Menghisap Vape di Mobil Berbahaya, Ini Alasannya

Digadang-gadang dapat menggantikan rokok konvensional, vape memang sedang naik daun belakangan ini. Tidak masalah bila menghisapnya di tempat yang seharusnya, bagaimana dengan di mobil?

bahaya menghisap vape di mobil

Vape atau rokok elektrik kini memang makin digemari oleh masyarakat di Indonesia. Cara kerja vape ini sederhana, dengan mengubah liquid (cairan khusus vape) menjadi uap lalu dihisap.

 

Ya, vape memang tidak menghasilkan asap seperti hasil pembakaran pada rokok konvensional, melainkan uap. Rokok konvensional dan vape memang sama-sama mengandung nikotin, namun nikotin bukanlah hal yang patut dipermasalahkan.

 

Selain tar, 40 ribu zat racun pemicu kanker dari hasil pembakaran rokok konvensional. Sementara vape, tidak ada tar dan sisa pembakaran lainnya, sehingga bahaya vape menjadi jauh lebih rendah daripada yang ditimbulkan rokok konvensional.

 

Dikutip dari Tribunnews.com, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YPKP Indonesia), drg Amaliya, mengatakan jika rokok konvensional bahayanya 100 persen, vape hanya lima persen.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan tidak ada rokok, baik konvensional maupun vape yang aman dikonsumsi. Sifat adiktif yang terkandung dalam rokok elektrik atau vape ternyata memiliki dampak yang cukup mengkhawatirkan.

bahaya menghisap vape di mobil

Liquid yang digunakan pada vape terdiri dari empat bahan utama, yakni propilen glikol, gliserin nabati, nikotin, dan perasa tambahan.

 

Dikutip dari Hellosehat.com, penggunaan propilen glikol  pemanasan propilen glikol mengubah komposisi kimianya, sehingga memproduksi sejumlah kecil propilena oksida — senyawa karsinogen yang teridentifikasi bahayanya. Paparan inhalasi jangka pendek terhadap zat ini menyebabkan iritasi mata, tenggorokan, dan saluran napas, sementara paparan jangka panjang dapat mengakibatkan anak menderita asma.

 

Sementara, nikotin pun diketahui sebagai zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya terhadap jantung dan pembuluh darah manusia. Karena itu, bagi penderita penyakit jantung disarankan untuk menjauhi nikotin agar keadaannya tidak bertambah parah.

 

Sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa vape mungkin lebih aman daripada rokok konvensional. Bahaya terbesar dari rokok konvensional adalah asap, dan vape tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam vape adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok konvensional.

 

Namun yang perlu digaris bawahi, tetap ada efek yang dihasilkan saat menghisap dan menghembuskan uap di ruangan tertutup, seperti di dalam mobil.

bahaya menghisap vape di mobil

Menghisap vape saat mengemudi dapat membuat pengemudi kehilangan konsentrasi. Dalam sepersekian detik saja kehilangan konsentrasi saat mengemudi bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bahaya menghisap vape di mobil saat mengemudi ini sama bahayanya seperti membalas pesan lewat smartphone.

 

Riset membuktikan faktor utama kecelakaan adalah hilangnya konsentrasi dari pengemudi.

 

Berbeda dengan asap hasil pembakaran rokok konvensional, uap yang dihasilkan oleh vape cenderung lebih tebal. Dengan merokok, mengharuskan pengemudi membuka jendela untuk membuang abu sisa pembakaran. Menghisap vap hanya menghasilkan uap saja. Namun, pengemudi tetap harus membuka jendela mobil. Tentunya agar ada sirkulasi udara yang masuk. Dengan begitu, uap yang dihasilkan akan lebih cepat menghilang.

 

Selain itu, menghisap vape dalam keadaan jendela tertutup juga dapat membuat kaca mobil berkabut. Hal ini disebabkan karena residu dari uap yang dihasilkan vape tersebut menempel pada kaca mobil. Pandangan pengemudi yang terganggu oleh uap yang dihasilkan dan kabut yang menempel di kaca mungkin saja dapat menyebabkan kecelakaan.

Intinya, tetap ada bahaya menghisap vape di mobil. Jalan raya adalah milik bersama dan mesti saling menghormati di antara penggunanya. Saat menghisap vape di mobil, kemungkinan dampak bahayanya tidak hanya dialami sendiri, tapi juga pengguna jalan lain di sekitar ikut terganggu.

 

Tidak heran bila, di beberapa negara, khususnya Eropa dan Amerika, sudah ada pelarangan menghisap vale vape sambil mengemudi.

 

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Sudah kah pihak terkait mengeluarkan peraturan tentang bahaya menghisap vape di mobil?