Kenapa Tuas Transmisi Otomatis di Mobil Dibuat Berliku?

By Ferdi Julias - Februari 18, 2019

Sadarkah Anda dengan tuas transmisi otomatis di mobil ada yang lurus ada juga yang berliku. Ternyata ada penjelasannya loh.

Ada dua jenis transmisi mobil yang mayoritas digunakan di Indonesia, yaitu transmisi manual dan otomatis. Pada transmisi manual, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bentuk transmisi suatu mobil dengan mobil lainnya.

 

Berbeda dengan mobil yang menggunakan transmisi otomatis. Terdapat dua model transmisi otomatis yang sering terlihat, yaitu transmisi otomatis model gate dan dan model straight. Apa perbedaannya?

 

Transmisi otomatis model gate

Transmisi otomatis ini memiliki desain berliku atau berjenjang layaknya anak tangga. Mobil-mobil seperti Toyota Avanza, Innova, dan Fortuner menggunakan desain transmisi otomatis model gate ini.

 

Tujuannya adalah untuk menjaga kesadaran pengemudi mobil saat memindahkan transmisi. Transmisi otomatis model gate akan meminimalisir transmisi berpindah secara tidak sengaja atau tersenggol oleh pengendara.

 

Kadang-kadang, pengemudi sering memindahkan transmisi tanpa melihat dan berdasarkan perasaan, sehingga dapat menimbulkan resiko berkendara. Untuk itu, desain berliku ini menjadi salah satu strategi pabrikan untuk mencegah transmisi berpindah ke posisi yang tidak seharusnya.

 

Lalu, untuk mengaktifkannya, pengendara perlu membuka kunci pengaman terlebih dahulu dengan menginjak rem untuk memindahkan transmisi dari P (Parking).

 

Transmisi otomatis model straight

Jika model gate memiliki desain yang berliku, transmisi otomatis model straight justru kebalikannya. Transmisi ini memiliki jalur yang lurus dan sejajar sehingga akan sangat mudah untuk memindahkan posisinya.

 

Namun, bagaimana untuk sisi keamanannya? Pastinya, pabrikan telah merencanakan segala sesuatunya, termasuk keamanan transmisi. Maka dari itu, setiap transmisi otomatis model straight pasti punya tuas yang dapat ditekan pada area kenop transmisi.

 

Tuas tersebut akan mencegah transmisi bergerak dan berpindah ke arah yang berlawanan, sehingga berpotensi merusak komponen di dalam gearbox. Anda dapat menekan tuas pengunci saat akan mengoperasikan transmisi dari posisi P ke R (Reverse), atau N (Netral) ke R.

 

Selebihnya, Anda dapat memindahkan tuas transmisi tanpa harus menekan tuas pengunci.

 

Merawat transmisi otomatis

Transmisi otomatis memang menjadi pilihan utama sebagian masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta. Alasannya adalah karena kepadatan lalu lintas yang terjadi setiap hari, sehingga membuat pengendara lelah dan memilih mobil bertransmisi otomatis demi kemudahan berkendara.

 

Namun, jangan sampai kemudahan yang disediakan oleh pabrikan tersebut dapat merugikan Anda di perjalanan. Untuk itu, perlu adanya perawatan pada transmisi otomatis mobil agar dapat meminimalisir terjadinya kerusakan.

 

Salah satunya adalah dengan memastikan penggantian oli transmisi tepat pada waktunya agar komponen selalu dalam kondisi prima. Jika Anda lupa untuk mengganti oli transmisi, bukan tidak mungkin komponen-komponen transmisi akan rusak karena pelumasan di dalam gearbox terganggu.

 

Lalu, lakukanlah perpindahan transmisi dengan tepat. Misalnya, pada keadaan jalan yang landai atau menurun, jangan menggunakan transmisi pada posisi L karena bisa membuat kopling cepat panas dan pada akhirnya terbakar.

 

Agar lebih aman dan nyaman dalam berkendara, ada baiknya ubah posisi L tersebut ke posisi D.

Setelah itu, jika mobil Anda mengalami kendala di jalan dan terpaksa harus diderek, jangan letakkan roda penggerak sebagai tumpuan. Baiknya, angkat roda penggerak mobil agar komponen transmisi dapat terjaga dengan baik.

 

Memang terlihat sederhana, tapi kadang hal ini tidak terlintas di dalam pikiran karena sedang panik akibat mobil yang dikendarai tiba-tiba mogok.

 

Apabila Anda sudah mengenal jenis dan cara merawat transmisi otomatis, jangan lupa untuk melakukan perawatan secara berkala di bengkel resmi. Anda juga dapat melakukan booking service di Seva.id agar tidak perlu lama menunggu antrian.

Berita Terkait

Author