Jangan Sampai Overheat, Ganti Air Radiator Mobil Sesuai Jadwal

Mengganti air radiator bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Caranya mudah, cukup lakukan beberapa langkah di bawah ini.

air radiatorMobil yang kita kendarai terdiri dari banyak sekali komponen dengan kompleksitas yang tinggi. Salah satunya adalah radiator, komponen mobil yang harus dirawat secara rutin.

Sejatinya, fungsi dari radiator adalah menjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas, terutama saat dalam putaran mesin yang tinggi.

Suhu ideal yang aman untuk mesin adalah sekitar 85-95 derajat celcius. Suhu ideal itu membuat mesin akan bekerja lebih maksimal.

Sebaliknya, jika suhu terlalu dingin atau rendah, maka pembakaran tidak sempurna dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar lebih boros.

Anda dapat melihat suhu mesin melalui indikator yang biasanya terdapat di panel instrumen.

Beberapa mobil masih menggunakan indikator analog untuk menunjukan suhu, namun mobil keluaran baru rata-rata sudah beralih ke indikator digital.

Baca juga: Perjalanan Jauh Menggunakan Mobil, Cegah Overheat dengan Cara Ini

Karena pentingnya peran radiator terhadap mesin mobil, maka perlu dilakukan penggantian air radiator secara berkala. Untuk menggantinya,

Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Pertama, siapkan radiator coolant yang biasa dipakai mobil Anda. Lalu, ikuti langkah-langkah berikut ini.

Buka tutup radiator

Sebelum membuka tutup radiator, pastikan kondisi mesin dalam keadaan mati dan dingin.

Bila dalam kondisi panas, air di dalam radiator akan menghasilkan uap yang memberikan tekanan udar tinggi, sehingga memungkinkan tutup radiator akan mental atau mencuat ke atas.

Akibatnya, akan beresiko jika mengenai bagian tubuh Anda.

Buka baut di bagian bawah saluran pembuangan radiator

Setelah itu, bukalah baut yang ada di bagian bawah radiator. Jika baut sudah terbuka, air radiator akan mengalir keluar dengan sendirinya.

Tetapi jangan terburu-buru membukanya, karena bisa membuat baut slek dan tidak bisa digunakan lagi.

Baca juga: 5 Cairan Penting yang Dibutuhkan Mobil Selain Oli dan Bensin

Keluarkan air radiator 

Langkah selanjutnya, biarkan air radiator mengalir keluar sampai habis. Jangan lupa isi dan semprot radiator dengan air untuk menghilangkan kotoran maupun kerak akibat pemakaian.

Lakukan proses ini berulang kali agar radiator bersih.

Tutup baut bawah radiator

setelah proses menguras radiator selesai, tutup kembali baut di bagian bawah radiator dengan rapat, dan pastikan tidak kendur untuk mencegah air radiator menetes dengan sendirinya.

Terdengar sepele memang, namun semakin banyak air radiator yang keluar, membuatnya semakin sedikit, sehingga tingkat kepanasan mesin meningkat. Apabila dibiarkan, mobil bisa mengalami overheat.

Isi radiator dengan radiator coolant

Bila bagian bawah sudah ditutup dan radiator dirasa sudah bersih, isi radiator dengan cairan coolant sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Cairan ini merupakan cairan pendingin yang diciptakan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi pada bagian mesin.

Baca juga: Kenali Jenis dan Cara Kerja Cairan Pendingin Radiator

Radiator coolant  memiliki titik beku lebih rendah dan titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa.

Penggunan  cairan coolant dapat bertahan sekitar enam bulan atau 10 ribu kilometer. Namun, jika mesin sudah mulai gampang panas, lebih baik lakukan penggantian sesuai kebutuhan.

Jangan lupa periksa reservoir tank (tangka cadangan radiator) jika kotor, agar tidak menghambat dan air radiator dapat terdistribusi dengan baik.

Pasang kembali tutup radiator

Apabila semua proses sudah selesai dilakukan, pasang kembali tutup radiator. Pastikan radiator tertutup rapat dan kencang. Proses selesai dan mobil siap digunakan.

Bagaimana? Simpel, kan? Anda bisa mengerjakannya sendiri di rumah. Waktu yang diperlukan juga tidak lama, hanya sekitar 30 menit.

Tetapi, bila Anda masih ragu untuk mengerjakannya, lebih baik ganti air radiator di bengkel resmi, sekaligus melakukan perawatan rutin.

Sebelum pergi ke bengkel, Anda bisa melakukan booking service di Seva.id. Jadi, sesampainya di bengkel, mobil Anda bisa langsung ditangani oleh mekanik disana, dan Anda tidak perlu menunggu antrian lagi.

Jadi, cek selalu air radiator mobil Anda agar tidak terjadi overheat, yang nantinya bisa merugikan diri Anda sendiri.