Ragam Mobil Dinas Menteri dari Era Soekarno hingga Jokowi

22 August 2019

Astra dipercaya sebagai penyedia mobil dinas menteri era kabinet 2019-2024. Pengen tahu bagaimana sejarah mobil dinas menteri, simak lebih jelasnya.

Pemberitaan soal seleksi mobil dinas Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amir sempat ramai diperbincangkan. Banyak masyarakat yang memberikan saran soal mobil dinas presiden yang cocok untuk kepala negara tersebut.

 

Ternyata tak hanya presiden yang akan mendapat mobil dinas baru. Kemarin (21/8) resmi diumumkan bahwa PT Astra International Tbk dipercaya sebagai penyedia mobil dinas menteri Indonesia. Astra pun mempercayakan pengadaan mobil dinas menteri kepada Toyota Sales Operation (TSO).

 

Apabila melihat dari kualifikasi tender mobil dinas menteri, yang didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 555/KM.6/2017 tentang Modul Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara untuk Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara, mobil menteri Indonesia harus berjenis sedan 2.500 cc atau sport utility vehicle (SUV) dengan mesin 3.500 cc/6 silinder.

 

Kepercayaan terhadap Astra dalam tender ini bukanlah yang pertama. Meski mobil dinas menteri pernah menggunakan kendaraan di luar Asia, seperti Amerika dan Eropa.

Era Pemerintahan Soekarno

Di era pemerintah Soekarno, mobil dinas menteri yang digunakan ialah Dodge Dart. Mobil ini pertama kali diproduksi pada tahun 1958 oleh Dodge di bawah naungan Chrysler dan menjadi mobil menteri Indonesia di tahun 19960-an.

 

Kendaraan ini dilirik Presiden Soekarno lantaran kesan unik yang ada di dalamnya. Nuansa eksterior Dodge Dart terbilang retro dan sangat ekslusif sehingga dapat menunjukkan status pekerjaan seseorang. Kemudian, kap depan dan bagasi terbilang cukup panjang, terlebih di masa tersebut mobil full size dengan bagasi panjang banyak disukai orang.

Era Pemerintah Soeharto

Pada era Presiden Soeharto, mobil menteri pun diganti menjadi sedan Volvo. Mobil yang digunakan sebagai tunggangan menteri ialah Volvo seri 264 GL. Tipe tersebut merupakan varian yang paling tinggi dari mobil pabrikan Swedia.

 

Baca juga: Melirik Calon Mobil Dinas Presiden Jokowi, Bermesin Buas dan Tahan Bom

 

Kesan mewah, ekslusif, dan keamanan terbaik menjadi dasar utama yang membuat Soeharto mengganti mobil dinas menterinya. Selain itu, Volvo seri 264 GL diklaim sangat mumpuni berkat mesin V6 PRV dengan bertenaga 2.666 cc sehingga dapat memudahkan mobilisasi para menteri dalam memenuhui kegiatan kenegaraan.

 

Tapi, kejayaan Volvo tidak bertahan lama. Harganya yang terbilang mahal membuat turun tahta. Mobil tersebut menemani menteri Indonesia hingga era Megawati Soekarno Putri.

Era SBY

Lalu, pada priode SBY tahun. Presiden SBY lebih memilih mobil buatan Jepang sebagai kendaraan dinas menteri. Ia dan JK memutuskan menggunakan mobil Toyota Camry V6 yang dinilai sangat cocok dan ekslusif buat memenuhi kegiatan para menteri.

 

Ada sekitar 34 menteri, 3 pejabat setingkat menteri, dan para pemimpin lembaga tinggi negara yang difasilitasi Camry V6 tersebut.

 

Baca juga: Sejarah Toyota Camry, Mobil Wajib Pejabat Negara

 

Namun, kejayaan Camry hanya bertahan selama satu periode. Di periode SBY berikutnya, yakni 2009—2013, menteri dan pejabat pemerintah mendapat mobil dinas baru, yaitu Toyota Crown Royal Saloon.

Era Jokowi

Jika dari lamanya penggunaan mobil menteri,  Toyota Crown Royal terbilang yang paling lama. Di era kabinet Jokowi, mobil tersebut kembali digunakan dan dipertahankan sebagai kendaraan utama menteri.

 

Hal itu lantaran Jokowi-JK tidak menganggarkan dana belanja negara untuk mengganti mobil dinas. Bahkan, Jokowi pun masih menggunakan mobil Mercedes-Benz S600 Pullman Guard yang pernah menjadi mobil dinas SBY.

 

Akan tetapi, setelah 10 tahun digunakan, Jokowi-Ma’ruf membeli mobil dinas baru buat para menteri dan pejabat negara selama priode 2019-2024 ini.

 

Menurut informasi yang beredar, pemerintah akan menjadikan Toyota Crown sebagai kendaraan para menteri. Kita simak nanti kepastiannya.

Author

Perempuan Canggih. Pemuja keharmonisan, puisi, dan filologi.

SHARE