Beragam Cara Optimalisasi Toyota All New C-HR

By Arris Riehady - Oktober 12, 2018

Bisa dibilang, Toyota All New C-HR adalah salah satu mobil yang paling fenomenal saat ini.

 

Bagaimana tidak, di kelasnya, SUV yang dibandrol dengan harga Rp 488.500.000 (single tone), dan Rp 490.000.000 (dual tone), ini tentunya memiliki banyak kelebihan yang tidak ada di rival-rivalnya.

 

Sebut saja salah satunya layanan purna jual. Tidak dipungkiri, layanan purna jual seperti bengkel resmi yang dimiliki Toyota mudah ditemui, dari Sabang sampai Merauke.

 

Setelah “kencan singkat” saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, 2-12 Agustus 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, akhirnya kami, Seva.id, bisa juga menjajalnya secara utuh.

 

Berikut bedah fitur dan apa yang kami rasakan dari Toyota All New C-HR. Unit yang kami terima dari Auto2000 ini adalah Toyota All New C-HR dual tone dengan warna blue metallic with sporty black roof. Warna lain yang tersedia ditipe ini yaitu red mica with sporty black roof.

 

Praktis

Ya, praktis adalah hal yang pertama kami rasakan dari Toyota All New C-HR.

 

Kepraktisannya tentu didukung dengan fitur yang ditanamkan di premium SUV yang diperkenalkan PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku ATPM Toyota sejak 10 April 2018 ini.

 

Untuk masuk ke kabinnya, cukup kantongi kunci, sentuh lalu tarik tuas pintu. Toyota All New C-HR ini sudah menggunakan smart key dengan akses keyless yang canggih.

 

Hal ini berguna bila saat ingin masuk mobil tangan penuh dengan barang bawaan, sementara kunci mobil jauh dari jangkauan tangan.

 

Saat ingin menghidupkan mesin pun cukup dengan menekan pedal rem, lalu tekan tombol bertulis engine start stop. Jika sudah siap berkendara, pindahkan tuas transmisi ke D, dan secara otomatis rem parkir elektriknya non-aktif. Toyota All New C-HR pun siap melaju.

 

Tidak hanya itu, bagi yang gemar membawa tumbler, dari jok bagian pengemudi ada tiga cup holder yang mudah digapai. Dua di bagian console tengah dan satu di door trim. Tapi bila memang haus dan ingin minum sebaiknya menepikan kendaraan.

 

Pada sisi power window pada semua pintu sudah dilengkapi dengan auto up and down.

 

Koneksi head unit

Fitur hiburan yang mumpuni penting ditanamkan untuk mobil masa kini. Karena tidak jarang saat berkendara, khususnya di Jakarta, pengemudi terjebak di kemacetan yang parah.

 

Bagus jika ada teman yang bisa diajak bercengkrama, bila mengemudi sendiri tentu alunan musik dari audio head unit adalah satu-satunya cara untuk melapas bosan di kemacetan.

 

Pada dashboard Toyota All New C-HR, audio head unit yang dibenamkan bertipe 2-DIN dengan layar sentuh 7 inci.

 

Selain menyajikan siaran radio dengan kualitas suara yang jernih, audio head unit ini turut dapat memutar cakram berformat DVD sehingga dapat menikmati film favorit.

 

Perlu diingat, menonton saat sedang mengemudi berbahaya karena dapat memecah konsentrasi, dan dapat melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 Ayat 1.

 

Untuk koneksi dari audio head unit ke smartphone ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan AUX, Bluetooth, USB, dan Miracast.

 

Pengaturan masing-masing koneksi pun sangat mudah. Jika menggunakan koneksi AUX, Pengemudi tinggal beli aja kabelnya, lalu colok ke smarthphone dan sisi lainnya ke audio head unit. Voila, lagu-lagu dari playlist atau Spotify pun dapat terputar.

 

Koneksi menggunakan bluetooth, pengemudi perlu membuka menu pengaturan pada audio head unit. Lalu buka bluetooth dan klik ‘tambah perangkat’. Jangan lupa nyalakan bluetooth pada smartphone. Jika sudah terkoneksi lalu ‘pairing’.

Selain dapat mendengarkan lagu, dengan koneksi bluetooth,  audio head unit juga dapat dipakai untuk melakukan panggilan telepon. Untuk menjawab atau menutup telepon tidak perlu repot, karena ada tombol khusus di lingkar kemudi sebelah kiri.

 

Weblink adalah salah satu cara untuk mengkoneksikan smartphone dengan ausio head unit menggunakan kabel data atau USB. Ketika smartphone dan audio head unit terhubung dengan weblink, Pengemudi bisa melakukan browsing dan menggunakan aplikasi navigasi layar audio head unit.

 

Sementara untuk Miracast, pengemudi perlu terlebih dahulu mendownload aplikasi dengan nama yang sama di smartphone. Caranya juga mudah, jika sudah download, buka aplikasinya lalu buka Miracast di audio head unit. Lalu koneksikan.

 

Dengan Miracast, semua yang ada di smartphone akan tertampil di audio head unit. Fitur itu dikenal dengan istilah smartphone mirroring.

 

Mode berkendara

Di sisi pengemudi, kami merasakan merasakan kontrol yang sempurna kala mengemudikan Toyota All-New C-HR. Pasalnya sistem kemudi sudah dapat diatur sesuai keinginan baik naik-turun (tilt) maupun maju-mundur (teleskopik).

 

Joknya juga telah dilengkapi lumbar support yang dapat dioperasikan secara elektrik.

 

Desain dasboard tengah premium SUV ini pun asimetris menghadap pengemudi sehingga semua tombol mudah dijangkau. Tak terkecuali pengaturan AC digitalnya yang sudah dual zone sehingga antara pengemudi dan penumpang depan bebas menentukan suhunya masing-masing.

 

Di sisi lain, cruise control dan G-Force Indicator pun dirancang intuitif agar keasyikan berkendara bisa dirasakan dengan cepat dan mudah. Untuk informasi berkendara, terdapat multi information display (MID) berlayar TFT berukuran 4,2 inci.

Di layar MID ini, pengemudi juga dapat melihat berapa jarak yang dapat ditempuh dengan sisa bahan bakar yang ada di tangki, rata-rata penggunaan bahan bakar, dan mode berkendara.

 

Nah, pengaturan MID ini dapat digunakan dengan menggunakan tombol-tombol yang ada di lingkar kemudi sebelah kanan.

 

Saat mesin pertama dihidupkan, mode berkendaranya adalah ‘Default’ atau mode normal. Mode ini adalah yang paling ideal untuk berkendara sehari-hari karena menghasilkan putaran mesin dan tenaga yang cukup.

 

Bila terjebak dikemacetan panjang atau ingin lebih hemat bahan bakar dapat memilih mode berkendara ‘Eco’. Tapi dampaknya tenaga yang dihasilkan akan kurang.

 

Sementara, bagi pecinta kecepatan atau ingin mengetahui tenaga maksimal yang dihasilkan oleh mesin Toyota All-New C-HR, pilih mode berkendara ‘Sport’. Tentunya dengan mode ini, seiring tenaga besar yang dihasilkan mesin, konsumsi bahan bakar juga akan semakin cepat.

 

Baca: Impresi Toyota All New C-HR: Enak untuk di Perkotaan dan Roadtrip

 

Cruise control

Fitur ini sering di-underestimate karena dirasa kurang cocok digunakan di Jakarta yang jalannya cenderung macet.

 

Padahal untuk berkendara jarak jauh, dengan jalanan lancar, fitur cruise control ini sangat berguna untuk menjaga kecepatan konstan Toyota All-New C-HR. Misalnya saja saat berkendara melalui Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali). Daripada kaki pegal menahan pedal gas demi menjaga kecepatan, maka tinggal aktifkan saja fitur ini.

 

Terdapat tuas khusus yang didedikasikan untuk mengaktifkan cruise control. Letaknya di bawah untuk menyalakan lampu utama.

 

Cara mengaktifkan cruise control di Toyota All-New C-HR pertama dengan menjaga kecepatan minimal 40 kilometer per jam. Jadi jika mobil masih melaju di bawah kecepatan itu, cruise control tidak bisa dihidupkan.

 

Untuk mengaktifkan cruise control tinggal menekan tombol ON/OFF tuasnya. Ketika cruise control aktif atau standby akan muncul simbol berbentuk speedometer dengan lambang panah berwarna di layar MID.

 

Agar mobil melaju konstan di kecepatan yang diinginkan pengemudi harus mengaturnya dengan harus menekan tombol SET di cruise control. Saat cruise control aktif, pengemudi bisa menaikan atau menurunkan batas kecepatan cruise control dengan menekan tanda ‘+’ (plus) atau ‘-‘ (minus).

 

Tidak heran bila saat impresi kami menyebut mobil ini cocok untuk road trip.

 

Teknologi keamanan

Platform TNGA yang dijejali dalam Toyota All New C-HR ini sendiri sudah siap meminimalisir efek benturan berkat Impact Absorbing Structure yang dimilikinya.

 

Selain itu, untuk menjaga keamanan pengemudi dan seluruh penumpang masih banyak teknologi ainnya, seperti tujuh buah airbag, anti-lock braking system (ABS), electronic brake-force distribution (EBD), braking assist (BA), vehicle stability control (VSC), hill assist control (HAC), Traction Control, Auto-Brake-Hold, Impact Absorbing Structure, ISOFIX pada jok baris kedua, hingga Blind Spot Monitor System yang berfungsi memberi peringatan pada pengemudi jika ada objek lain di sekitar mobil di titik yang tidak terlihat.

 

Untuk memarkirkan mobil ini dengan cara mundur, pengemudi juga dibantu dengan rear view monitor atau kamera mundur dapat dipantau melalui audio head unit.

 

Ada juga fitur Toyota Parking assist-sensor. Ada delapan titik sensor di mobil ini, empat di bumper belakang dan sisanya ada di bumper belakang.

 

Sensor-sensor ini akan memberitahu dan mendeteksi jika ada benda yang jaraknya terlalu dekat dengan mobil. Jadi saat parkir, pengemudi tahu kapan harus berhenti.

 

Sensor ini juga akan memberitahu pengemudi saat mobil berjalan. Misalnya saja di kemacetan bila mobil belakang jaraknya terlalu dekat atau jarak Toyota All New C-HR yang terlalu dekat dengan mobil di depannya.

Dengan fitur yang ditanamkan pada Toyota All New C-HR, dan paduan desain yang futuristik, mengemudikan mobil ini di jalan raya tentu akan banyak menarik perhatian pengemudi lain.

 

Lalu, bagaimana menurut Anda?

 

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!