Ban Harus Lurus Ketika Parkir Mobil, Mitos atau Fakta?

By Ferdi Julias - Januari 25, 2019

Perawatan mobil penting dilakukan oleh setiap pemiliknya. Bukan hanya perawatan berkala di bengkel resmi, tetapi ada hal-hal kecil yang harus dipahami pemilik mobil agar tidak terpengaruh oleh mitos-mitos yang belum tentu benar.

 

Salah satunya adalah pengetahuan tentang parkir mobil. Ada isu yang beredar di masyarakat, bahwa ketika memarkirkan mobil, ban seharusnya mengarah lurus ke depan. Apabila ban tidak lurus, power steering bisa mengalami masalah.

 

Namun, bagaimana dengan mobil yang akan mengunci setir secara otomatis ketika diputar ke arah 60 – 75 derajat dalam kondisi mesin mati? Artinya, mobil tersebut akan terparkir dengan ban yang sedikit berbelok alias tidak lurus.

 

Ternyata, isu mengunci setir atau parkir dengan kondisi ban yang tidak lurus akan merusak power steering adalah salah, karena kondisi tersebut tidak merusak. Pasalnya, power steering tidak memiliki keterkaitan langsung dengan arah setir atau ban mobil.

 

Malahan, ketika mobil terpaksa harus parkir dalam kondisi menanjak atau menurun, pengendara perlu mengunci setir mobilnya ke arah trotoar, selain mengaktifkan rem tangan atau mode parkir. Hal ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga jika mobil secara tidak sengaja turun dengan sendirinya.

 

Selain itu, mobil juga akan lebih aman dari pencurian, karena untuk mengembalikan setir agar dapat bekerja diperlukan kunci mobil.

 

Lebih baik, untuk menjaga kualitas power steering mobil, lakukan cara di bawah ini yang mungkin dapat membantu Anda dalam merawat power steering dengan baik dan benar.

 

Hindari berkendara di jalanan yang rusak

Pertama, sebisa mungkin hindari jalanan yang rusak dan berlubang, karena guncangan keras bisa mengganggu bahkan merusak beberapa komponen power steering, seperti poros rack steer dan boot rack steer.

 

Atau, apabila terpaksa harus melewati jalan rusak tersebut, usahakan mobil tidak menghantam lubang terlalu keras.

 

Jangan memutar setir secara penuh dalam waktu lama

Lalu, jangan memutar setir secara penuh dalam waktu yang lama. Ini biasanya terjadi ketika sedang melintasi kemacetan di jalanan yang berbelok.

 

Memutar setir terlalu lama akan menambah beban pada power steering, karena beresiko meningkatkan suhu serta merusak karet pada sistem hidrolik.

 

mobil terendam banjirJangan melewati jalanan banjir

Selain jalan yang rusak, ada baiknya Anda juga menghindari banjir. Power steering juga akan rusak jika terendam banjir, karena merupakan salah satu komponen kelistrikan yang terdapat di as setir, sejajar dengan as roda.

 

Sehingga, pada saat melewati genangan banjir, power steering akan mudah terendam dan beresiko rusak.

 

Perhatikan tekanan angin ban

Ban yang kurang angin juga dapat membuat beban kerja power steering menjadi semakin berat, baik power steering hidrolik atau elektrik. Untuk itu, sebelum berkendara, perhatikan tekanan angin ban mobil Anda terlebih dahulu.

 

Lakukan pengecekan rutin

Terakhir, pastinya Anda harus melakukan pengecekan rutin di bengkel resmi terdekat agar dapat mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang bisa saja terjadi secara mendadak. Merawat power steering dengan baik juga akan memperpanjang usia pemakaiannya.

 

Untuk itu, pastikan kendaraan Anda terjaga dengan baik sebelum berkendara, termasuk power steering dan komponen lainnya.

Berita Terkait

Author