, bukan hatchback. Mesinnya berkapasitas 1.000 dan 1.200 cc.

Generasi kedua

Generasi yang mengaspal pada 1978 hingga 1984 ini sudah resmi bernama Toyota Starlet, tanpa Publica lagi. Bentuknya pun berubah dari sedan menjadi hatchback.

Pada saat itu, untuk kelas sedan, Toyota memiliki Toyota Corolla. Jadi Toyota Starlet ini memiliki kelasnya sendiri sebagai hatchback.

Mobil ini menggunakan penggerak belakang dengan mesin berkapasitas 1.000 cc, 1.200 cc, serta mesin 1.300 cc injeksi yang dikenalkan pada 1983.

Di sini untuk pertama kalinya Toyota Starlet diekspor ke luar negeri, tapi belum ke Indonesia.

Generasi ketiga

Toyota Starlet EP70 ini akhirnya masuk dan dirakit di Indonesia. Pada 1985 EP70 dibekali dengan mesin 1.000 cc, kemudian setahun berikutnya lahir EP71 dengan mesin 1.300 cc.

Mobil ini jumlahnya cukup banyak beredar pada masanya, bahkan beberapa kolektor otomotif masih memburunya. Tidak heran bila harga bekasnya “abu-abu”, tergantung kondisi.

Di Jepang, Toyota Starlet generasi ini tersedia dalam banyak varian, yaitu Standard, DX, Soleil, XL, XL Lisse, S, SE, Si, Si Limited, Si Canvas Top, Ri, Turbo R, dan Turbo S. Model Ri and Turbo R merupakan varian berbody ringan untuk keperluan balap.

Sedangkan Turbo S adalah yang kencang dan berkelas. S, Si, Si Canvas Top, Ri, dan Turbo R hanya 3 pintu, SE hanya 5 pintu, sedangkan yang lainnya ada yang 3 dan 5 pintu. Model Turbo S dan Turbo R memiliki bumper yang lebih besar dan body kit.

Generasi keempat

Inilah sejarah Toyota Starlet yang paling legendaris di Indonesia. Di era 90-an, karena bentuknya yang membulat, seperti biasa, mobil ini dikenal dengan nama Starlet Kapsul.

Meski begitu, desainnya tidak ketinggalan zaman, bahkan harga jual bekas dan kembalinya tetap stabil.

Selain desain, ada alasan lain kenapa harganya stabil dan Starlet Kapsul menjadi mobil 90-an yang paling dicari, antara lain suku cadang yang masih mudah ditemui, biaya perawatan yang murah, irit bahan bakar, serta mudah untuk dimodifikasi.

Mobil ini memiliki tiga tipe mesin yang semuanya bertransmisi manual, yakni 16 valve 4E-F (karburator), 4E-FE (injeksi), dan 4E-FTE (injeksi dengan turbo). Ya, tidak salah, ada turbo di mobil ini!

Tidak heran mengapa mobil ini jadi idaman anak muda di era 90-an. Apalagi hatchback ini jadi andalan Toyota di kejuaraan nasional balap turing.

Di dunia, Toyota Starlet mulai discontiuned mulai 1998. Sementara di Indonesia Sejarah Toyota Starlet berakhir pada 1999 dan berevolusi menjadi Toyota Yaris.

Generasi pertama

Di dunia, Toyota Yaris sebagai hatchback evolusi Toyota Starlet ini memiliki beberapa nama.

Nama Toyota Vitz secara resmi hanya digunakan di Jepang. Di Eropa mobil ini dikenal sebagai Toyota Yaris. Sementara di Australia, Selandia Baru, Kanada, dan beberapa negara Asia diberi nama Toyota Echo Hatchback.

Toyota Yaris sendiri mengambil basic dari mobil konsep yang bernama Toyota Funtime yang pertama kali dipamerkan pada pameran mobil di Frankfurt, Jerman pada akhir tahun 1997.

Generasi pertama ini mengaspal pada 1999 hingga 2005.

Generasi kedua

Pada generasi kedua, Toyota Yaris mulai dirakit di luar Jepang.

Sayangnya, saat Toyota Yaris yang dipasarkan di Indonesia ini dalam bentuk CBU dari Thailand dengan model E dengan transmisi manual dan otomatis, serta S and S Limited yang hanya tersedia dengan transmisi otomatis.

Varian S memiliki body kit dan fog lamp. Sementara yang terlengkap dan tambahan fitur push button start/stop hanya untuk varian S Limited. Semua varian menggunakan mesin 1.500 cc 1NZ-FE dengan VVT-i yang sama digunakan oleh Toyota Vios.

Toyota Yaris yang mengaspal pada 2005-2013 ini terkenal dengan sebutannya yaitu Yaris Bakpau karena bentuknya yang membulat dengan penempatan panel instrumen yang ada di tengah dashboard.

mudik dengan mobil kecil

Generasi ketiga

Melihat animo masyarakat akan Toyota Yaris generasi sebelumnya, akhirnya generasi ketiga Toyota Yaris ini diproduksi dalam negeri oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Di Jepang, Toyota Yaris ini mulai diperkenalkan pada 2010, tapi baru masuk pasar ekspor dan hadir di Indonesia pada 2013.

Terjadi perpecahan produksi Toyota Yaris antara Amerika-Eropa dan Asia. Toyota Yaris produksi Amerika-Eropa menggunakan paltform XP130, sementara produksi Asia berplatform XP150.

Di Indonesia Toyota Yaris berplatform XP150 dan tersedia dalam tiga tipe, yaitu E, G dan TRD Sportivo dengan pilihan transmisi manual dan otomatis.

Pada 3 November 2016, dihadirkan varian terbaru yakni versi crossover dengan nama Toyota Yaris Heykers. Versi ini menggunakan mesin 1.500 cc 2NR-FE dengan Dual VVT-i serta dipenuhi aksesoris dan pendukung berkendara dari TRD yang sporty.

Generasi keempat

PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Toyota All New Yaris pada awal Februari 2018 dan menjadi generasi keempat mobil hatchback ini dengan tampilan yang lebih sporty, elegan, serta mewah.

Toyota All New Yaris memiliki beberapa tipe, mulai dari paling bawah ada E MT, lalu E CVT, G MT, G CVT, dan tertingginya TRD Sportivo MT untuk manual dan yang bertransmisi otomatis TRD Sportivo CVT.

Tidak berubah dari zaman Toyota Starlet, segmen yang dituju Toyota All New Yaris pun sama, yaitu anak muda dinamis, keluarga kecil aktif, atau masyarakat berjiwa muda.

Baca: Baca: Apa Saja yang Ada di Toyota All New Yaris 2018?

Toyota All New Yaris dibekali mesin 2NR-FE berkapasitas 1.496 cc. Jantung pacunya tersebut didukung juga oleh teknologi Dual Variable Valve Timing with Intelligence (VVT-i).

Mesin ini sudah terbukti memberikan efisiensi terhadap penggunaan bahan bakar, baik yang menggunakan transmisi manual maupun otomatis.

Meski nampaknya berbeda era, sejarah Toyota Starlet dari generasi ke generasi hingga berevolusi menjadi Toyota Yaris ini memiliki penggemarnya masing-masing. Anda sendiri yang mana. #TeamStarlet atau #TeamYaris?