Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Beli Rumah Pertama Kali

Jangan keburu nafsu jika ingin punya rumah, apalagi itu untuk yang pertama kali. Berikut kesalahan beli rumah pertama kali yang harus dihindari.

kesalahan beli rumah

Walau segalanya sudah dinilai pas, dari lokasi, fasilitas, hingga harga, Anda jangan keburu nafsu untuk membeli rumah.

 

Seperti diketahui, harga rumah dan properti akan terus naik dari tahun ke tahun. Bahkan untuk rumah yang di pinggiran kota atau lokasi sub-urban kini rata-rata harganya sudah mencapai Rp 500 jutaan.

 

Ya, memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang untuk memulai kehidupan pribadi yang lebih mandiri. Apalagi untuk mereka yang sudah berkeluarga, rumah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi keberadaannya.

 

Baca juga: Strategi Punya Rumah Sendiri Sebelum Usia 30 Tahun

 

Jangan sampai Anda menyesal ketika membeli rumah, apalagi itu untuk yang pertama kali. Berikut kesalahan beli rumah pertama kali yang harus dihindari.

kesalahan beli rumah

Terlalu percaya developer

Developer atau pengembang perumahan memegang peranan penting dalam transaksi ketika Anda membeli rumah.

 

Sudah ada banyak contoh kasus akibat kurang cermatnya calon pembeli dalam memilih developer. Sebut saja desain rumah yang tak sesuai janji, bahkan sampai ada yang menipu dan membawa kabur uang yang telah dibayarkan.

 

Jadi Anda bisa hindari kesalahan beli rumah pertama kali dengan mencari tahu rekam jejak dari developer di Internet atau media massa.

 

Baca juga: 5 Filosofi Feng Shui dalam Mendekorasi Rumah

 

Peran developer sangat penting, sebab dengan perusahaan inilah Anda melakukan hubungan hukum, baik pada taraf pemesanan rumah dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atau dengan akta jual beli (AJB) pada saat jual beli nanti dilaksanakan.

 

Pastikan area tanah yang dibangun perumahan telah terbit sertifikat induknya.

 

Jika legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, sangat tinggi risikonya. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya. Developer yang baik tidak akan segan-segan menunjukkannya.

kesalahan beli rumah

Kurang survey

Ini pun jadi kesalahan beli rumah pertama kali. Bisa jadi lokasi perumahan yang tersebut memang strategis, fasilitas lengkap, dan aksesnya mudah, tapi lingkungan di sekitarnya kurang mendukung.

 

Sebut saja lokasi perumahan dikelilingi oleh pemukiman padat penduduk yang rawan kebakaran atau sering terjadi tawuran.

 

Tentu hal tersebut membuat Anda tidak nyaman. Karena itu, jika ingin membeli rumah, jangan hanya survey apa yang ditawarkan oleh perumahan, tapi juga survey lingkungan di sekitarnya.

punya rumah sendiri

Tidak punya tabungan dan investasi

“Mumpung ada uang, mending beli rumah” anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, tapi tidak juga sepenuhnya salah.

 

Memang tidak ada salahnya jika punya uang Anda beli rumah. Yang mesti diingat adalah rumah yang Anda tempati itu selamanya, dalam artian rumah tersebut harus diisi furniturnya.

 

Baca juga: Jadikan Rumah Makin Indah dengan Desain Interior Artistik Berikut!

 

Tidak hanya itu, jika membeli rumah secara kredit, Anda harus memikirkan bagaimana cara membayarnya di tiap bulan. Belum lagi jika ada kenaikan suku bunga.

 

Di sini pentingnya Anda memiliki tabungan dan investasi untuk menghindari kesalahan beli rumah. Tentu Anda tidak ingin rumah yang Anda beli dalamnya kosong tanpa furnitur atau di tengah perjalanan kredit disita oleh pihak penyedia KPR.

 

Jadi untuk membeli furnitur Anda bisa menggunakan uang tabungan, atau jika ada kebutuhan mendesak, Anda bisa tetap membayar cicilan dengan dana investasi yang dicairkan.

kesalahan beli rumah

Tidak belajar KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah  sangat membantu Anda yang ingin segera menempati rumah sendiri tapi belum memiliki uang yang cukup.

 

KPR adalah layanan pinjaman dari bank bagi nasabah untuk membeli rumah dengan cara kredit. Jika harus menabung dulu sampai harga rumah terjangkau, rumah yang diincar malah bisa sudah dibeli orang lain ketika uang sudah terkumpul.

 

Ketika membeli rumah melalui KPR, ada banyak hal yang harus Anda pelajari agar terhindar dari kesalahan beli rumah pertama kali.

 

Baca juga: Melirik Fasilitas Asya yang Bikin Hidup Sempurna

 

Mulai dari syarat yang harus dipenuhi, menghitung uang muka, hingga bunga KPR.

 

Bunga KPR pun ada dua macam fixed atau tetap yang berarti Anda membayar cicilan dengan bunga tetap selama periode yang sudah disepakati, misalnya 10 persen untuk tenor lima tahun.

 

Lalu ada juga bunga floating yang nilainya berubah-ubah sesuai dengan ketetapan penyedia KPR. Misalnya pada dua tahun pertama bunganya 8 persen lalu setelah itu bunganya naik sesuai dengan pasar sampai cicilan lunas.

punya rumah sendiri

Tabungan hanya untuk DP

Jika sudah membayar uang muka, selanjutnya yang mesti Anda lakukan adalah membayar cicilan tepat waktu.

 

Hal ini penting, agar rumah yang sudah Anda beli dan miliki tidak disita oleh pihak penyedia KPR.

 

Selain itu, bahaya dan kesalahan beli rumah lain adalah besar cicilan tidak sesuai dengan besar pendapatan. Seperti kata pepatah besar pasak daripada tiang, Anda akan memiliki lebih besar pengeluaran daripada pemasukan.

 

Bagaimana Anda bisa hidup bila pendapatan tiap bulan hanya dihabiskan untuk membayar cicilan rumah? Kasarnya seperti itu.

kesalahan beli rumah

Tenor terlalu singkat

Dengan tenor yang terlalu singkat, otomatis Anda harus membayar cicilan yang lebih besar tiap bulannya.

 

Umumnya, ketika membeli rumah dengan cara kredit, orang cenderung mengambil tenor yang paling lama dengan harapan dapat menekan pembayaran cicilan di tiap bulannya.

 

Namun lain hal bila memang pendapatan Anda besar dan tidak mau terus menerus digantungi oleh hutang, Anda bisa mengambil tenor yang singkat. Nantinya rumah tersebut pun bisa jadi investasi bagi Anda.

kesalahan beli rumah

Melupakan biaya ekstra

Ada banyak biaya tak terduga ketika Anda membeli rumah. Selain cicilan di tiap bulan, ada biaya ekstra lain yang harus disiapkan saat membeli rumah.

 

Dikutip dari moneysmart.id, biaya tersebut antara lain, biaya appraisal, asuransi jiwa, notaris dan pajak properti.  Nominal atau nilai dari biaya tersebut pun tidak semua sama, tergantung dari lokasi rumah yang akan Anda beli.

 

Jadi sebaiknya Anda siap-siap akan kemungkinan adanya pengeluaran tambahan setelah akad jual beli rumah selesai.

 

Tidak mempertimbangkan biaya ekstra berari Anda sudah melakukan kesalahan beli rumah.

kesalahan beli rumah

Tidak ikut asuransi

Tidak ada yang pernah tahu kapan musibah akan terjadi, sehingga walau beli rumah secara kredit, sebaiknya Anda mengajukan asuransi properti untuk rumah tersebut.

 

Selain kesehatan dan jiwa, rumah merupakan aset yang harus dilindungi. Dengan asuransi properti Anda akan diberikan rasa nyaman jika saja hal buruk menimpa rumah Anda.

kesalahan beli rumah

Terlalu percaya diri

Kebanyakan orang merasa sudah paham dan mengerti unit rumah yang akan dibeli seutuhnya.

 

Namun, setelah unit rumah selesai dibangun atau ditempati banyak ketidakpuasan dan masalah di sana-sini.

 

Meski paham dan mengerti sebaiknya Anda jangan terlalu percaya diri. Tidak ada salahnya  untuk menggunakan jasa profesional yang mengerti tentang properti.

 

Baca juga: Bikin Nyaman Rumah Anda dengan Mengaplikasikan Tren Warna 2019 Berikut!

 

Mereka adalah orang-orang yang bisa memberi saran tentang lingkungan rumah, struktur bangunan, lokasi strategis, bebas banjir hingga ke nilai jual rumah di kemudian hari.

 

Ini kesimpulan dari kesalahan beli rumah pertama kali yang harus dihindari.

kesalahan beli rumah