Sejarah Toyota Starlet hingga Berevolusi Menjadi Toyota Yaris

08 May 2019

Pada era 90-an Toyota Starlet adalah bintang mobil hatchback. Tidak heran, bila hingga kini masih banyak penggemarnya. Buat yang ingin tahu, berikut sejarah Toyota Starlet hingga berevolusi menjadi Toyota Yaris.

Toyota Starlet pertama kali diproduksi di Jepang dengan nama Toyota Publica Starlet. Mobil ini hadir dalam bentuk hatchback mungil.

 

Pasar terbesar Toyota Starlet selain Jepang adalah Indonesia, Amerika Tengah, dan beberapa negara Eropa seperti Belanda, Belgia, Swiss, dan Yunani.

 

Berikut sejarah Toyota Starlet dari generasi ke generasi hingga berevolusi menjadi Toyota Yaris.

Generasi pertama

Sejarah Toyota Starlet bermula dari Toyota Starlet Publica yang pertama kali diproduksi pada 1973. Generasi ini berjalan hingga tahun 1977.

 

Secara visual, Toyota Starlet Publica atau dikenal juga dengan P40 ini bentuknya mirip Toyota Corolla generasi ketiga. Hanya saja, bentuknya lebih kecil.

 

Ya, Toyota Starlet lahir sebagai sedan empat pintu dan coupe 2 pintu, bukan hatchback. Mesinnya berkapasitas 1.000 dan 1.200 cc.

Generasi kedua

Generasi yang mengaspal pada 1978 hingga 1984 ini sudah resmi bernama Toyota Starlet, tanpa Publica lagi. Bentuknya pun berubah dari sedan menjadi hatchback.

 

Pada saat itu, untuk kelas sedan, Toyota memiliki Toyota Corolla. Jadi Toyota Starlet ini memiliki kelasnya sendiri sebagai hatchback.

 

Mobil ini menggunakan penggerak belakang dengan mesin berkapasitas 1.000 cc, 1.200 cc, serta mesin 1.300 cc injeksi yang dikenalkan pada 1983.

 

Di sini untuk pertama kalinya Toyota Starlet diekspor ke luar negeri, tapi belum ke Indonesia.

Generasi ketiga

Toyota Starlet EP70 ini akhirnya masuk dan dirakit di Indonesia. Pada 1985 EP70 dibekali dengan mesin 1.000 cc, kemudian setahun berikutnya lahir EP71 dengan mesin 1.300 cc.

 

Mobil ini jumlahnya cukup banyak beredar pada masanya, bahkan beberapa kolektor otomotif masih memburunya. Tidak heran bila harga bekasnya “abu-abu”, tergantung kondisi.

 

Di Jepang, Toyota Starlet generasi ini tersedia dalam banyak varian, yaitu Standard, DX, Soleil, XL, XL Lisse, S, SE, Si, Si Limited, Si Canvas Top, Ri, Turbo R, dan Turbo S. Model Ri and Turbo R merupakan varian berbody ringan untuk keperluan balap.

 

Sedangkan Turbo S adalah yang kencang dan berkelas. S, Si, Si Canvas Top, Ri, dan Turbo R hanya 3 pintu, SE hanya 5 pintu, sedangkan yang lainnya ada yang 3 dan 5 pintu. Model Turbo S dan Turbo R memiliki bumper yang lebih besar dan body kit.

Generasi keempat

Inilah sejarah Toyota Starlet yang paling legendaris di Indonesia. Di era 90-an, karena bentuknya yang membulat, seperti biasa, mobil ini dikenal dengan nama Starlet Kapsul.

 

Meski begitu, desainnya tidak ketinggalan zaman, bahkan harga jual bekas dan kembalinya tetap stabil.

 

Selain desain, ada alasan lain kenapa harganya stabil dan Starlet Kapsul menjadi mobil 90-an yang paling dicari, antara lain suku cadang yang masih mudah ditemui, biaya perawatan yang murah, irit bahan bakar, serta mudah untuk dimodifikasi.

 

Mobil ini memiliki tiga tipe mesin yang semuanya bertransmisi manual, yakni 16 valve 4E-F (karburator), 4E-FE (injeksi), dan 4E-FTE (injeksi dengan turbo). Ya, tidak salah, ada turbo di mobil ini!

 

Tidak heran mengapa mobil ini jadi idaman anak muda di era 90-an. Apalagi hatchback ini jadi andalan Toyota di kejuaraan nasional balap turing.

 

Di dunia, Toyota Starlet mulai discontiuned mulai 1998. Sementara di Indonesia Sejarah Toyota Starlet berakhir pada 1999 dan berevolusi menjadi Toyota Yaris.

Author

Sing with me, sing for the year. Sing for the laughter and sing for the tear. Sing with me, it's just for today. Maybe tomorrow the good Lord will take you away. - Dream On, Aerosmith -

SHARE