Setir Bergetar dan 4 Tanda Lain Mobil Butuh Spooring dan Balancing

12 June 2019

Spooring dan balancing dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan laju mobil. Lalu apa tanda-tanda dari mobil sudah harus dilakukan spooring dan balancing?

Perawatan mobil harus dilakukan secara berkala agar laju mobil tetap prima. Salah satu perawatan yang dilakukan oleh pemilik mobil adalah spooring dan balancing. Bagi Anda yang sehari-hari mengendarai mobil pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut.

 

Spooring merupakan proses untuk meluruskan kedudukan atau sudut empat roda mobil seperti awal, sesuai dengan rekomendasi pabrik. Biasanya, dua roda depan yang akan diluruskan dan diatur agar dapat kembali seperti semula.

 

Spooring juga sering dilakukan ketika posisi setir tidak sama dengan posisi roda. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga ban agar tidak lari ke kiri atau ke kanan saat mobil berjalan di jalan raya. Jadi, laju mobil tidak terganggu.

Sedangkan balancing adalah untuk menjaga keseimbangan titik roda di semua sisi, baik di sisi atas-bawah maupun kiri-kanan roda mobil dengan cara menambahkan timah pada bagian yang kurang. Balancing rata-rata dilakukan setelah proses spooring sudah selesai dilakukan.

 

Ada beberapa tanda yang harus diperhatikan oleh pengendara saat mobil sudah mulai butuh melakukan spooring atau balancing. Tanda-tanda tersebut dapat Anda simak di bawah ini.

 

1. Setir bergetar

Tanda pertama adalah dari kemudi mobil. Pada kecepatan tertentu (biasanya di atas 80 kilometer per jam), setir akan terasa bergetar ke kanan kiri. Hal ini terjadi karena ban depan berkaitan langsung dengan mekanisme kemudi.

 

2. Setir tidak kembali ke posisi asal setelah belok

Ketika pengendara berbelok, setir mobil normal rata-rata akan kembali ke posisi semula ketika dilepas. Apabila posisi setir tidak kembali ke posisi semula secara otomatis, berarti mobil sudah membutuhkan spooring dan balancing.

3. Mobil seakan berbelok sendiri

Tanda lainnya adalah mobil seakan berbelok sendiri ke arah kiri atau kanan saat sedang melaju lurus ke depan. Atau, akan terasa oleng saat sedang berbelok.

 

4. Permukaan ban tidak rata

Ini sering terjadi pada sebagian pemilik mobil. Permukaan ban yang tidak rata kadang terjadi karena medan yang dihadapi oleh keempat ban mobil berbeda-beda. Apalagi jika mobil sudah berjalan miring, yang menandakan keseimbangan antara ban yang satu dengan lainnya sudah terganggu.

 

5. Posisi ban agak bergeser

Tanda terakhir adalah posisi ban tidak presisi atau agak bergeser dari posisi semula. Memang bergesernya tidak jauh, namun sangat terasa saat mobil sedang dikendarai.

 

Untuk waktu melakukan spooring dan balancing, setiap mobil memiliki kebutuhan yang berbeda. Tetapi, rata-rata mobil harus di spooring dan balancing setiap 10 ribu sampai 20 ribu kilometer sekali.

Selain melakukan spooring dan balancing, Anda juga perlu melakukan perawatan pada ban mobil. Caranya mudah, Anda cukup melihat Tyre Indentification Number (TIN) yang terletak di bagian sisi atau dinding ban yang berguna untuk mengukur usia ban tersebut.

 

Lalu, perhatikan Tradewear Indicator (TWI) sebagai penanda atau indikator bagi permukaan ban. Rata-rata TWI terletak di sela-sela groove ban. Apabila tinggi TWI sudah sejajar dengan groove ban, itu berarti ban sudah harus diganti.

 

Jika ban tidak ingin cepat habis, jangan lupa untuk merawatnya. Simple-nya seperti menjaga tekanan ban agar sesuai dengan standar pabrikan, karena tekanan angin dapat berpengaruh dengan handling dan pengereman mobil.

 

Jadi, jangan lupa untuk melakukan perawatan berkala bagi mobil Anda, termasuk spooring dan balancing. Lalu, cek juga ban mobil Anda agar perjalanan semakin nyaman dan aman.

SHARE