Menteri Termuda dalam Sejarah Kabinet Joko Widodo

Rabu (23/10) Joko Widodo mengumumkan nama menteri di kabinetnya. Menteri itu dianggap menteri termuda dengan segudang prestasi yang ia punya.

Menjadi seorang menteri adalah prestasi yang membanggakan. Untuk mencapai jabatan tersebut, seseorang harus mempunyai track record atau kiprah politik yang baik dan membanggakan negara.

 

Di Indonesia, pemilihan menteri dilakukan sendiri oleh presiden. Presiden sebagai kepala negara mempunyai hak prerogatif untuk menunjuk secara langsung seseorang yang dianggap layak untuk ke masuk dalam jajaran pemerintahan.

 

Tepat di hari Rabu kemarin (23/10), Presiden Joko Widodo mengumumkan nama-nama menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja jilid II. Sejumlah tokoh yang dipanggil oleh Jokowi hadir di Kompleks Istana Kepresidenan untuk pengukuhan.

 

Baca juga: Tahun Politik, Hindari Debat Capres di Group Whatsapp Komunitas

 

Dari para menteri yang hadir itu, ada beberapa nama yang dianggap sebagai menteri termuda. Sosok mereka berhasil mencuri perhatian publik berkat usia dan prestasinya yang mereka punya.

 

Namun, sebenarnya pemilihan menteri termuda sudah pernah dilakukan selama periode pemerintahan Jokowi. Ini dia nama-nama tersebut!

Nadiem Makarim

Dalam kebinet Jokowi-Ma’ruf, nama Nadiem Makarim dikatakan sebagai salah satu menteri termuda Indonesia. Ia lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Saat ini usianya baru menginjak 35 tahun. Usianya yang baru kepala tiga membuat Nadiem menyandang status menteri termuda.

 

Selain itu, ia juga mempunyai segudang prestasi yang membanggakan. Ia menjadi pendiri Gojek pada tahun 2010, perusahaan startup yang sudah menembus kancah internasional. Selang setahun setelah Gojek berdiri, Nadiem pun menjadi salah satu pendiri dan Managing Director Zalora.

 

Baca juga: Anak Bangsa yang Pernah Menorehkan Prestasi di Kancah Internasional

 

Alumni Universitas Harvard tersebut ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk periode 2019—2024.

https://www.instagram.com/p/B3PDJTtAN-q/

Wishnutama Kusubandio

Wishnutama Kusubandio atau yang akrab disapa Wishnutama adalah seorang pria kelahiran Jayapura. Saat ini usianya menginjak 43 tahun. Sejumlah prestasi dan pengalaman karier sudah dilalui oleh Wishnu.

 

Suami dari Gista Purtri ini sebelumnya menjabat sebagai CEO Net TV dan Komisaris Kumparan. Lalu, ia juga pernah dipercaya sebagai creative Director Asian Games 2018 dan Ketua Tim Pemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf.

 

Saat ini, ia  ditunjuk oleh Jokowi sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

https://www.instagram.com/p/BsDueP6A671/

Bahlil Lahadalia

Tak hanya Nadiem dan Wisnhu, Bahlil Lahadalia juga menjadi menteri termuda dalam pemerintahan Jokowi. Ia ditunjuk Jokowi sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

 

Jika dilihat dari usianya, Bahlil berusia 43 tahun  dan sudah mempunyai segudang prestasi. Sejak kecil, Bahlil dikenal sebagai pria yang ulet dan sudah menunjukkan bakat berwirausaha.

 

Meskipun ia berasal dari keluarga yang kurang mampu, tetapi ia tak putus sekolah dan terus berkarya agar kiprah hidupnya membaik.

 

Baca juga: Melirik Prestasi dan Keindahan Alam Papua Bumi Cendrawasih

 

Pria lulusan Sekolah Tinggi Ekonomi Port Numbay, Jayapura, ini pernah menjabat sebagai Anggota Himpunan Pengurus Muda Indonesia di Tahun 2003 dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di tahun 2015.

 

Lalu di tahun 2019 ini, Jokowi mempercayai Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Puan Maharani

Pada periode pertama Jokowi menjabat sebagai presiden, Puan Maharani menjadi salah satu menteri termuda di Kabinet Kerja jilid I yang berusia 41 tahun.

 

Puan ditunjuk pasangan Jokowi-JK sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaa (PMK). Namun saat ini, Puan dipercaya sebagai Ketua DPR RI.

Muhammad Hanif Dhakiri

Sosok lain yang dianggap sebagai menteri termuda berikutnya ialah Hanif Dhakiri. Pria yang pada saat kabinet Kerja Jilid I berusia 42 tahun diamanahkan Jokowi sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

 

Menurut laporan Kompas.com, di usia yang terbilang produktif, Hanif tercatat telah mengisi beberapa posisi penting, di antaranya sebagai Wakil Ketua Umum DKN Garda Bangsa (2006-2011) dan Ketua Sekjen DPP PKB tahun 2005-2010.

 

Ia juga aktif dalam kegiatan internasional dan turut mendirikan Komite Eksekutif Monopoli Watch pada tahun 2002.

 

Itulah deretan menteri termuda di Indonesia. Dari mereka kita dapat belajar bahwa untuk mencapai karir yang gemilang dibutuhkan usaha yang kuat. Selamat bekerja dan menjalankan amanah, menteri-menteri Indonesia.