Jembatan Batam-Bintan Selesai Sebelum 2024, Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

By Arris Riehady - April 27, 2021

Kawasan perdagangan dan wisata di Kepulauan Riau segera terhubung dengan Jembatan Batam-Bintan, berapa kilometer panjangnya?

Jembatan Batam-Bintan

Kepulauan Riau bakal semakin terdepan dengan segera dibangunnya Jembatan Batam-Bintan yang menghubungkan Batam sebagai kawasan perdagangan dengan Bintan yang memiliki tempat wisata alam cantik.

Hal ini telah diumumkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui laman resmi pu.go.id pada 21 April 2021.

Baca juga: Cara Membuat dan Perpanjang SIM Online Via Aplikasi Sinar

Selain itu, dengan adanya Jembatan Batam-Bintan, akan meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus membuka peluang investasi bidang jalan dan jembatan.

Jembatan Batam-Bintan

Biaya Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Biaya pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dikutip dari pu.go.id, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan APBN.

Baca juga: Makanan dan Minuman Ini Bisa Bikin Anti Ngantuk Saat Nyetir

Dengan skema KPBU, swasta memiliki kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan. Sementara keuntungan pemerintah proyeknya banyak yang mengawasi, sehingga tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik.

Menurut Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan, Jembatan Batam-Bintan termasuk jembatan khusus yang terdiri dari dua jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan.

Porsi pembiayaan Pemerintah pada jembatan penghubung Batam-Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung Sauh-Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

Baca juga: Jenis-jenis Sistem Penggerak Mobil dan Perbedaannya

“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30%,” kata Yudha di pu.go.id.

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!